Assalamu'alaikum wr. wb; Yth. Pak Yangkung (Eyang Kakung apa Eyang Jangkung ya) Terimakasih banget atas nasehat atau wejangan Eyang, akan selalu saya ingat2 terus, mudah2an bermanfaat dalam mengarungi sisa2 umurku, wah saya kagum dengan penerawangan Eyang, kok bisa tahu persis tanggal dan tempat kelahiranku ya. Memang benar, sekarang saya sudah tidak merinding lagi karena membayangkan sesuatu itu tidak boleh lama-lama. Ada yang penasaran menanyakan kepada saya mengapa sih sampai merinding?, saya jawab : teringat wejangan Eyangku di jawa waktu saya masih kecil, katanya di hutan itu tempatnya Jin dan Genderuwo, karena mereka waktu tinggal di kota terusir dengan pembangunan mall dan gedung2 bertingkat, mereka mencari tempat yang tenang, nah, seandainya pada saat kendaraan Beliau mogok di tengah hutan, malam harinya kendaraan Inova beliau tersebut akan dikerumuni oleh anak-anak Jin dan Genderowo yang penasaran ingin melihat dari dekat (dari Kaca2 jendela), siapa sih yang ada didalamnya (berebut lagi), tapi saya teringat beliau mempunyai jimat "Kalimus Sada" (hasadataeni) yang selalu dirapalkan tatkala sholat dengan menjulurkan telunjuknya, insya Allah ga ada yang berani mengganggunya, sekalipun neneknya Jin, he he ..... Salam
--- On Sun, 6/15/08, Yangkung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Yangkung <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum Prima] Pak Nano tidak merinding di hari ultah To: [email protected] Date: Sunday, June 15, 2008, 6:43 PM On Tue, 10 Jun 2008 19:01:28 -0700 (PDT) Asslm.wr.wb. Yth. Pak Nano Suhasno, Mudah2an hari ini pak Nano tidak sedang merinding mbayangkan central borneo yang diceritakan pak subasita. Juga, tidak sedang mimpi ktemu Roy Suryo. Sebab, hari ini pak Nano Suhasno, yang lahir di Indramayu, 16 Juni 1958, genap berusia 50 tahun. Jadi, mulai memasuki kepala '5'. Mudah2an saja, warna-warna putih belum dominan memenuhi kepala dan yang lebih penting, tetap energik, sehat dan penuh semangat serta tidak jemu2 menyampaikan ide-idenya di milis ini. Allah selalu menyertai setiap langkah hamba2Nya yang istiqomah. Wasslm. Yangkung NANO SUHASNO <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > > Aswrwb; > > Menbaca tulisan perjalanan Bapak Subasita merinding > bulu kudukku, membayangkan Central Borneo yang luas > > Namun tiba2 saya ketemu mas Roy Surya sambil tersenyum > ramah gayanya yang khas berkata lirih, gitu aja kok > repot mas, katanya dengan Bendaharawan mengirim SMS > Bangking ke Bank Persepsi secara otomatis akan > mendebet rekening Bendaharawan tersebut dan mengkredit > rekening Kas Negara pada Bank Persepsi ybs. > Waktu mengajukan SPM ke KPPN, Bendaharawan tsb. > sekaligus menyelesaikan "NTPN Rampung" dan > rekonsiliasi (untuk menghemat biaya perjalanan), nah > kemudian KPPN mengirimkan "NTPN Sementara" ke Dit. > Sistem Perbendaharaan untuk disesuaikan menjadi "NTPN" > (tentunya by aplication), eh anda apa sedang menguji > saya ya? tiba2 Roy Surya bertanya sambil mencubit > lenganku, oauuuw sakit, saya terbangun gelap > sekelilingku, oh, tadi mimpi rupanya, tatkala aliran > listrik kena giliran. > > Salam. > [Non-text portions of this message have been removed]
