Setelah membaca lengkap tulisan pak Suba Sita, Dapat saya simpulkan bahwa bertugas di daerah itu banyak manfaat nya Setuju ya Pak Suba Sita
----- Original Message ---- From: suba sita <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, November 8, 2007 9:08:11 PM Subject: Balasan: Re: Balasan: Re: [Forum Prima] buat pak Hari Ribowo dan Pak Bagus K. Assalamualaikum wrwb, P. Bagus dan P. Hari yg saya hormati, Jadi benar apa yang dikatakan p. Hari, jadul ketika saya kecil (sekarang jg masih kecil lah) bandel. Maklum anak tangsi. Kl di suruh ngaji suka mbolos. Jadi gitu dah, gak bisa2 ngaji dan baca Qur'an. Karena suka bolos, saya selalu ketinggalan. Kala itu belajar rasanya koq susah banget, maklum metode belajar masih konvensional. Ditambah, Guru ngajinya galak. Jd mbolosnya makin jadilah. Nyesel juga... Ketika sudah tua, dan metode bacaan Qur'an banyak di tawarkan. Alat bantu juga banyak, mulai dari kaset, CD, DVD dll, ada semacam kemauan dan tantangan untuk belajar baca. Me "rewind" kembali ingatan ktk belajar ngaji jadul. Dimulai dari huruf demi huruf, kata demi kata, rangkaian kalimat, yg dibaca dg terbata-bata. Akhirnya lancar dan semakin lancar juga. Heran... Subhanallahu. Suatu hari dengar ceramah. Pak Ustad bilang kpd jamaah, kl belajar ngaji Qur'an itu mesti pakai guru bukan pake kaset atw CD. Krn kalau salah tidak ada yg koreksi dan maknanya bisa berbeda. Bisa-bisa dosa, kt p. Ustad kala itu. Ngeri juga hi hi. Sampai suatu saat datang p. Ustad, yg ngajar ngaji para pegawai saya, peg KPPN Sby, masuk keruang saya untuk ber silatuhrahmi. Disitu saya minta waktu beliau untuk ngajar secara private. Di saat jam istirahat kantor tentunya. Berdua sih sebenarnya ngajinya yaitu dg Ka KTUA Sby waktu itu. Saya benar2 surprise, krn beliau berasal dr P. Madura, maaf ternyata ilmunya gak jauh berbeda dg yg nulis. Tapi beliau semangatnya luar biasa, mungkin punya beban yg lebih berat dibanding saya karena mm namanya bercirikan seorang muslimin. Dilihat dr nama, kl tidak bisa ngaji orang tidak percaya. Kl habis DL(Kepala KTUA kan sering DL), beliau datang ke ruangan saya dan menanyakan sampai dimana dan bagaimana pelajaran yg beliau tidak bisa ikut. Mungkin beliau lama merantau dulunya, jadi gak sempat belajar ngaji. Kl saya tak terlalu punya beban krn dr sisi nama, nama saya Jawa tradisionil. Kl sy bilang gak bisa ngaji pasti orang akan percaya. Cuma malu sama anak-anak saya. Bener juga, p. Ustad banyak mengkoreksi bacaan saya. Tapi saya tidak terlalu malu dg p. Ustad, krn sy paling tidak sdh punya modal, walpn sedikit. Dari hasil belajar sendiri. Untung p. Ustad sabar. Pada suatu siang yang panas, (pak Ka KTUA sdh pensiun dan saya mulai ngaji sendiri) bacaan saya gak di koreksi sama sekali. Senang bukan main rasanya. Sy pikir saya sudah hebat. Dan saya jadi GR... Eh, ketika saya tengok, ternyata pak Ustadnya bobo...dg nikmatnya. Barangkali enak mendengar alunan suara saya yg mulai merdu dan lancar. Biasanya beliau sangat ketat. Kl bacaan saya tidak dengung ketka nun ktm huruf2 ikhfa, tidak mantul ktk ktm hrf2 qolqolah, ketika saya mengulang bacaan ditempat yg salah krn kehabisan nafas, ktk saya membaca terlalu pendek utk yg seharusnya panjang, ktk kurang menekan pd bacaan tasydid dst. dst. dst. Bukan, bukan karena itu saya kira, tetapi