Assalamu'alaikum Wr Wb

Pertama,   puji   Tuhan  atas lahirnya Gabriela Dewanto, turut
mendoakan  agar  tumbuh sehat,  tidak rewel dan kelak mem-
berikan  sumbang  sih  bagi  ayah-bunda  dan lingkungannya.
Ngamin.

Kedua,   mengucapkan  selamat untuk Bung Sijabat atas ke-
pindahannya ke kota pensiun Pati. Saya rasa anda termasuk
orang  yang  beruntung, mendapatkan kesempatan "singgah"
di kota yg cantik ini. Anda akan selalu ditemani Nasi Gandul
Gadjah Mati, ditemani empal dan jeroan, yang rasanya mak
nyos! Tolong sampaikan ke Bupati Pati, agar Nasi Gandul bu-
ru-buru dipatenkan sebelum didahului negerinya Cik Mahathir.

Kalau  saya boleh bercerita sedikit tentang Pati, kesan yg ma-
sih  membekas dalam benak saya hingga kini adalah hadirnya
legenda yg sudah menjadi symbol, diantaranya:

(1) Saridin (yg sering dikenal dengan sebutan Syeh Jangkung),
dan ruhnya kini bersemayam di Desa Landoh Kecamatan Ka-
yen.  Aksi  kontroversialnya memberikan makna yg dalam ten-
tang "perlawanan"  wong  cilik terhadap ritualitas keberagama-
an,    menelusuri   ulang   jalur  vertikal  manunggaling kawulo-
gusti melalui pemahaman yg ikhlas dalam kebersyahadatan. Ku-
ekspresikan sebagai wong cilik sekedar untuk mendhicotomi-
kannya dengan kelas santri dari pondok Sunan Kudus saat itu.

(yang berikutnya mohon maaf , numpang ndleming dikit ya)

(2) Roro Mendhut, kalau saja saya hidup pada jamannya, ba-
rangkali  sulit  untuk  memberikan deskripsi ulang akan kecan-
tikannya. Mendhut yang kala itu masuk dalam sekenario debt-
trap-nya Tumenggung Wiroguno (yg  belakangan strategi je-
bakan hutang ini diimitasi oleh IMF dan  World Bank), terpak-
sa arus berjualan rokok untuk membayar hutang ke Mas Wiro.

Begitulah cara Mendhut yg putri hasil pampasan perang asal 
Kadipaten Pati, untuk emoh  menerima  pinangan si-gembrot 
Wiroguna yg asli Jogja. Berduyun- duyunlah  para super high 
quality jomblo, om-om yg lagi mbulok  (mbujang lokal), sampai 
embah- embah buyut. Pendek kata semua orang "dipaksa" puber 
oleh si Mendhut. 

Mereka  semua  pada  rajin antri jajan rokok bikinan Mendhut.
Legenda pun bertutur, kalau puntung rokok bekas isepan Men-
dhut memberikan imajinasi "liar", sehingga merajai permintaan
dan harganya pun boleh dibilang tidak murah.

Sulit bagi saya untuk menceritakannya sesuai hukum pasar ver-
sinya  Hal R. Varian.    Begitulah,  kesan  yg meletup dari aksi 
jajan     rokok     itu   lebih mengekspose kemolekan Mendhut,
lazimnya  love chemistry yg  memberikan resonansi bagi hasrat 
kelelakian. Sungguh deh,  sebenarnya  saya protes habis dengan  
cerita yang terakhir ini. Tapi apa boleh buat.   Hanya  satu keta-
kutan saya andai hidup di jaman itu,  mungkin  saya gagal melak
sanakan program tidak merokok.  Mungkin  saya  kena  kanker
atau malah impotensi. Mohon maaf lho ya bagi para perokok!

