Dari milis sebelah...
>
> Rabu, 21 Jan 2004
> Pabrik Meledak dan Terbakar, Dua Tewas, 57 Luka
>
>
> GRESIK - Api dan asap raksasa bergulung-gulung liar melahap PT Petrowidada
> di kawasan industri Petrokimia Gresik sore kemarin. Musibah besar itu
> diduga disebabkan salah satu tabung kimia meledak. Perusahaan yang
> memproduksi bahan pelemas plastik itu pun ludes.
>
> Peristiwa yang mengemparkan warga kota pudak Gresik ini mengakibatkan dua
> korban tewas dan sedikitnya 57 menderita luka bakar, 13 di antaranya
> kritis. Korban tewas adalah Direktur Produksi Nur Syamsi, 48, dan Abdul
> Kahir, 44, karyawan bawahan Syamsi. Keduanya terjebak dalam amuk api itu.
>
> Kebakaran di pabrik yang terletak di Jl Moh. Yamin ini menyebabkan api
> berkobar-kobar dan asap hitam pekat bergulung hingga tinggi ke langit.
> Bahkan, asap kebakaran ini bisa dilihat puluhan kilometer dari tempat
> kejadian, terlebih dari tempat tinggi.
>
> Dari informasi di lokasi kejadian, peristiwa maut itu terjadi sekitar
> pukul 16.00 ketika puluhan karyawan bagian produksi sibuk bekerja.
>
> Tidak ada yang tahu persis bagaimana awal insiden. Saat semua karyawan
> konsentrasi pada pekerjaan masing-masing, tiba-tiba terjadi ledakan sangat
> dasyat di salah satu tabung yang berisi phthalic anhydride, salah satu
> bahan pelemas plastik. Ledakan ini terdengar hingga radius 10 kilometer.
>
> Menurut beberapa karyawan yang posisinya dekat dengan pusat ledakan,
> ledakan dasyat itu mengakibatkan tabung berdiameter satu meter itu pecah.
> Kaca-kaca kantor Petrowidada dan sebagian pipa yang terhubung dengan
> tabung tersebut juga berantakan.
>
> Ledakan pertama ini menyemburkan api dan asap hitam tebal. Puluhan
> karyawan pun pontang-panting. "Kita seakan-akan sudah lupa segalanya. Yang
> ada di pikiran kita cuma bagaimana cara menyelamatkan diri. Karena asap
> tebal itu kita saling bertabrakan," kisah Agus Joko, salah satu korban
> yang dirawat di RS Petrokimia.
>
> Saat karyawan sibuk menyelamatkan diri itulah, ledakan kedua yang tidak
> kalah dasyat menggelegar lagi, disusul semburan api yang membubung tinggi.
> Asap hitam kembali mengangkasa bergumpal-gumpal.
>
> Ledakan kedua ini mengakibatkan pipa besi yang beratnya mencapai satu ton
> terlempar hingga radius 500 meter. Pipa tersebut nyaris menimpa salah
> seorang security PT Petronika yang berdekatan dengan Petrowidada. Diduga
> ledakan kedua inilah yang membuat korban bergelimpangan, termasuk Direktur
> Produksi Nur Syamsi, yang saat itu mengontrol anak buahnya.
>
> Berikutnya ledakan demi ledakan disertai semburan api terus terdengar dari
> lokasi pabrik di tengah proses evakuasi korban. Tim penyelamat gabungan
> Polres Gresik, Polwiltabes Surabaya dan Polda Jatim, Petrokimia, Semen
> Gresik, dan Pemkab Gresik bahu-membahu menolong korban yang merintih
> kesakitan. Raungan ambulans berseliweran di lokasi kejadian. Sebagian
> karyawan memilih berlari menjauh dari lokasi untuk menyelamatkan diri.
>
> Pemandangan memilukan ini berlangsung hampir satu jam. Kondisi pabrik yang
> hangus dilalap api tidak dihiraukan meski mobil-mobil PMK sudah
> berdatangan. Aparat maupun petugas penyelamat lebih memilih mengevakuasi
> korban.
>
> Kapolwiltabes Surabaya Kombes Ade Rahardja yang ditemui di lokasi
> menyatakan, berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, bahan yang
> terbakar tersebut sulit dipadamkan hanya menggunakan air biasa.
>
> "Karena itu, kami menunggu PMK yang membawa foam (bahan busa). Bahkan,
> salah seorang karyawan menyatakan sebaiknya ditunggu sampai padam saja.
> Tapi, kami tetap berusaha memadamkannya," jelasnya.
>
> Pemkab berusaha mengungsikan warga di sekitar pabrik. Jajaran direksi
