Bulan ini adalah bulan bersejarah bagi Departemen Kauangan, karena bulan ini
juga diperingati sebagai Hari Keuangan. Hari yang sangat berarti bagi
perkembangan perekonomian Indonesia. Awal dimana kita mulai babak baru dengan
menggunakan mata uang sendiri sebagai Alat Pembayaran yang sah.
Begitu berat perjuangan para pendahulu kita demi untuk bisa punya mata uang
sendiri. Sungguh alangkah naifnya kita kalau momen yang bersejarah itu tidak
kita peringati, tentunya tidak hanya sekedar peringatan yang kita inginkan,
tetapi juga penghayatan dan implikasi yang nyata untuk kemajuaan bangsa,
terutama Departemen Keuangan.
Banyak perayaan-perayaan yang diadakan sebagai wujud penghargaan terhadap
semangat juang para pendahulu kita, salah satunya adalah kegiatan Porseni.
Porseni diadakan dari tingkat Pusat sampai ke daerah. Dari antar DJPB, sampai
antar keuangan. Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dari kegiatan
tersebut selain untuk menumbuhkan semangat juang, juga sebagai sarana
Refreshing yang efektif dari rutinitas kantor.
Sungguh disayangkan kegiatan yang sebenarnya sangat bermanfaat tersebut, harus
dinodai juga dengan hal-hal yang negatif. Sudah nggak terhitung berapa banyak
kebocoran uang Negara, sudah berapa Kuitansi kosong yang dikeluarkan, sudah
berapa banyak transaksi yang di Mark-up?”
Sungguh disayangkan juga banyak diantara kita yang melegalkan cara tersebut,
“toh untuk kegiatan kantor, bukan untuk pribadi.. jadi ya… sah-sah saja..” itu
komentar sebagian orang. Mungkin kalau boleh saya menelaah…”Boleh nggak kita
nyolong duit untuk bangun Masjid? Karena alasan kita tidak tidak punya anggaran
untuk bangun masjid?......Tentu saja tidak.
Kalau kegiatan tersebut dirasakan positif dan sangat bermanfaat bagi pegawai,
kenapa dari awal kita tidak membuat Pos Anggaran untuk kegiatan Porseni? Ini
mungkin perlu dipikirkan juga oleh pembuat kebijakan. Saya kira memang sangat
perlu diadakan MAK untuk kegiatan Olahraga dan Kesenian untuk pembinaan
pegawai. Kegiatan ini terutama olahraga bukankah sudah rutin kita lakukan tiap
Jumat. Jadi bukan lagi kegiatan Insidentil. Walaupun bukan merupakan kegiatan
tupoksi kantor seperti halnya Diknas., tidak ada salahnya kita membuat Pos
Pengeluaran untuk itu.
Kita mau senam, bukankah butuh seragam untuk itu. Kita main Bola Volly juga
butuh bola dan Net, begitu juga main Sepakbola, Tenis Meja, yang semuanya butuh
anggaran rutin…Khan lucu kalau kita tiba-tiba berhenti main Bola Volly
gara-gara net jebol atau bolanya kempes…..trus disuruh nunggu Bendahara Teken
kuitansi kosong dulu….
Jadi kembali ke Konsep Rumah Tangga saja…nggak perlu nyumbang masjid kalau
nggak punya duit. Kalau memang itu perlu ya..kita rencanakan sejak awal untuk
membuat pos pengeluarannya…OK.. Terima Kasih
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]