Ya  sudahlah,  soal rokok kucukupkan. Saya hanya mulai mene-
bak- nebak kata hati si-doski. Publik di sekitar Wirogunan ada-
lah khalayak pertama yg menangkap sinyal ini. Ramailah mereka
menerjemahkan seribu makna suasana bathin Roro Mendhut.Di
lapak- lapak kecil deket alun-alun, di kedai kopi, di gardhu ron-
dha, pesta mantenan, sampai ke sentra kekuasaan, mereka mulai 
bergosip. Boleh saja orang  mengeluhkan harga sembako, inflasi 
yang meninggi, perpulitikan yg  serba  selingkuh, degradasi moril, 
persiapan sekatenan,dst, tapi ujung-ujungnya tetap nggosipin Roro
Mendhut.  Pendek kata,  Roro  Mendut memang sudah menjadi
milik publik kala itu. Beritanya menjadi jelas, ketika para telik san-
dhi  Wirogunan  mengendus  "kimia cinta"  anatara Mendhut dan
Pronocitro. Syahdan benih- benih cinta Mendhut sempat membuat 
bursa saham terkena imbasnya. Brangkali kita bisa membayangkan
kejadian serupa pada  Siti  Nurhaliza yg jatuh dipelukan Datuk K,  
telah  membuat  khalayak di negeri jiran cemburu buta atas keputus
an Siti. Maaf ye kalau lagi- lagi sentimen dengan Malaysia. He he.

Hanya  saja, lagi-lagi kasus Siti-Datuk K tak mampu mengimbangi 
nuansa kecemburuan publik terhadap Mendhut.  

Tidak saja itu, sendi- sendi perekomian pun lumpuh, seolah- olah
para pelaku ekonomi tidak bisa menerima kenyataan pedih ini. Go-
sip juga menguatkan, berdasarkan survey 1:5 pria dewasa terjadi
penurunan gairah makan dan murung. Bahkan ada sebagian dari-
nya tertimpa ganguan pencernakan. Reaksi psikhis tadi memberi
efek buruk bagi ketahanan fisik.  Peran  dopamin yg menstimulasi
pleasure feeling menjadi terganggu. 

Cerita pasti sudah bisa ditebak, Eyang Wiroguno tak kalah dibu-
at kecewa. Sampai- sampai para abdi Wirogunan bingung, bagai-
mana harus melayani si Bos. Lah sedikit- sedkit marah, sedikit-
sedikit marah (marah  kok cuma sedikit). Amuk Wiroguno beru-
bah menjadi tak terbendung,  yg  membuatnya  semangkin "gelap
mata",  menggunakan  segala  cara untuk merebut hati si Mendut.

Wiro memang akhirnya berhasil menghabsi cerita hidup Pronocitro,
tetapi dia tidak mampu memenangkan skenario "permainan" yg di-
jalankan Mendhut. Mendhut memilih jalan lampus diri.

Sekali lagi untuk Bung Sijabat,  saat  ini anda  singgah di negeri do-
ngeng. Negeri yang mewariskan symbol bagi segala peradaban. Se-
mat.

---------udah ye, aye mau mandi dulu, cape' deh------------------

Salam untuk teman- teman d Jl P. Diponegoro 102, salam untuk Mbah 
Sahal  Mahfud, salam untuk Ulil Absar kalau mudik dr Boston.

Wassalam,

Ngarso Sindhunata di Mbantul

___________________________________________________
----- Original Message ----
From: heryanto sijabat <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, October 26, 2007 5:44:06 PM
Subject: Re: [Forum Prima] Telah Lahir: Binti Dewanto

Selamat ya Mas Steph atas kelahiran putrinya,
Biarlah Damai Sejahtera ALLAH dan KaruniaNYA
ada dan berdiam didalamnya.
Salam sayang buat Gabriela ya....

Salam Damai

Heryanto Sijabat

Pada tanggal 25/10/07, Ahmad Abdul Haq <[EMAIL PROTECTED] com> menulis:
>
> Tadi malam saya mendapat kabar gembira dari rekan aktivis forum kita,
> yakni Stefanus Dewanto dari KPPN Jember, yang mengabarkan bahwa
> putrinya telah lahir pada tanggal 24 Oktober 2007 pukul 01.40 WIB
> dengan berat 3,01 kg. Jabang bayi diberi nama Gabriela Christtodevi
> Prima Kinasih.
>
> Selamat atas kehadiran keluarga barunya, Pak Stevie. Semoga tercapai
> apa yang diinginkan, yaitu si kecil menjadi anak sehat yang berbudi
> dan diberkati oleh Tuhan.
>
> Ahmad Abdul Haq dari Banda Aceh
>
> 
>

[Non-text portions of this message have been removed]




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke