Pada Kemana Yach.. kok Milis kita sepi bangat,... apakah sibuk karena akhir 
tahun
mudah-mudahan yach..
Atau ada yang menunngu SK Mutasi jadi pada Puasa..untuk berkomentar di milis
Hehehe... sabaaaaaaaaaar
 Saya mau ucapin:

Merry Chrismast and Happy New Year
 Thank You Lord

ini ada info penting untuk kita renungkan bersama dalam menghadapi Tahun 
Anggaran 2008.

Sisi Penerimaan APBN Bermasalah ( http://www.anggaran.depkeu.go.id)
 Jakarta, Kompas - Realisasi anggaran belanja pemerintah yang lambat dalam tiga 
tahun terakhir menimbulkan  kecurigaan bahwa ada masalah di sisi penerimaan. 
Hal itu disebabkan semua solusi yang diterapkan selalu  gagal untuk mempercepat 
penyerapan anggaran. 

 "Masalah lambatnya penyerapan anggaran belanja sudah diakui pemerintah sejak 
2005, 2006, hingga 2007, tetapi  tetap tidak ada perubahan. Itu menandakan 
sebenarnya masalahnya adalah di penerimaan. Pemerintah tidak  pegang uang saat 
dibutuhkan," ujar Direktur InterCafe Institut Pertanian Bogor Iman Sugema, Rabu 
(26/12) di  Jakarta. 

 Menurut Iman, pajak merupakan penerimaan negara terbesar selama ini, hampir 85 
persen dari total pendapatan  di APBN. Namun, penerimaan pajak baru terkumpul 
dalam jumlah besar pada Desember dan Maret. 

 Hal itu tidak sesuai dengan kebutuhan anggaran di departemen teknis yang 
biasanya mulai meningkat pada awal  tahun. "Jadi, berapa pun uang yang diminta 
departemen teknis atau pemerintah daerah di awal atau pertengahan  tahun pasti 
tidak terpenuhi karena memang uangnya tidak ada," katanya. 

 Selama ini fokus perhatian masyarakat mengarah pada rendahnya realisasi 
belanja pemerintah. Sebagai gambaran,  per 31 Oktober 2007 atau dua bulan 
menjelang tahun anggaran berakhir, realisasi belanja negara yang terserap  baru 
Rp 506,6 triliun atau 67,3 persen dari pagu APBN Perubahan (APBN-P) 2007. 

 Pemerintah setidaknya melakukan dua langkah penting. Pertama, menghimpun 
persetujuan Kejaksaan Agung dan  Polri agar memeriksa tender yang dicurigai 
setelah proyeknya berjalan sehingga tidak menghambat realisasi  anggaran secara 
fisik. 

 Kedua, Departemen Keuangan memberi batas akhir 14 Desember 2007 bagi satuan 
kerja untuk mencairkan anggaran.  Jika batas waktu itu terlampaui, satuan kerja 
harus menyerahkan jaminan uang di bank agar permintaan dananya  dilayani. 

 Menurut Iman, keluhan dari departemen teknis yang tidak mendapatkan dana saat 
meminta uang ke Depkeu di  pertengahan tahun memperkuat dugaan bahwa ada 
masalah di sisi penerimaan negara. 

 Andalkan obligasi 

 Atas dasar itu, Iman menyarankan agar pemerintah mengalihkan ketergantungan 
terhadap pajak ke penerimaan  dari hasil penerbitan obligasi jangka pendek. 

 Salah satu produk yang bisa digunakan adalah surat perbendaharaan negara (SPN) 
berjatuh tempo tiga bulan.  SPN tiga bulan lebih baik dibanding obligasi negara 
reguler yang sudah diterbitkan pemerintah, seperti  Surat Utang Negara (SUN), 
karena biaya penerbitannya lebih rendah. 

 Sebagai tolok ukur Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiga bulan diterbitkan 
dengan tingkat suku bunga 7,95  persen. Bandingkan dengan SUN yang dilepas 
dengan suku bunga di kisaran 9,45 persen-10,69 persen. 

 Sebelumnya, Dirjen Pajak Darmin Nasution menyangkal bahwa penerimaan pajak 
akan di bawah target yang  ditetapkan di APBN- P 2007, yakni Rp 398,3 triliun. 

 Sementara itu, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Hanafi 
Usman mengatakan, realisasi  penerimaan bea masuk dan cukai hingga 30 November 
2007 sebesar Rp 56,76 triliun atau 100,54 persen dari  target APBN-P. 

 Rinciannya, penerimaan bea masuk Rp 15, 19 triliun (105,38 persen) dan cukai 
Rp 41, 56 triliun (98,87  persen). (OIN) 
Gimana Peran DJPBN Menyikapi Masalah Ini?




       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke