FYI,,,,,,,Selengkapnya silakan anda lihat di : http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2004/03/040325_suhartocorrupt.sht ml
(bukan kampanye, lho) dan sori yeeee kalo ada yang ngejadiin suharto idolanya,,,,,, (^_^) salam umi Suharto, pemimpin dunia paling korup Mantan Presiden Suharto teratas dalam daftar pemimpin paling korup di dunia, demikian menurut Transparansi Internasional, kelompok anti korupsi. Transparansi Internasional dalam laporannya berjudul Korupsi Global memperlihatkan bagaimana korupsi politik dan praktek suap menyuap memperlambat pembangunan. Suharto yang dituduh menggelapkan 15-35 miliar dolar Amerika selama 31 tahun berkuasa oleh Transparensi Internasional digunakan sebagai salah satu contoh penyalahgunaan kekuasaan mematikan harapan negara-negara berkembang. Dibelakang Suharto adalah pemimpin Zaire, Mobuto Sese Seko dituduh menjarah 5 miliar dolar Amerika. Penjarahan Mabuto menurut Transparensi Internasional tergolong sangat tinggi di negara-negara yang pendapatannya per orang cuma 100 dolar Amerika. Jumlahnya 40 persen dari 12 miliar dolar bantuan yang diterima Zaire, yang sekarang jadi Negara Demokrasi Kongo, selama 32 tahun berkuasa. "Penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi membuat rakyat tak bisa mendapatkan prasarana umum, situasi yang membuahkan konflik dan kekerasan," kata ketua dan pendiri Transparansi Internasional, Peter Eigen. Pengembalian Dalam menyusun laporan tahun ini, Transparansi Internasional fokus pada korupsi po9litik, sebagian karena organisasi ini ingin menyoroti konvensi-konvensi yang mereka harapkan akan membantu perang melawan korupsi. Konvensi PBB melawan korupsi selesai disusun tanggal 9 Desember tahun lalu, sementara Konvensi Negara-negara Afrika sendiri keluar bulan Juli 2003. Ratifikasi konvensi-konvensi ini menurut Ketua Transparansi Internasional Inggris, Laurence Cockcroft, akan membantu memberantas politisi korup dan sama pentingnya, membawa uang curian itu kembali ke negara. Konvensi PBB, kata dia, "menyediakan satu kerangka formal bagi satu tindakan hukum yang multilateral." "Itu benar-benar mempertinggi cakupan pengembalian aset-aset dengan mengurangi ketidakjelasan hukum di masa lalu." Konvensi PBB, contohnya, akan membantu Nigeria mengambil kembali dana 2 sampai 5 miliar dolar yang dikorupsi oleh mendiang Presiden Sani Abacha. Swis berjanji akan mengembalikan lebih dari 500 juta dolar dari bank-banknya, tetapi cuma sedikit kemajuan yang dicapai dalam pengembalian dana sekitar 1 miliar dolar yang disimpan di London. ........ > ~ Keep Amar Ma'ruf Nahi Munkar on the Net, euy! ~ --------------------------------------------------------------------- Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR --------------------------------------------------------------------- Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Website : http://www.alumni-akabogor.org/ Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/
