Yth. Millisers 
Dalam 4 tahun terakhir ini,  kita  berkenalan dengan subuah event yang namanya 
"KONSINYERING".  Kalau Anda  Pegawai Kanpus, maka saya yakin Anda pernah 
bersinggungan dengan konsinyering tersebut. Dalam kacamata saya, konsinyering 
hanyalah sebuah upaya pelegalan penghamburan dan pemborosan uang negara. 
Kenapa? Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan, ternyata ada beberapa hal 
yang meskipun legal namun tidak etis untuk dilaksanakan. Legal karena kegiatan 
tersebut ditampung dalam DIPA dan disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen, 
tidak etis karena sebenarnya dana untuk membiayai kegiatan tersebut bisa 
dialokasikan untuk kegiatan yang lebih penting dan lebih memberikan manfaat 
secara langsung kepada masyarakat, terutama dalam penghematan APBN. 
Konsinyering bukan monopoli Depkeu, namun hampir semua Departemen juga 
memasukkan kegiatan ini dalam DIPA mereka. Kalau Anda pegawai Kanpus, coba 
tanyakan kepada Bendahara Pengeluaran, berapa dana DIPA DJPBN yang dialokasikan 
untuk kegiatan konsinyering, dan Direktorat mana yang paling sering melakukan 
konsinyering. Bahkan  "kalo saya tidak salah" pernah ada kegiatan konsinyering 
dengan frekuensi 50 kali dalam satu tahun untuk satu direktorat. Ini berarti 
hampir setiap minggu mereka konsinyering. (Ingat!!! setahun cuma 52 minggu).
Apa yang dihasilkan dari konsinyering???
Biasanya konsinyering dilakukan dalam tiga hari. Dalam tiga hari tersebut 
peserta akan menginap di hotel berbintang dengan fasilitas yang menggiurkan di 
tambah dengan uang saku. Namun coba tanyakan, apakah hasilnya? Pernahkan para 
konseptor konsinyering membandingkan hasil yang dicapai dengan biaya yang harus 
dikeluarkan?? Tidak bisakah pelaksanaan konsinyering dilaksanakan pada jam 
kerja di kantor?? 
Saya penasaran, berapa besar dana APBN yang terserap untuk kegiatan ini seluruh 
Indonesia. Tidakkah alokasi ini dapat digunakan untuk membiaya kegiatan lain?? 
subsidi minyak misalnya.....
Millisers.....
Saya berpendapat, selain aspek legal kiranya dalam pelaksanaan kegiatan dengan 
menggunakan dana APBN juga perlu dilihat aspek moral dan etika. Saya menghimbau 
pada para Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran agar lebih selektif 
dalam memilih dan melaksanakan kegiatan yang akan dilakukan, sehingga manfaat 
sebesar-besarnya dari penggunaan dana APBN dapat tercapai.

Salam Perubahan !!!!
Layang.Seta




      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke