> Di berbagai 
> daerah, dari cerita kawan-kawan di blog maupun di kantor, solusinya 
> beragam. Mulai dari staf Kepegawaian yang harus 'saweran' demi 
> memuluskan jalan pengurusan karpeg misalnya, sebab tidak mungkin 
> meminta uang dari pegawai yang bersangkutan karena faktor jarak atau 
> kesopanan. Atau terpaksa menahan surat permohonan yang bersangkutan 
> karena bingung harus diapakan (diteruskan jelas bakal membuat 'sakit 
> hati', mau minta uang ya nggak enak atau berprinsip bahwa pelicin 
> macam itu akan tidak berkah). Atau kalau bapak/ibu Kabu-nya baik dan 
> tegas, ya ditolong dengan menelepon badan itu. Atau minta bantuan 
> teman yang berada di KPPN yang sekota dengan BKD untuk 
> sedikit 'memberi tekanan'.

jadi inget waktu tahun 2005, dateng lgsg ke BKD Makassar. Urus Karpeg
3 pegawai, saya bilang: "saya dateng jauh dari maluku, tolong dibantu pak"
Sim salabim, 15 menit karpeg jadi, dan juga ditawarin buat nebus
karpeg 3 kawan kami di Tual yang udah tertahan 1 tahun.

Mau tahu rahasianya?? cukup nganguk saat mereka bilang "kalau mau
cepet jg bisa mas" (tapi harus ngerelain 3 lembar kertas biru
bergambar pak harto berpindah tangan!!


Kirim email ke