Ada baiknya jika kita berpikir lebih realistis dan tidak mudah menyerah akan keadaan. Tak seorangpun di dunia ini yang tidak mencintai keluarganya. Demikian Pimpinan kita, saya yakin mereka pasti akan berbuat seadil-adilnya, demi kebaikan seluruh pegawainya. Tidak mudah memang menilai suatu keadilan, ada banyak persepsi yang berbeda tentang nilai keadilan. Adil menurut si A, belum tentu Adil menurut si B. Ini juga mungkin prinsip yang harus kita pegang. Pimpinan membuat suatu kebijakan tentunya juga tidak sembarangan, segala segi baik plus maupun minusnya tentunya sudah dipikirkan masak-masak..Jika kebijakan dinilai banyak merugikan terhadap organisasi, tentunya kebijakan itu tidak akan diterapkan.
Kebijakan mengenai Mutasi DJPB memang banyak menjadi sorotan khususnya bagi warga DJPB, tapi tahukah Saudara bahwa ternyata Pola Mutasi di DJPB dinilai paling bagus di seluruh Depkeu bahkan ini akan dijadikan Model/Percontohan untuk mutasi di seluruh Depkeu walaupun hal itu akan menghambur-hamburkan Uang Negara. Tapi itulah kebijakan kalau itu dinilai bagus dan bermanfaat maka berapapun uang negara keluar tidak akan dipermasalahkan. Satu sikap yang harus kita bulatkan adalah ikuti arus dan berjuang untuk DJPB atau kita keluar arus dan mencoba untuk mengembangkan karir di Instansi lain, bukankah DJPB memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk itu, asal instansi tersebut bersedia untuk menerima kita.. ----- Pesan Asli ---- Dari: Family In Love <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kamis, 25 Oktober, 2007 5:24:09 Topik: [Forum Prima] Yth.Bapak/Ibu pemimpin DJPBN Selamat Pagi Bapak/Ibu para Pengambil Keputusan di Jakarta..... Dengan ini saya mengharapkan semoga bapak/ibu yang lagi bertugas di kantor pusat sudilah kiranya mendengar jeritan hati kami ini, kami sebagai pegawai yang bertugas di DJPBN tidak henti2nya berdoa semoga kami sebagai pegawai ujung tombak DJPBN diberi kekuatan untuk tetap survive dan betah dengan segala kebijaksanaan2 yang dibuat oleh Bapak/Ibu, walaupun kadang ada yang merugikan dan terima kasih yang sebesar2nya jika kebijaksanaan itu menguntungkan bagi kami dan keluarga kami. Kenapa saya katakan keluarga kami???? Kebijakan yang bapak/ibu terapkan sedikit banyak telah menyatukan atau menceraiberaikan kelurga kami, baca:mutasi. Untuk itu bapak/ibu... .. demi kesejahteraan kami, demi kelangsungan hidup keluarga kami, demi ketenangan bekerja dan berkarya kami, kami mohon sudilah kiranya Bapak/Ibu mendengar jeritan hati kami, jeritan anak isteri kami..... jeritan keluarga kami yang rindu akan nasihat2, bimbingan2, belaian2, dan arahan2 bijak dari isteri atau suami kami yang jauh disana. Kami dulu emang pernah menandatangani surat siap bersedia ditempatkan dimana saja bapak/ibu,,, , tapi adakah rasa belas kasihan yang bisa kami dapatkan. kami punya keluarga Bapak/Ibu... . kami juga butuh ketenangan untuk menata keluarga kami.... itu semua demi hasil karya nyata kami di DJPBN.. Terima Kasih Bapak/Ibu. jika emang sudah mendengar jeritan hati kami. ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - Menangkan Laptop, Ipod, dan HP Nokia di http://netkuis. telkom.net ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