mungkin beliau kelelahan krn habis mengajar di sekolah formal serta ditengah teriknya matahari Surabaya, yg menguras energi. Seiring waktu berjalan, ktk saya dan para pegawai mengadakan tadarus di bulan ramadhan, saya menemukan fenomena,(paling tidak di tempat saya tugas dan waktu itu) banyak kawan2 kita yg namanya bercirikan seorang muslim, ternyata tidak bisa membaca huruf Al Qur'an. Saya gak tahu siapa yg salah, apa ortu, atw mrk seperti sy jadul, bandel atw ada sebab2 lain. Selama di Sby dulu, alhamdulillah sy 6 (enam) kali khatam Al Qur'an. Setiap khatam sy membagikan kotak yg berisi roti/kue dan minuman utk seluruh pegawai KPPN dan Kanwil, sbg rasa syukur. Mudah2 an itu bukan krn riya. Sy hanya ingin mendorong Saudara2 sy yg mm belum bisa membaca Qur'an, untuk mulai mempelajarinya. Ada cerita lucu, ktk kotak makanan sampai di meja pak KABU (yg baru bbrp bulan pindah ke Sby). Beliau bertanya pd sekretaris, "Dari siapa makanan ini?" di jawab oleh sekretaris "dr p. Bambang Khataman". P. Kabu bingung, dan berkata "Rasanya disini gak ada pegawai yg namanya Bambang Khataman". Sambil tertawa mbak sekretaris akhirnya menjelaskan panjang lebar. Saya menulis pengalaman pribadi ini bukan bermaksud untuk menyombongkan diri, tetapi mudah-mudahan dapat menjadi inpirasi buat teman2 yg lain, bhw belajar itu bisa dimulai dan dilakukan oleh diri sendiri, tidak mengenal batas usia, ttp hrs dilandasi dg suatu tekad atau kemauan yang kuat. Tidak perlu malu untuk hal-hal yg memang kita tidak tahu, tapi berusaha untuk menjadi tahu. Jangan berusaha menutupi kekurangan kita, ttp harus terus mencoba mengatasi kekurangan itu. Tentu saja, ini khususnya, saya tujukan untuk saudara2 saya yg muslim, tapi belum sempat mengenal/belum bisa membaca huruf2 Al Qur'an. Walaupun demikian, saya juga menyadari bahwa masih sangat sangat sedikit yang saya ketahui, saya mencoba terus untuk meningkatkannya. Tentu semua ini bisa saya lakukan karena bimbingan, kemudahan dan ijin dr Allah Swt semata. Mudah2an ada manfaatnya. Mohon maaf kalau ada hal-hal yg kurang berkenan. Sy kira P.Hari banyak tahu ttg saya, krn kami pernah sama-sama di satu tempat. Kegiatan saya disela waktu luang saat ini, saya belajar menulis Qur'an, Insya Allah baru 2 juz yang sudah saya tulis saat ini. Tksh saya sampaikan untuk Bpk Agus Achmadi di Metro, yang telah memberikan bingkisan utk saya "Terjemah Al Qur-an Secara Lafzhiyah", sangat membantu dan memudahkan saya untuk memahami dan menuliskannya kembali. 4 mod thnx 4 forwarding my long long message 2 all forum-prima groupsmember. Hope, It may be useful 4 all. Wassalam, Subasita --- Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamualaikum wr wb > Pak Bagus Konstituante bisa aja.. > > tau dari mana di dalam tas saya (ciri khas selalu > nyangklong tas) ada Al Qur'an. > memang nya pernah lihat isi tas saya .. > kalau Pak Suba Sita memang betul, > dia selalu siapkan Al Quran di meja kerja.. > dan yang istimewa, dia belajar Al Quran secara > Otodidact, > > bagaimanapun, terimakasih atas perhatian Pak Bagus.. > > memperhatikan kebiasaan saya menyangklong tas. > wassalam > hari ribowo > > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun. Hentikan sekarang juga. Yahoo! Groups Links __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
