Kalo boleh saya berpendapat,
        Justru karena belum ada aturan yang jelas tentang penentuan grade, maka 
yang sangat berperan penting adalah keberanian para manajer untuk mengambil 
keputusan yang bijak, sesuai dengan prinsip pokok, didukung fakta yang logis di 
lapangan tanpa harus melanggar hukum ataupun aturan yang lebih tinggi.
Hemat saya, Prinsip Pokok penentuan grade salah satunya adalah "Prestasi". 
Tanpa harus susah2 buka kamus atau peraturan yang njelimet, maka beberapa 
ukuran "Prestasi" yang secara fakta tidak terbantahkan oleh siapapun (kecuali 
orang yang iri kali ya???) adalah: kenaikan pangkat dan lulus seleksi KPPN 
percontohan/tugas belajar.
    #Kenaikan pangkat#
  Pegawai yang naik pangkat otomatis adalah pegawai yang memiliki prestasi. 
Setidaknya berdasarkan Dp3 dan peraturan kepegawaian antara lain karena lamanya 
pengabdian. Dengan naiknya pangkat tersebut maka otomatis gaji pokoknya juga 
naik sebagai bentuk penghargaan atas prestasi tersebut. Dengan azas linearitas, 
setidaknya bisa diambil kebijakan untuk menaikkan grade pegawai yang naik 
pangkat bersangkutan ke grade yang sesuai. Bila grade pegawai yang naik pangkat 
tidak disesuaikan, maka akan terjadi kontradiksi penghargaan pada pegawai yang 
naik pangkat, di satu sisi diberi penghargaan berupa naiknnya gaji pokok, 
disisi lain bisa terjadi malah seolah mendapatkan hukuman karena grade yang 
bersangkutan lebih rendah dari yang seharusnya.
    Contoh: 
  Pegawai golongan IId yang naik pangkat gol.IIIa, misalkan ybs. diberikan 
grade rendah (7) saat masih golongan IId, saat gol. IIIa range gradenya adalah 
8-10. Karena tidak ada aturan, maka grade nya untuk sementara dibiarkan dalam 
grade 7. Hal ini tentu saja kontradiksi dan telah terjadi ketidakkonsistenan 
yang sangat nyata. Di satu sisi ada penghargaan untuk kenaikan pangkat seperti 
kenaikan gaji pokok, disisi lain ada "hukuman" berupa pemberian grade yang 
lebih rendah satu tingkat dari grade minimal yang seharusnya.
    Demikian juga logika dan fakta "Prestasi" juga dapat diperlakukan bagi 
pegawai lulus tes kppn percontohan/tugas belajar.
    Jadi: Menyesuaikan/menaikkan grade seseorang yang berprestasi (naik 
pangkat/tugas belajar/lulus tes kppn percontohan) merupakan konsekuensi logis 
dari penghargaan atas prestasi tersebut. Saya yakin tidak akan ada yang protes 
jika mereka diberikan grade yang sesuai atau dinaikkan gradenya. Tinggal 
kuncinya ada pada kemauan dan konsistensi dalam manajemen SDM dari para Manajer 
kita:)
# Bersyukur dan tidak bersyukur
  Banyak sekali komentar yang dengan mudah mencap seseorang tidak bersyukur. 
Hal ini sangat disayangkan, karena penilaian ini jelas2 sangat subjektif dan 
apalagi kita tidak mengetahui persis posisi/kondisi orang yang dicap "tidak 
besyukur" tersebut.
    Bisa jadi mereka yang protes merasa dalam posisi yang terjepit dan merasa 
menuangkan keluh kesahnya dimilis forum prima (syukur2 dengan logika dan fakta 
yang benar) ini merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan 
penjelasan/pencerahan dari "mereka" yang berkompeten, hal ini bisa jadi 
"masukan/saran/kritik/komplain" yang berguna untuk memajukan DJPBN di masa 
datang. Minimal dengan berkeluh kesah dan berpendapat di forum prima, beban 
yang dialami teman2 yang sedang terjepit relatif dapat berkurang.
    Bersyukur dan tidak bersyukur adalah hal yang sangat pribadi. Walaupun 
begitu, untuk hal2 tertentu hal ini bisa diukur secara relatif dengan 
menggunakan logika dan fakta yang benar dan bukan subjektif sehingga dapat 
diketahui seseorang itu tidak bersyukur.
    Misal: 
    -Seorang dengan golongan IId memprotes kenapa dia tidak diangkat jadi 
kepala seksi. Tentu saja tidak mungkin gol.IId menjadi kepala seksi, orang ini 
tidak bersyukur.
    -Seorang yang kena hukum disiplin karena menerima “amplop”, protes mengapa 
ia dihukum. Jelas orang ini tidak bersyukur karena sudah salah masih protes, 
masih untung tidak dipecat. Atau bila dipecat dengan hormat masih untung tidak 
dipecat dgn tidak hormat. Lain halnya jika dia protes karena ada pegawai yang 
lain dengan kesalahan yang sama namun dihukum lebih ringan atau bahkan tidak 
dihukum. Protes seperti ini tidak bisa dikatakan tidak bersyukur.
    Demikian, just another point of view:)
  

"Kill Corruption for Our Kids Better Future" 
www.amirsyah,blogspot.com 
www.azzahku.multiply.com
       
---------------------------------
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke