Berbicara kesenjangan seperti berbicara tentang sebuah ide yang pernah
terlontar dalam forum ini yaitu ide tentang "ketidaknyambungan" atau
adanya "missing link". Kita memang paling top, boleh dibilang
sophisticated dalam menyusun konsep dan membuat perencanaan. Namun
dalam implementasinya hampir semua lini kedodoran dan jauh dari
rencana yang sudah demikian canggih disusun padahal sudah menggunakan
seluruh kemampuan akademis yang kita dimiliki. Akhir dari semua yang
tidak sesuai rencana dilabeli masa transisi, darurat, sementara,
keadaan luar biasa, dan semua yang berbau "inkonstitusional" yang
mempermudah masuknya "spekulan" yang memancing di air keruh.

Dari semua yang berbau "inkonstitusional" itu muncul turunan baru yang
merupakan 'apologi' dari ketidaknyamanan tadi sehingga kondisi yang
serba tidak normal atau dibuat sengaja tidak pernah normal menimbulkan
inefisiensi yang luar biasa. Maka istilah dispensasi, perpanjangan
closing date, JPS (BLT), diperbantukan, dibutuhkan segera, dan
lain-lain jadi keseharian kita, ini cermin sebuah negeri yang salah
urus yang tidak pernah dalam posisi normal.

Kondisi yang tidak menentu akan dengan mudah dimanfaatkan bagi mereka
untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya terutama mereka yang ada di
pusat pertumbuhan. Maka munculnya fenomena OKB (Orang Kaya Baru)
bahkan mendapat kekuasaan yang tak terduga sekalipun muncul dalam
kondisi seperti ini. 

Bayangkan waktu dua belas bulan yang tersedia hanya 56% dana APBN yang
terserap hingga waktu yang tersisa 30 hari lagi harus menyelesaikan
44% belum terserap. Kita baru bicara penyerapan dana belum masuk soal
"performance budgeting" atau anggaran berbasis kinerja. Mungkin bisa
dikatakan kalau kita membuat perencanaan di bulan-bulan ini mirip
seorang yang mengambil keputusan penting saat sedang marah. 

Indonesia suatu negeri yang kaya akan sumber daya tapi diurus dengan
"management pedagang musiman"  Agustus jualan bendera, Desember jualan
terompet, puasa jualan blewah. 

Kondisi yang serba tidak normal itu selalu saja ada yang "memanfaatkan
" dan "dimanfaatkan" siapa mereka? saya sendiri belum mendapatkan
jawabannya karena saya juga produk yang muncul dari kubangan
kesenjangan tadi. Jadi jawabnya tergangtung dimana posisi anda dan
nilai-nilai apa yang paling dominan dalam diri anda.

salam
yondi_l

Kirim email ke