Justru itu masalahnya. Karena gak ada yang bisa jadi teladan, maka mari 
sama-sama kita bikin teladan secara kolektif. Deklarasi anti korupsi merupakan 
jalan untuk menggalang keteladanan secara kolektif.
   
  Ibarat perang, secara umum yang paling banyak pasukan dan gertaknya biasanya 
sudah mengantongi kemenangan 70%. Sisanya tinggal kesungguhan dan realisasi 
dalam berusaha.
   
  Bila sudah ada kelompok yang terang-terangan mengaku anti korupsi dan 
diketahui publik maka efek positifnya lebih banyak dari efek negatifnya, antara 
lain:
  1. Mereka yang terang2an bergabung dalam barisan anti korupsi, biasanya lebih 
takut dan malu bila berbuat hal yang sebaliknya/bertentangan dengan gerakan 
anti korupsi.
   
  2. Dengan adanya gerakan terorganisir anti korupsi di dalam lingkungan PNS, 
maka 3L (Lihat, Lawan, Laporkan) dapat berjalan lebih efektif.
   
  3. Akan memberikan efek takut KKN bagi mereka yang belum bergabung dalam 
barisan anti korupsi bahkan bagi pejabat sekalipun tidak akan berani lagi 
menyuruh bawahannya berbuat yang macam2.
  "Bayangkan bila para bawahan smuanya ikut barisan anti korupsi melalui 
deklarasi luas, maka para atasan yang tidak ikut ataupun tidak mau ikut or 
malu2 ikut tidak akan berani memberi perintah yang bertentangan dengan kode 
etik."
   
  4. Dengan adanya deklarasi PNS anti korupsi, membuat masyarakat tidak takut 
lagi dalam berhubungan dengan aparat pemerintah. Bahkan efeknya akan memberi 
keberanian untuk mengatakan "tidak" dan berani melapor bila masyarakat menemui 
aparat PNS yang masih doyan KKN
   
  So, tunggu apa lagi???? Kapan deklarasinya??? Apa kita masih takut2???
  Sekarang bukan jamannya lagi "diam itu emas" or melawan dari dalam hati. 3M 
(mulai dari diri sendiri, mulai dari yg kecil, mulai dari sekarang) tidak akan 
membawa pengaruh yang efektif bila tidak dibarengi dengan GENDERANG PERANG ANTI 
KORUPSI.
   
  Apa kita menunggu negara ini jadi hancur lebur sehancur2nya sehingga tidak 
ada lagi masa depan bagi anak cucu kita????
   
  Marilah kita marah terhadap korupsi dan koruptor. Bayangkan wajah balita yang 
busung lapar, mereka yang meraung kesakitan kala tak digubris oleh layanan 
kesehatan karena tidak punya uang, mereka yang tinggal dikolong jembatan 
sementara para koruptor beserta keluarganya tinggal di apartemen or real estat 
yang mewah.
   
  Mari kita marah bersama2!!!
  So, kapan deklarasinya??? Saya dan banyak teman2 semua siap berperang!!!
  

mi_kopyok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Indonesia memang jagonya kalo soal deklarasi. Hangat2 tahi ayam...
Obong blarak kata orang jawa. Gebyar diawal cepet padamnya. Ada yang
lebih penting dari sekedar deklarasi. Benar kata mas Kursus harus ada
teladan. Masalahnya siapa teladannya yg patut dicontoh dan diikuti.
Hampir nggak ada pesona yg mampu menarik masa untuk berlaku jujur,
profesional di djpbn ini. Ada yg jujur tapi nggak profesional, ada yg
profesional tapi moralnya minta ampun bejatnya. 

Untuk mengubur korupsi di negeri ini layaknya kita butuh revolusi.
Adakah seorang pemimpin yg dikala pertama menjabat berani berujar'
"Sediakan 100, 1000, 1000000 peti mati buat koruptor, yang satu buat
saya kalo sy bertindak korup"

--- In [email protected], "maskursus " <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> saya setuju diDEKLARASIkan ... kemudian dimasukan dan
> diyakini dalam hati ... proses selanjutnya melaksanakannya 
> dalam kehidupan sehari2 baik dikantor maupun dimasyarakat 
> . dimulai dari diri sendiri ...
> 
> Deklarasi anti korupsi sudah banyak , kemarin saja dikajen 
> pekalongan ada
> deklarasi pns anti korupsi ...
> 
> Deklarasi tidak akan efektif jika tidak ada tindakan 
> "nyata" ... Menurut saya di DJPBN pemberantasan akan 
> efektif jika dimulai dari atas (pejabat teras)... mulailah 
> dari dari perencanaan (isi DIPA) ( hapus post2 yang tidak 
> efektif seperti honor2 ,lembur , perjalannan dinas yg 
> tidak perlu , disseminasi, proyek2an dll ), terlalu banyak 
> uang negara yang terpakai tidak efektif dan efesien.
> 
> salam
> mas kursus
> 
> 
> 
> 

Kirim email ke