Mas Rahman (dan juga pembaca Treasury yang aware)--
Terima kasih atas comment dan feedbacknya terhadap Majalah Treasury. Redaksi 
telah menerima banyak masukan dan pernyataan ketidakpuasan pada rubrik humor. 
Hal tersebut akan menjadi catatan tersendiri dan akan diperbaiki kualitas isi 
pada rubruk tersebut pada edisi2 berikutnya.

Akan saya sampaikan pada Mas Saiful salamnya.

a.n. Redaksi Treasury

arahman231 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Salam 
sejahtera miliser FP...
 
 Setelah menerima kiriman Majalah TI edisi 04/2007, saya melihat ada
 beberapa hal yang baru. Salah satunya majalah kita ini sudah full
 colors sehingga mempunyai daya tarik bagi kita ketika membaca. Yang
 lainnya adalah adanya kolom humor pada halaman 58-59. Dua halaman full
 disediakan untuk sebuah hal yang baru merupakan suatu 'penghargaan'
 tersendiri. 
 
 Saya membayangkan akan mendapat guyonan, joke, atau pun cerita lucu
 nan segar di tengah kesibukan menutup akhir tahun anggaran 2007 di
 suatu tempat yang terpencil ini. Namun setelah saya berkali-kali
 membaca 4 judul humor tersebut, saya kok tidak menemukan dimana letak
 kelucuannya, dimana makna humornya, terlebih lagi saya tidak
 mendapatkan massage apa yang dikandung dari 4 judul humor tersebut???
 
 Apakah sense of humor saya yang memang rendah, apakah humor yang
 ditampilkan berkategori humor tingkat tinggi, atau apakah karena ada
 pada majalah yang rada serius maka itulah humor yang tepat untuk diisi
 di dalamnya. 
 
 Menurut penilaian saya, tulisan humor itu lebih mewakili pengalaman
 pribadi seseorang, entah penulisnya sendiri atau rekan penulis yang
 diketahui olehnya. Malahan saya tidak mengapresiasi tulisan humornya
 dengan judul 'At Cost'. Alasannya kenapa, karena pada akhir cerita
 sepertinya telah terjadi pelecehan terhadap tabiat/perilaku (atau
 mungkin disebut kelainan) seseorang. Pada judul 'Selingkuh' sendiri,
 saya tidak merasakan adanya kelucuan, karena titik klimaks dari
 kelucuan itu sendiri malahan ditiadakan diganti dengan tanda
 titik-titik yang panjang (off the record).
 
 Over all, there are no humor things over there...
 
 Semoga penilaian saya salah.
 
 Salam hormat buat Mas Saiful Islam, rekan juga guru saya. Melihat
 wajahnya mengingatkan saya pada seorang ahli perencana keuangan yang
 sering tampil di Metro TV. Ya, memang keduanya sama-sama ahli dalam
 hal keuangan, yang satu keuangan negara, satunya lagi keuangan rumah
 tangga.
 
 Wassalam
 Rahman060089216
 KPPN Benteng
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke