On Fri, 15 Feb 2008 13:04:24 +0700 Assalamu alaikum wr. wb. Karena Pak Hari masih sibuk di Rapim, renungan jumat kali ini saya coba isi dengan topik yang saya saripatikan dari khutbah jumat di masjid babuttaqwa Kendari beberapa waktu yang lalu. Semoga dapat menjadi bahan renungan kita. MENGATASI MASALAH TANPA MASALAH
Masalah, itulah sebuah judul hidup yang kerap dihindari banyak orang. Semakin jauh kehidupan bergerak dari masalah--demikian banyak orang menyakininya--semakin baik hidup ini. Kinerja staf yang kurang baik, pertengkaran, perceraian, permusuhan, kematian hingga bencana alam, hanyalah sebagian dari masalah dan menjadi wajah hidup yang ditakuti orang. Sebagai akibatnya, sebagian lebih dari usaha manusia dalam hidup, ditujukan untuk memerangi dan memusnahkan masalah. Ketahuilah, bukan hidup namanya jika tidak bermasalah.Tidaklah seseorang dibilang sukses kalau tidak sanggup mengatasi berbagai rintangan. Bukanlah disebut pemenang jika tidak dibuktikan dengan pertarungan. Alhasil, hidup ini--selama desah dan tarikan napas masih menyertai kita--memang penuh masalah, penuh perjuangan, sarat peperangan, intrik dan keanekaragaman problematika kehidupan, yang semuanya diciptakan Allah untuk menguji hamba-hambaNya yang beriman dan bertaqwa. Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 155 s.d 157 Allah menegaskan : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan inaa lillaahi wainnaa ilaihi roojiuun. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Saudaraku, Kalau kita mau merenung sejenak, mengosongkan segala beban masalah dari benak kita, meneliti jauh ke dalam lubuk hati, kita akan tahu dan menyadari, betapa nikmatnya kelengkapan anggota tubuh kita. Bayangkan, andaikata telinga ini tidak dapat mendegar merdunya kicau burung dan mata tidak dapat melihat indahnya panorama pantai Kendari. Dalam kesadaran inilah kita ucapkan Subhanallaah walhamdu lillah walaa ilaaha illallaah Allaahu Akbar. Maha suci Allah, segala puja-puji hanya miliki Allah, tidak ada Tuhan selain Allah. Maha Besar Allah. Maha Besar Allah. Siapa orangnya yang mengingkari semua nikmat tersebut? Hanya orang-orang yang tertutup mata hatinya. Mereka adalah orang-orang yang tidak dapat menyelam jauh ke dalam hati, mengingkari kejernihan nurani dan terpaku kepada pamanjaan nafsu. Bukankah Allah telah membelakkan mata kita untuk menghitung nikmat dan karuniaNya? Dalam Al Quran surat An Nahl ayat 18, telah Allah tegaskan : Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, pasti kamu tidak akan dapat menentukan besarnya. Saudaraku, Dikaitkan dengan bagaimana kita mengelola masalah, cobalah perhatikan cerita berikut (disaripatikan dari milis ini). Seorang suami yang bekerja hingga larut malam pulang ke rumah dalam keadaan lelah dan tampak kusut-masai. Kepada Sang Istri dia mengeluhkan berbagai masalah yang dihadapinya selama hari itu. Suasana di rumah, mau tidak mau, terbawa dengan cerita dan penampilan Sang Suami. Suram, tanpa senyum. Kedua anak mereka yang menginjak remajapun ragu untuk menyapa Sang Ayah karena khawatir justru menimbulkan masalah baru. Ketika Sang suami selesai mandi dan duduk di beranda rumah sambil meneguk secangkir kopi, Sang Istri yang bijak bertanya : Yah! Menurut ayah berat tidak secangkir kopi di tangan ayah? Tanpa mengerti arah pembicaraan istrinya, si suami menjawab : Tidak!. Sang Istri menimpali lagi : Cobalah pegang selama 1 jam, pasti tangan ayah akan kram!. Begitulah dengan permasalahan ayah di kantor. Makin lama dipikirkan, bahkan setelah sampai di rumah, pasti makin terasa berat dan membebani. Coba tanggalkan beban itu, letakkan pada tempatnya. Seringan apapun beban masalah yang ayah hadapi, jika selalu dipikirkan pasti akan terasa berat. Sebaliknya, seberat apapun beban yang dipikul tetapi tahu kapan saatnya dipikirkan dan kapan harus ditanggalkan, pasti terasa ringan dan tidak akan membuat stress. Dengan selalu mengharap ridho Allah, yakinlah bahwa persoalan demi persoalan yang ayah hadapi pasti ada jalan keluarnya dan dapat selesai pada waktunya. Sesungguhnyalah, hidup adalah sebuah perjalanan dimana Allah selalu menguji kita. Tidak ada yang luput dari ujian dan cobaan Allah. Pasang-surut kehidupan yang kita jalani sejenak saat singgah di alam yang fana ini, merupakan dinamika dari sebuah perjalanan hidup yang sarat dengan permasalahan dan merupakan bagian dari qadha dan qadar Allah atas makhluk-makhluk ciptaanNya. Mari kita simak juga kisah berikut ini. Pagi hari, ketika tiba di kantor, Si Fulan tersenyum karena mendapat kabar namanya tercantum dalam SK mutasi jabatan. Siang hari senyum itu hilang bahkan wajahnya tampak berkerut. Kabar mengenai mutasi itu benar tetapi dia terkejut setelah tahu dirinya dimutasikan ke Kotabaru. Dia sedih dan kecewa, setelah hidup di kota kecil yang sulit sarana transportasi kini masih dimutasikan ke kota yang juga terpencil di pelosok negeri sementara kurang dari 1 tahun lagi akan memasuki masa pensiun. Sedih, duka cita, senyum suka cita dan tawa adalah warna yang ditorehkan Allah untuk kita, selaku makhluk ciptaanNya yang paling sempurna. Persoalannya, kita sering mengingkari realita bahwa semua itu adalah kehendak Allah. Kita sulit menerima ketika sebuah musibah datang menghampiri. Kita mengeluh bahkan tidak jarang menyalahkan Allah. Kita tidak menyadari bahwa di balik semua itu terkandung maksud lain dari Allah. Coba simak kelanjutan kisah di atas. Lima bulan setelah pindah ke Kotabaru, Si Fulan menelepon. Dari nada bicaranya tampak dia tidak berduka lagi. Sebaliknya, dengan luapan suka cita dia berkata : Untung juga dipindah ke Kotabaru, pak! Uang pindah sebesar 60 juta lebih hanya terpakai sekitar 10 juta untuk pindah saya dan keluarga. Sisanya saya depositokan sebagai simpanan. Sangu pensiun, pak! Apa yang dapat kita bayangkan? Si Fulan akhirnya tersenyum. Subhannallah, Maha Besar Allah dengan berbagai kebijakan yang ditetapkan dan kadang diluar jangkauan pemikiran kita. Saudaraku, Sebagai saripati dari kisah-kisah di atas, hal yang kiranya patut menjadi catatan kita adalah kenyataan bahwa hidup memang sarat dengan masalah. Sikap kita dalam mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi itulah yang menjadi tolok-ukur sejauh mana kita konsisten, istiqomah di jalan Allah. Dari contoh-contoh sebagaimana diuraikan, kita dapat mengetahui bahwa permasalahan kehidupan itu hakekatnya adalah bumbu yang memperlezat hidup ini. Karena apa? Dunia dan isinya ini memang diciptakan Allah berpasangan. Menang-kalah, susah-senang, senyum-tangis dan banyak lagi. Tidak ada pemenang jika tiada yang kalah, tidak dikatakan bahagia jika tidak pernah mengalami sengsara. Demikian, semoga bermanfaat. Billahi taufik wal hidayah. Wassalamu alaikum Wr.Wb. Yangkung >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> > > > ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- > Bagi anda Pelanggan TELKOM di wilayah Jabodetabek dan >Jawa Timur. Nikmati Hari SABTU & MINGGU Anda untuk >Internetan dengan tarif murah TelkomNet Instant, CUMA >Rp.100/menit ALL IN (termasuk pulsa telepon). > Nomor Akses : 080989999 > User name: [EMAIL PROTECTED] > Password : telkom > Ayo buruan, promo ini cuma berlaku sampai 31 Desember >2007 ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bagi anda Pelanggan TELKOM di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Nikmati Hari SABTU & MINGGU Anda untuk Internetan dengan tarif murah TelkomNet Instant, CUMA Rp.100/menit ALL IN (termasuk pulsa telepon). Nomor Akses : 080989999 User name: [EMAIL PROTECTED] Password : telkom Ayo buruan, promo ini cuma berlaku sampai 31 Desember 2007