> Petrowidada berusaha meyakinkan bahwa tidak ada dampak yang terlalu
> membahayakan akibat kebakaran pabrik bahan pelemas plastik phthalic
> anhydride dan maleic anhydride itu, kecuali asal tebal. "Dampak negatif
> kimianya tidak ada, hanya asap tebal," kata Kahumas PT Petrokimia Priyanto
> W.
>
> Meski demikian, evakuasi warga sekitar tetap dilakukan. Di antaranya,
> ratusan warga Desa Roomo dan Tlogopojok. Petugas Polres Gresik dengan
> beberapa unit mobil PT Petrokimia memindahkan warga ke daerah yang aman
> sekitar delapan kilometer dari lokasi kebakaran. Tim medis membagikan
> masker kain ke masyarakat.
>
> Menurut Kapolres AKBP Drs Agung Sabar Santosa, upaya tersebut merupakan
> langkah preventif untuk menghindari hal-hal terburuk. "Kami khawatir ada
> ledakan susulan," ujarnya.
>
> Warga Desa Roomo dan Tlogopojok sebagian besar diungsikan ke Kecamatan
> Manyar. Sekitar 700 warga memenuhi pendapa kecamatan. Sisanya, sekitar 250
> warga Roomo mengungsi ke Kantor PAC PKB Manyar.
>
> "Kami berharap warga sekitar berpartisipasi memberikan bantuan makanan
> kepada saudara-saudara yang mengungsi," ungkap Sekretaris DPC PKB Gresik
> Syafiki M. Zein.
>
> Sedangkan korban luka hingga tadi malam masih dirawat intensif di RS
> Petrokimia (21 orang), RS Semen Gresik (24 orang), dan korban yang dirujuk
> ke RSU dr Soetomo (13 orang). Semua korban adalah karyawan Petrowidada dan
> rata-rata berasal dari bagian produksi yang kebetulan sedang bekerja.
>
> "Khusus yang dirujuk ke RSU dr Soetomo yang mengalami luka bakar serius
> hampir 90 persen. Seorang di antaranya bahkan meninggal (Abdul Kahir).
> Sedangkan kondisi korban di RS Petrokimia dan RS Semen Gresik tidak
> separah di RSU dr Soetomo," jelas Priyanto yang ikut membantu evakuasi
> korban. Baru sekitar pukul 23.30 tadi malam, 50 mobil pemadam kebakaran
> berhasil menaklukkan api dan asap raksasa tersebut.
>
> PT Petrowidada dulu merupakan salah satu perusahan PT Petrokimia Gresik.
> Namun, menurut Priyanto, perusahaan tersebut kini berdiri sendiri dan
> saham PT Petrokimia tinggal empat persen.
>
> Sementara itu, sebagian korban dirujuk ke IRD RSU Dr Soetomo Surabaya.
> Sampai kemarin malam, sudah 13 korban yang dikirim ke rumah sakit terbesar
> di Indonesia Timur itu. Dua belas korban mengalami luka bakar dan satu
> korban menderita cedera otak berat.
>
> Satu korban yang bernama Abdul Kohir, 44, kemarin malam meninggal dunia
> tepat pukul 21.25 WIB. Dia mengalami kegagalan organ sebagai komplikasi
> dari luka bakar yang dialaminya. Karyawan PT Petrowidada itu mengalami
> luka bakar 78 persen. Sebelum meninggal, almarhum sempat menjalani
> perawatan di ruang operasi lantai 5 IRD RSU Dr Soetomo.
>
> Korban-korban lainnya umumnya juga berada dalam kondisi parah. Safiudin,
> 20, mengalami cedera otak berat dan saat ini dalam keadaan tidak sadar.
> "Pasien ini mengalami epidural hematom (perdarahan pada otak, Red) dengan
> perdarahan yang cukup banyak. Sehingga ia tidak sadarkan diri," terang dr
> Urip Murtedjo SpB, ketua Forum Pers RSU Dr Soetomo. Tim dokter segera
> melakukan trepanasi (operasi dengan membuka tempurung kepala) pada pasien
> tersebut untuk mengatasi perdarahannya. (sup/wko/yad/wie/tha)



Jadi Anggota Milis : [EMAIL PROTECTED] 
Berhenti sbg Anggota Milis : [EMAIL PROTECTED]
Menghubungi Moderator : [EMAIL PROTECTED] 
URL to this page: http://groups.yahoo.com/group/yisc_al-azhar 
Kunjungi website YISC Al-Azhar di http://www.yisc.or.id
VISI : MENUJU KOMUNITAS BELAJAR DAN BERAKHLAK 

Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
 http://groups.yahoo.com/group/yisc_al-azhar/
To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to:
 http://docs.yahoo.com/info/terms/ 

Kirim email ke