Dear all,

Terimakasih juga buat k'rizqi, telah mengingatkan saya...

Saya mohon maaf buat rekan2 alumni semuanya, tidak ada maksud lain di balik
artikel yg saya kirim (saya hanya turut meramaikan saja). Seandainya ada yg
kurang berkenan saya mohon di maafkan.

Terimakasih.

 

Salam,

dewita

 

-----Original Message-----
From: Rahman, Rizqi (HID) [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, June 18, 2004 1:49 PM
To: Dewita Purnawanti, Fuchs-ID
Subject: RE: [AKA Bogor] Bikin Otak Kita Sehat... 

 

Thanks atas artikelnya Dewi.....N thanks juga atas aktifnya kamu di MILIS
kita yang tercinta ini......

 

Tapi kalo boleh kasih saran sedikit, gimana seandainya kalo kamu lebih
sedikit selektif dalam mengirim email...maksudnya Tolong dipikirkan juga
bagaimana seandainya bila saya mengirim email ini apakah nanti ada yg akan
tersinggung atau tidak....??? karena mILIS kita ini anggotanya heterogen
alias campuran dari bermacam agama dan Ras.

 

(kejadian di atas pernah terjadi beberapa waktu yang lalu, pada saat
ramainya kampanye pemilu....yang akhirnya mengakibatkan anggota kita ada
yang MenGundurkan Diri...) 

 

Thanks for Ur  attention..... Tetap Active!!,,,, Oceh Wi

 

See U di email kamu selanjutnya.......

 

Best Regards

Riz-Q

-----Original Message-----
From: Dewita Purnawanti, Fuchs-ID [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 18, 2004 10:07 AM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: [AKA Bogor] Bikin Otak Kita Sehat... 

 

Ada artikel dari Teman.... 

Bikin Otak Kita Sehat... 

Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia),
sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan
sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)". Hadist Riwayat
Tabrani. 

Sholat itu Bikin Otak Kita Sehat "Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan
Berkurbanlah" (Q.S Al Kautsar:2) 

Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua
rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya.
Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ? 

Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang
di temuinya didalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut
sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. 

Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin
pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu itu telah membukasebuah klinik
yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan melalui
Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat
didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan
sebagainya. 

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor
tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat
beberapa urat saraf didalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah.
Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi
secara yang lebih normal. 

Setelah membuat kajian yang memakan waktu akkhirnya dia menemukan bahwa
darah tidak akan memasuki urat saraf didalam otak tersebut melainkan ketika
seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut
memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan
memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang
diwajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah. 

Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat
menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena
itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam
"sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh
Allah dengan agamanya yang indah ini. 

Kesimpulannya : 

Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi lagi
bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal
tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan
di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia
ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal hal yang
bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui
perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak
mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan Secara lebih normal.
Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat
saat ini. 

Kirim email ke