Thanks's buat pak/mas "den_boedhi & mr. moudy" atas penjelasannya. 
Jadi selama ini memang gak ada dasar hukum tertulisnya ya. Wah,susah 
juga kalo mau ngejelasin ke satker kalo ga ada dasar hukum yang 
pasti. Disini satkernya masih ada yg ngeyel2, apalagi rekanannya. 
Kalo ditanya, alasannya pasti "dulu kaya gini juga nggak 
apa2.........". baru kalau mereka dijelasin dasarnya,mereka bisa 
ngerti


""Sekarang dengan mind set dan pola pelayanan yang baru (kecuali 
kantor
> saudara tetap seperti KPPN Tempo Doeloe), tidak ada alasan buat
> rekanan untuk mengantar/ mengambil SP2D."

Wah,ngenyek sampeyan. Itu mah jamannya abu jahal dulu. selip2an 
disini insyaallah 100% ga ada. tp gak jamin, namanya juga jg manusia, 
suatu saat bisa saja khilaf......

salam




--- In [email protected], 
"Den_Boedhi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Miliser,
> 
> Disadari atau tidak, ini adalah buah tidak baik dari sebagian oknum 
di
> KPPN Tempo Doeloe. Dimana tidak sedikit oknum pada bagian penerimaan
> SPM (Loket) dan pengambilan SP2D yang berusaha mencari "tambahan"
> sampingan. Kondisi ini (tentu saja juga oknum dibagian prosesing 
SP2D
> (baca Sie Perbend)) disamping telah mencoreng citra KPPN juga
> menimbulkan rasa "malas" dikalangan bendahara. Kenapa? Karena dalam
> benak mereka berhadapan dengan pihak KPPN (entah dibagian Loket, Sie
> Perben, ataupun bagian pengambilan SP2D.... bahkan juga dengan 
bagian
> Vera) berarti harus memikirkan "selipan selipan" untuk mempermulus
> urusannya. Sehingga untuk urusan ini banyak bendahara yang meminta
> pertolongan kepada rekanannya untuk melakukannya. Sad but
> True...halah!... itukan judul lagu metalica.
> 
> Sekarang dengan mind set dan pola pelayanan yang baru (kecuali 
kantor
> saudara tetap seperti KPPN Tempo Doeloe), tidak ada alasan buat
> rekanan untuk mengantar/ mengambil SP2D. Persis seperti apa yang 
telah
> jelaskan oleh Mr. Moudy. Tentu saja ada beberapa varian jika memang
> diperlukan. Dengan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian.
> Namun untuk itu rasanya juga terlalu berlebihan kalo harus diatur/
> ditetapkan berdasarkan SE, Perdirjen, apalagi sampai KMK.
> 
> 
> dari Kendari
> 
> HaBeWe 
> 
> 
>


Kirim email ke