Sekedar Info lanjutan. Setelah diusut oleh tim pengusut independen,
info dari teman saya itu ternyata tidak meleset..
Saya hanya berdoa semoga pengambil kebijakan di Jakarta sana tidak
menerapkan standar ganda karena betul kata bu yanti : KAMI SEMUA
ADALAH SAMA YAITU PEGAWAI DJPBN TERCINTA.
Kami di daerah sedang berjuang menjalankan roda reformasi birokrasi
ini pak/bu.
Pola Mutasi juga bagian dari reformasi birokrasi. Pertaruhan di KPPN P
bukanlah segalanya.
Saya yakin Kanpus mampu mewujudkan mutasi yang cerdas dan sehat.
Kami sangat mencintai dan menyayangi DJPBN..
--- In [email protected], YANTI RAHAYU <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Memang sungguh sangat disayangkan bila kita mendengar hal-hal yang
berbau ketidakadilan bagi sebagian besar pihak (cq. Adil bagi Yang
Sudah Merasa Nyaman dan Mapan). Tapi kenapa kita masih harus kaget
mendengar itu.. khan sudah dari dulu hal itu berjalan mulus bagi yang
dekat dgn kanpus or link terdekatnya... Pernah dl di KPPN X kemasukan
pegawai dengan SK Khusus juga suami isteri lagi, cuma SK nya berselang
beberapa saja.. Dan beliau itu dl nya sangat deket sekali dengan link..
> Yah kita yang di daerah hanya bisa berharap, semoga reformasi
birokrasi kita tidak hanya berjalan di kantor daerah saja, tetapi juga
pusatnya.
> Tidak lagi ada SK Khusus or Anak Emas.. KARENA KAMI SEMUA ADALAH
SAMA YAITU PEGAWAI DJPBN TERCINTA... HAHAHAHA
> http://gudang-kl.blogspot.com
>