Bukan ilmiah sih, tapi mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua

Percaya Cinta, Percaya Keajaiban
Oleh: Gede Prama


Seorang anggota keluarga dekat sempat bertanya keheranan, kenapa orang yang
setegar saya bisa menangis ketika ayah meninggal. Yang membuatnya tambah heran,
karena saya adalah satu-satunya orang yang menangis menjelang penguburan. Dan
Andapun boleh heran dengan saya.

Ini memang bukan cerita sinetron yang mau mengundang rasa kasihan Anda.
Melainkan, pengungkapan perasaan duka kehilangan seseorang yang lama menjadi
sumber cinta saya. Berbeda dengan saya yang mengenyam pendidikan relatif tinggi,
ayah hanya tamatan kelas tiga SD zaman Belanda.  Untuk itu, bisa dimaklumi kalau
ia tidak menggunakan bahasa verbal sebagai sarana pengungkapan cinta.

Saya hampir setiap hari bernyanyi lagu every day I love you bersama anak-anak.
Sedangkan ayah, ia tidak pernah mengucapkan satupun kata cinta. Tidak juga
pernah bernyanyi cinta khusus buat saya. Bahasa verbalnya lebih banyak diam. Apa
lagi sekarang, ia diam selamanya!

Yang membuat saya menangis bukan bahasa verbalnya, melainkan bahasa hidupnya.
Sebelum meninggal, ia mengumpulkan uang untuk seluruh biaya upacaranya.
Seolah-olah tidak mengizinkan celah sedikitpun pada anaknya untuk "membayar"
hutang-hutang kami. Atau seperti menghayati betul apa yang pernah ditulis Emma
Goldman yang menulis : "Bila cinta mengharapkan bayaran, itu bukan cinta,
melainkan sebuah transaksi".

Ketika saya masih teramat kecil, di halaman rumah ia sering mengajak
berjalan-jalan sambil menambahkan gelar "sarjana hukum" di belakang nama saya.
Sepertinya sedang  mencita-citakan anaknya untuk sekolah setinggi-tingginya. Dan
menunjukkan pemahaman yang dalam, hanya dengan pendidikan kehidupan bisa
ditransformasikan. Digabung menjadi satu, he has been the best father to me.
Lebih dari semua ini, cinta ayah juga sering menghadirkan keajaiban-keajaiban.

Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan, dari zaman teramat miskin dulu sampai
dengan sekarang, kami sekeluarga tidak pernah kelaparan, atau kekurangan uang
yang membuat kami dililit hutang.

Ketika merantau di Inggris dulu, dengan bea siswa untuk seorang, dan makan untuk
empat orang. Ada saja keajaiban yang membuat hidup jadi panjang. Demikian juga
ketika "nekat" jadi pimpinan puncak perusahaan tanpa pengalaman memimpin yang
memadai. Sudah lama banyak anak buah meramalkan, kalau di RUPS nasib saya akan
tamat. Akan tetapi, dengan alasan-alasan yang tidak sepenuhnya bisa dimengerti,
sampai sekarangpun saya masih duduk di kursi karir yang cukup tinggi. Demikian
juga dengan pekerjaan sebagai pembicara publik. Hinaan, cercaan, ejekan memang
pernah datang. Tetapi, entah dari mana datangnya keajaiban, semua itu tidak
pernah bisa mengerem kecepatan karir saya sebagai pembicara publik.

Dengan seluruh cerita ini, percaya ataupun tidak, saya meyakini sekali kalau
cinta bisa menghadirkan keajaiban-keajaiban. Berikut adalah sebagian kecil
contoh keajaiban-keajaiban yang bisa dihadirkan cinta.

Kejaiban pertama, cinta membuat orang jadi awet muda dan berumur panjang.
Sebagaimana pernah dikutip majalah Reader Digest, salah satu ciri orang yang
awet muda dan berumur panjang adalah memiliki setidak-tidaknya seseorang untuk
dicintai.

Sebenarnya penemuan ini amat logis. Sebab, dengan memiliki orang yang kita
cintai, meniti karir dan nafas kehidupan lainnya bisa dilakukan tanpa rasa capek
yang mengganggu. Capek saya sering kali hilang, kalau membayangkan anak-anak
lulus dari sekolah ternama di luar negeri. Atau membayangkan isteri menikmati
sekali hidup bersama saya. Atau mengetahui bahwa Ibu mensyukuri sekali pernah
melahirkan anak seperti saya.

Keajaiban cinta yang kedua, bila Anda selalu mencari sesuatu yang baik dalam
diri orang lain, Anda akan menemukan sisi terbaik dari diri Anda sendiri. Ini
saya alami sendiri. Sebagai manusia biasa, saya juga pernah memenuhi hidup
dengan pandangan-pendangan  negatif tentang orang lain. Atau sedikit-sedikit
menghakimi orang lain. Energi negatif tadi,mungkin tidak memakan orang yang saya
benci. Tetapi saya rasakan sendiri, ia memakan badan saya sendiri. Namun, semua
ini berubah secara radikal, sejalan dengan
kemajuan untuk belajar melihat sisi positif orang lain. Entah dari mana
datangnya keajaiban, kekaguman orang lain, rasa hormat orang lain, rasa percaya
orang akan apa yang saya tulis dan bicarakan di depan umum, datang mengalir
secara amat mudah.

Keajaiban yang ketiga, cinta sering membuat yang tidak mungkin jadi mungkin.
Sebagaimana pernah dituturkan seorang Ibu dalam buku Chicken Soup for the Couple
Soul, tubuh Ibu yang lemah tadi bisa menyelamatkan suaminya dari serangan
beruang besar dan ganas. Tadinya ia takut melawan beruang tadi. Akan tetapi,
karena suaminya adalah satu-satunya kekayaan yang paling berguna, maka dia lawan
dengan penuh kemampuan. Entah dari mana datangnya keajaiban, beruang besar tadi
lari ketakutan melihat perlawanan wanita lemah tadi.

Anda bebas memilih, antara percaya atau tidak percaya. Yang jelas,pengalaman
saya bersama Ayah tercinta menunjukkan, cinta menaburkan keajaiban di mana-mana.
Teriring cinta buat Ayah tercinta, Kahlil Gibran pernah menulis: "Kenangan
adalah anugerah Tuhan yang tidak dapat dihancurkan oleh maut."



---------------------------------------------------------------------
Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
---------------------------------------------------------------------
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.alumni-akabogor.org/
Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/

Kirim email ke