Sepertinya kasus2 seperti ini akan terus berlanjut dan berjalan tanpa henti
bila pihak yang berwenang di DJPBN tidak melaporkannya ke kepolisian. Meskipun
belum ada pihak2 yang tertipu atau dirugikan, tetapi hal ini sedikit banyak
akan mengganggu organisasi DJPBN ataupun mencemari nama baik DJPBN.
Apa ada diantara rekan2 DJPBN yang berniat melaporkannya langsung ke polisi
atau mengadukannya melalui kantor pusat DJPBN? Khususnya mereka yang dihubungi
langsung oleh penipu tersebut.
Dengan adanya nomor rekening yang dipakai untuk penipuan tersebut,maka tidak
terlalu sulit bagi polisi untuk melacak "siapa aktor dan otak" dibalik ini
semua.
Trimo Yulianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sekadar berbagi cerita:
Pagi tadi Jumat tgl 8 februari pukul 08.30 WIB saya di seksi Bank/Giro
Pos (Bendum) KPPN Pangkalpinang melalui telpon kantor dihubungi orang
bernama Yusran. Beliau mengaku staf subbagian mutasi yang meminta saya
menghubungi Bapak Yuni Wibowo di nomor 021-3846402/0816987047
(selanjutnya baru saya ingat kalau nomor tersebut adalah nomor yang
pernah disampaikan oleh sdr samsul huda).
Kemudian saya menghubungi nomor telp pertama, yang ternyata nomor faks
Sesditjen PBN. Selanjutnya saya hubungi nomor kedua. Diujung telpon
terdengar suara berat (Saya kira2 beliau berumur diatas 50an, jadi
sudah mulai ragu kalo beliau bpk yuni). Beliau mengucapkan selamat
atas promosi saya ke kppn pangkalpinang (padahal saya mutasi biasa
dari kanwil banda aceh ke kppn pangkalpinang). Juga disampaikan bahwa
promosi (kepindahan) saya atas jasanya. Selanjutnya dia mengharapkan
timbal balik.
Dia nggak minta uang, cuma pinjaman sementara dg nominal Rp10juta yang
hari itu juga agar dikirim ke rekening istrinya Sukma Iriani di BNI
Kramadjati acc 0073840081. Senin depan uang tersebut akan
dikembalikan. Saya sanggupi saja untuk mengirimkan uang yg diminta
tadi (walaupun sampai saat inipun nggak saya kirim).
sore hari saya dapat kabar dari kawan di banda aceh, bahwa kasi
bank/giro pos kppn banda aceh dan kasi bendum di kppn merauke juga
dihubungi oleh orang tadi. Saya tunggu2 sampai saat ini orang tadi
tidak menghubungi saya lagi untuk konfirmasi pengiriman uang yang
dimintanya.
Mungkin dalam waktu dekat2 ini kasi bendum yg lagi jadi sasaran, nggak
tahu dasar pertimbangannya. Demikian semoga menjadi kewaspadaan kita
semua.
Salam Rosa....
"Kill Corruption for Our Kids Better Future"
www.amirsyah,blogspot.com
www.azzahku.multiply.com
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]