klu sy yg pernah merasa didaerah, pernah jg diklat yang sy ikuti tdk sesuai tupoksi tp sering jg yang sesuai tupoksi di bagian sy tp yg berangkat orang lain...(dan cuma orang itu2 aja......:-)) seperti kasus mas vanvan shinoda, ada yg diklat sekretaris tp yg berangkat dr subbag rt (pdhl sekretaris jg bagian dr subbag RT lho...) tp kbtulan yg ikut diklat itu mlahan kena mutasi ke pusat ..... (kan ga tau klu mo kena mutasi, mas)=======>sy merasa lho..hehehe... menurut sy klu diklat tu bukan hany utk bagian tertentu aja, siapapun boleh ikut diklat apapun,coz qt semua di PBN ini kan nantinya akan selalu mobile dan diwajibkan menguasai semua pekerjaan di semua lini (bagian/bidang/seksi) ga menetap diseksi itu terus. walaupun sebenarnya diutamakan dulu personil yg ada dibagian ybs. tp klu semua personil sdh pernah mengikuti diklat tsb apakah orang2 itu lg... terus terang Pak/Bu Pimpinan DJPBN yanh terhormat, klu soal diklat,DL, dll yg berbau perjalanan dari luar jawa ke jawa sangat sensi bgt dan klu ada info di Kanwil,KPPN pasti lgsung untuk rebutan (maaf, kasarannya) pa lagi yang pacar,istri,bpk,ibu,kakak,adik,saudara2nya dijawa...hehehe Jd yang penting klu ada diklat utk pegawai daerah (luar jawa) intinya harus pemeratan (jgn dimonopoli oknum tertentu), gantian maksudnya.......(jgn itu2 aja,mpe org2 dipusat (penyelenggara) hafal lho,kok kmu lg yg ikut diklat..hehehe) mulai sekarang mari kita ciptakan iklim kondusif bekerja dkantor tetap terjaga..... sekarang kan dah at cost, jd ga begitu banyak lah untungnya (lhoh kok jd nglantur ke keuntungan ya....)
----- Pesan Asli ---- Dari: vanvan_shinoda <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kamis, 22 November, 2007 6:14:18 Topik: [Forum Prima] Re: Pertanyaan untuk para pimpinan di DJPBN mngkin jawaban yang pas adalah kekuranga pegawai,mbak. Soalnya d kanwil pas ada yang diklat sekretaris yang ikut jg dari subbag TURT, eh dia malah dimutasi ke pusat habis diklat:) Mngkin ini kebijakan dari subbag kepegawaian aja kok, kan yang mengusulkan diklat dari kepegawaian kan? Jadi bisa jadi ini bukan keputusan kepala kantor mbak tpi subbag kepegawaian sendiri (kok jadi m'nyalahkan org lain yah:)) . Mmg sih diklat itu disesuaikan dengan fungsinya, bukan atas dasar
