pertama-tama saya ucapkan kata "SALUT" pada temanku yang satu ini... sebagai orang yang baru diangkat menjadi PNS dan memegang jabatan BENDAHARA, tapi dia sampai sekarang tetap istiqomah di jalan lurus melawan segala bentuk korupsi yang sudah menjadi budaya dan bangkai di birokrasi pemerintahan kita.
terkadang dia selalu berkeluh kesah kepada saya kenapa korupsi tidak bisa berhenti dan tidak bisa dijauhi padahal sudah ada didepan mata dan kita tahu hal tersebut adalah korupsi, tapi selalu kita tak punya daya dan upaya untuk menghadapi itu semua. memang kalau suatu kebiasaan sudah menjadi budaya yang mengakar, akan sulit dihilangkan. perlu proses panjang melalui kerja keras dan waktu yang lama serta semangat yang tak pernah pudar dimakan jaman untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar melawan segala bentuk korupsi, kolusi dan nepotisme. yang perlu dilakukan mulai saat ini, dari hal terkecil dan dari diri sendiri lah niat baik tersebut akan tetap terjaga dan terlaksana. semoga niat baik QQ Novrianto tetap ada dan tak luntur diterjang arus korupsi di lingkungan tempat kerjanya. saya teringat petuah guru saya : "sebelum sampai di Surga, kita akan melewati sebuah jembatan yang sangat tajam sampai sehelai rambut pun bisa terbelah menjadi dua. Jembatan tersebut terdiri dari 3 jalan : - yang pertama jalan naik yang memakan waktu 15 tahun untuk melaluinya; - yang kedua jalan datar yang memakan waktu 15 tahun untuk melewatinya: - yang ketiga jalan turun yang memakan waktu 15 tahun untuk menjalaninya. dan dibawah jembatan tersebut adalah api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia yang penuh dosa, termasuk dosa besar, dan kita pasti masuk kedalamnya untuk dicuci segala kotoran dosa yang melekat pada diri kita semua sebelum di hizab segala dosa dan pahala kita tuk memasuki pintu surga". so, bagi yang sudah makan harta korupsi yang begitu banyak, mari silahkan kita sama-sama menghentikannya mulai sekarang. tidak usah malu-malu lah.... --- In [email protected], moch kobir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Maha benar Allah, dengan segala firman-Nya... > > Dik Haji Rizky Novrianto, terima kasih atas tulisannya yang sangat menghentak laksana kuda. > Saya langsung menyambar buku tafsir di meja. > Luar biasa pengintepretasiannya. Bisa mensintesa surat satu dengan yang lainnya. That was not easy but you did very well. > > Yang lebih penting daripada itu, kita tentu bangga dan sangat berharap agar lebih banyak generasi muda seperti Haji QNope dalam keseharian di kantor-kantor kita. Generasi muda, sebagai garda terdepan untuk menghadang deraan godaan korupsi yang selalu melintas secara nyata maupun tersembunyi. > > Kita galang persatuan dengan para senior, kakak-kakak kita, serta pegawai baru yang baru magang. Maju terus, merangsek. Jangan terpecah belah. > > "Maju....!! > "Bagimu Neger
