Mas Sry, saya penasaran nih, mengapa untuk melakukan survei "kepuasan" pelayan 
kok membutuhkan keBERANIan?  Bukankah tantangan untuk melakukan survei biasanya 
lebih terkait dengan keMAUan untuk cape dan untuk mengeluarkan sejumlah uang? 
Apa kita takut di black-list nantinya kalau ketahuan kita telah melakukan 
survei tentang kepuasan pegawai?  Atau kita takut kalau hasil survei yang kita 
lakukan ternyata tidak memuaskan dan bahkan menyudutkan (mendiskreditkan) para 
pejabat di kantor pusat?

Kalau tidak salah sekitar 2-3 bulan lalu Setjen Depkeu bekerjasama dengan 
Fakultas Psikologi UI telah melakukan survei tentang kepuasan pegawai di 
lingkungan para pegawai Depkeu.  Setahu saya, pada saat itu hampir semua 
pegawai di kantor pusat Ditjen PBN berpartisipasi dalam pengisian kuesioner 
survei tersebut.  Pertanyaan saya, sejauhmana survei tentang kepuasan pegawai 
tersebut mengambil responden di Kanwil dan KPPN?  Dan yang mungkin paling 
dinantikan adalah bagaimana hasil survei tersebut dan sejauhmana akan 
ditindaklanjuti dengan rencana aksi?

Bicara mengenai survei, saya lebih tertarik pada hal-hal teknis (pemilihan 
sampel, penetapan parameter, penyusunan kuesioner, asumsi, dll.) dalam kegiatan 
survei yang dapat menghasilkan kesimpulan yang bias.   Ringkasnya, seorang 
peneliti bisa (meskipun menurut etika tidak boleh) mengatur hal-hal teknis 
dalam kegiatan survei sedemikian rupa sehingga dapat mengarahkan hasil survei 
pada suatu kesimpulan tertentu yang dikehendaki oleh pemesan (pemberi sponsor). 
  Oleh karena itu, semestinya kita tidak perlu kaget seandainya terdapat 
perbedaan yang cukup signifikan antara hasil survei yang satu dan hasil survei 
lainnya, misalnya mengenai jumlah penduduk miskin di Indonesia.   

Kalau selama ini saya menyimpan dendam kepada kebijakan mutasi Ditjen PBN yang 
telah mendzalimi saya dan keluarga saya dengan membiarkan saya bekerja di 
daerah terpencil di luar Jawa dalam waktu yang sangat lama, barangkali saya 
cenderung akan melakukan survei tentang kepuasan pegawai dengan memilih unsur 
utama tentang kepuasan pegawai terhadap kebijakan mutasi dan memilih sampel 
responden terutama di daerah terpencil di luar Jawa.    Hal yang sebaliknya 
juga dapat saya lakukan kalau selama ini saya termasuk mereka yang diuntungkan 
oleh kebijakan mutasi Ditjen PBN.  Pertanyaan saya, siapa yang berani melakukan 
survei tentang kepuasan pegawai dengan kondisi yang direkayasa (disengaja) 
untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang bias?

Hal yang barangkali menarik untuk kita renungkan adalah bahwa terkadang bukan 
saja apa yang semula kita yakini dengan sepenuh hati ternyata berbeda dengan 
hasil yang diperoleh melalui survei, tetapi ia juga berbeda dengan kenyataan 
yang sesungguhnya ada.  Memang benar, apa yang terlihat dan kita yakini 
kebenarannya memang kadang bukan apa yang sesungguhnya ada atau terjadi.  Lalu, 
apakah itu membuat kita merasa tidak puas?    It is absolutely up to you.

   
----- Pesan Asli ----
Dari: sry_pbun <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 12 Desember, 2007 4:31:38
Topik: [Forum Prima] KEPUASAN PELANGGAN VS KEPUASAN PELAYAN

HEHEHE...hebat juga ya kalo mang itu hasil survei....
tapi sih menurut kinerja d lapangan...mestinya emang layak kalau DJPB
'unggul' dalam pelayanan... terutama pada 'ujung tombak' yaitu KPPN...

kita tau kan...kalau pelayanan kita udah sangat cepat...tidak lagi
itungan hari...tapi udah jam...ato bahkan menit...!!!! ..ACUNGI JEMPOL
BUAT PARA PELAYAN...!! !

tapi, mestinya juga ada survei 'kepuasan' pelayan....mereka yg sudah
melayani pihak ketiga dng penuh dedikasi n motivasi...tanpa pamrih
pula...tapi sudahkah mereka terpuaskan juga??

bagaimana kondisi hidupnya...jaminan kesejahteraan. ..jaminan
karir...jaminan mutasi??? (HEHEHE...lha wong ada yg baru d jawa 1
tahun dan 'diunggahne' derajatnya keluar jawa lagi...!!!.. .hebat
bukan???!!)

hehehe...mungkin kalau yang ini ada survei...hasilnya. ...para miliser
bisa tebak sendiri....
HAYO SIAPA BERANI ADAKAN SURVEI....?? ?!!!!





      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke