|
Seks Bebas
18
Juni 2004 14:50:00 Mataram-RoL-- Tokoh perempuan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Anie Razak menyatakan prihatin terhadap hasil polling seks bebas di lingkungan mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Mataram (Unram) yang dilakukan majalah kampus Marginal.
"Kesimpulan polling bahwa 24 persen mahasiswa FE Unram sudah tidak perawan merupakan gambaran keprihatinan yang perlu diwaspadai para orangtua dalam era globalisasi sekarang ini," katanya kepada wartawan di Mataram, Jumat.
Menurutnya, hasil polling yang dilakukan majalah kampus tersebut merupakan realita dari dampak globalisasi yang tidak mungkin dihindari, dan ini menuntut para orangtua untuk lebih mewaspadai putrinya.
Pergaulan yang kian bebas sekarang ini telah melanda semua kota besar, tidak hanya terjadi di a Mataram saja, tetapi hampir seluruh penjuru dunia. Pengaruh media massa terhadap pergaulan yang meninggalkan nilai-nilai atau norma-norma sosial, moral serta agama sangat besar dan sulit untuk dibendung.
Dikatakannya, meskipun hasil polling tersebut sifatnya terbatas hanya dilakukan di kalangan mahasiswi FE Unram, namun hasil tersebut merupakan sampel yang bisa menggambarkan realita sebenarnya. Bisa jadi, katanya, bila polling serupa dilaksanakan secara meluas di seluruh kampus perguruan tinggi di daerah ini atau masyarakat umum, hasilnya akan lebih mengejutkan.
"Hasil polling demikian itu tidak perlu menimbulkan pro dan kontra, tetapi harus disikapi secara arif oleh semua elemen masyarakat yang ada. Sebab dengan dieksposenya hasil polling itu, para orangtua dapat lebih berhati-hati," katanya. Mengenai timbulnya keresahan bagi para orangtua terhadap hasil polling tersebut, Anie menegaskan hal demikian sudah menjadi resiko kehidupan.
Masyarakat sekarang pun perlu mengetahui realita yang terjadi. "Akan lebih buruk membiarkan masyarakat kita tidak tahu kenyataan yang terjadi, daripada mewaspadai apa yang sudah terjadi itu," katanya. Menjawab pertanyaan wartawan, ia menyatakan pihaknya belum tahu pasti apakah responden mahasiswi yang dijadikan objek polling itu adalah mereka yang tinggal di tempat kos, artinya berpisah dengan orangtuanya.
Kalau hasil polling itu dilakukamn terhadap anak-anak kos, maka perlu ada aturan dan pembinaan yang lebih ketat terhadap mereka. "Tetapi bila hasil polling itu juga menyangkut para mahasiswi yang tinggal bersama orang tuanya, kita sangat prihatin dan tidak ada alasan lagi bagi para orangtua untuk masa bodoh," demikian Anie Razak. ant/abi Berita
ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id |
****** Message from InterScan E-Mail VirusWall NT ****** ** No virus found in attached file noname.htm ** No virus found in attached file noname.htm ***************** End of message ***************
--------------------------------------------------------------------- Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR --------------------------------------------------------------------- Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Website : http://www.alumni-akabogor.org/ Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/
