http://www.detik.com/peristiwa/2004/03/05/20040305-160816.shtml
Jangan Golput, Ganti Rezim Lewat Pemilu 2004 Kontributor : Nala Edwin detikcom - Jakarta, Meski sangat kecil, masih ada celah untuk mengganti rezim pada Pemilu 2004. Caranya? Jangan Golput dan pilih parpol yang reformis dan jujur. Demikian ditegaskan pengamat politik asal LIPI Mochtar Pabottingi dalam sebuah diskusi di Teater Utan Kayu (TUK) , Jl. Utan Kayu, Jakarta, Jumat (5/3/2004). "Kalau kita boikot partai-partai busuk dan konsern pada partai kecil yang memiliki integritas dan kejujuran yang bagus, maka kita bisa keluar dari krisis ini," tutur Mochtar. Tanpa tedeng aling-aling, Mochtar kemudian menyebutkan partai politik yang sesuai karakter tersebut. Menurutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), adalah salah satu di antaranya. "Dari sisi kaderisasi PKS bagus, dan juga terkenal jujur. Mereka membiayai partai secara swadaya. Dalam berbagai aksi unjuk rasa, PKS juga dikenal tertib," papar Mochtar. Berbicara secara khusus mengenai Golput, Mochtar mengatakan, ada perbedaan antara massa Golput pada tahun 1971 hingga 1997 dengan massa Golput pada tahun 1999. Massa Golput tahun 1971-1999, terjadi karena keputusasaan terhadap situasi politik saat itu. "Pada saat itu mustahil melakukan pergantian rezim. Apa pun yang kita buat tidak ada artinya, karena lagi-lagi Soeharto pasti naik. Tapi pada Pemilu 1999 merupakan momen penggantian rezim, sehingga tidak tepat untuk melakukan Golput," tegasnya. Namun sayangnya, sambung Mochtar, pergantian rezim ternyata tidak terjadi. Menurut Mochtar, ini semua yang menyebabkan kondisi bangsa Indonesia kian terpuruk. "Karena itu, kita harus memanfaatkan celah sempit di Pemilu 204 ini untuk mengganti rezim," ungkap Mochtar. (djo) -------------------------------------------------------------------------------- - )I( - ..... BERSIH DAN PEDULI Abu Rehan
