Pembentukan Karsinogen Dalam Makanan

TERNYATA reaksi yang menyebabkan makanan berasa enak dan berwarna menarik
pada saat yang sama juga memungkinkan terbentuknya bahan karsinogen. Karena
itu, makanan cepat saji (fast food) yang kian populer jangan dikonsumsi
berlebihan.

Ada berbagai alasan di balik itu. Kelebihan kalori dan kandungan lemak yang
tinggi adalah di antaranya. April lalu ilmuwan-ilmuwan dari Swedia
menambahkan alasan mengapa makanan seperti french fries dan potato chips
harus hati-hati dikonsumsi. Ternyata, makanan yang kaya karbohidrat bila
dipanaskan dapat mengandung akrilamida, senyawa yang diketahui menyebabkan
kanker pada tikus.

Namun, saat itu bagaimana proses terbentuknya akrilamida masih belum jelas.
Kini, majalah Nature-dalam edisi 2 Oktober 2002-menurunkan dua artikel hasil
penelitian ilmuwan di Inggris dan Swiss yang mengungkap proses produksi
akrilamida.

Selama proses memasak, asam amino (bahan penyusun protein) dan gula dapat
bereaksi melalui apa yang dikenal dengan reaksi Maillard. Reaksi ini
ditemukan pertama kali oleh Maillard pada awal abad ke-20, saat ia ingin
meneliti bagaimana asam-asam amino berikatan membentuk protein.

Maillard menemukan itu saat memanaskan campuran gula dan asam amino.
Campuran berubah warna menjadi kecoklatan. Reaksi berlangsung dengan mudah
pada suhu antara 150-260 derajat Celcius, kira-kira suhu pemanasan saat
memasak. Tetapi hubungan antara reaksi Maillard dengan perubahan warna dan
cita rasa makanan baru diketahui tahun 1940.

PARA prajurit di Perang Dunia II mengeluhkan serbuk telur (mereka diberi
ransum telur dalam bentuk serbuk) yang berubah warna menjadi coklat dan
rasanya tidak enak. Setelah diteliti, ada hubungan erat antara perubahan
warna menjadi coklat dan perubahan rasa itu.

Walaupun serbuk telur disimpan di suhu ruang, konsentrasi asam amino dan
gula yang tinggi memungkinkan reaksi Maillard terjadi. Sejak itu diketahui,
misalnya, bahwa pada saat memasak daging, ada hubungan antara perubahan
warna coklat dan perubahan cita rasanya. Kini bahkan diketahui bahwa cita
rasa dan aroma daging panggang ditimbulkan tidak kurang dari 600 senyawa.

Pekerjaan kedua tim ini menyebutkan bahwa reaksi Maillard seringkali dapat
menghasilkan akrilamida juga. Donald S Mottram dari University of Reading,
mereaksikan asparagin (salah satu jenis asam amino) yang merupakan 40 persen
asam amino dalam kentang dengan glukosa. Mereka menemukan bahkan pada suhu
100 derajat Celcius pun telah cukup untuk menghasilkan akrilamida. Jumlah
akrilamida yang diproduksi akan meningkat tajam di atas 185 derajat Celcius.

Tim kedua yang diketuai oleh Richard T Stadler dari Nestle Research Center
di Lausanne, Swiss, menyimpulkan hal yang sama setelah menguji 20 asam amino
pada suhu tinggi. Makanan lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti
gandum dan sereal, juga kaya akan asparagin dan mungkin akan bereaksi mirip
bila dipanaskan.

Efek akrilamida pada manusia memang belum jelas, namun untuk tikus dan lalat
buah positif menimbulkan kanker bila dikonsumsi dalam jumlah 1.000 kali diet
rata-rata. WHO telah mendaftar akrilamida sebagai senyawa yang "mungkin
karsinogenik bagi manusia" dan sedang mengoordinasikan riset untuk meneliti
lebih jauh.

Dengan mengetahui pengaruh panas pada makanan yang dapat menghasilkan
akrilamida, mungkin arah selanjutnya adalah menggunakan bahan yang kandungan
asparaginnya rendah atau memodifikasi reaksi Maillard. Yang jelas, mari
kembali pada cara makan yang sehat dan seimbang, termasuk banyak makan buah
dan sayur.

(Oleh Ismunandar, Dosen Kimia Institut Teknologi Bandung)

Kirim email ke