Teman2, saat ini saya sangat memerlukan informasi supplier unruk Phenol
eks Jepang untuk quantity 20 ton/bulan, temen2 yang punya link untuk
fenol tersebut bisa minta tolong untuk informasinya

-----Original Message-----
From: Basri Hamdani [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, July 02, 2004 8:41 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [AKA Bogor] Antara Iacocca, Hatta, dan Otto Rehhagel


Cross posting dari mailing list  Teknik Kimia UGM, 
 
wassalam,
Dani
TI 95
AKA 98

-----Original Message-----
From: Edy Pratolo

Antara Iacocca, Hatta, dan Otto Rehhagel *)
------------------------------------------------------------------------
----
                             Oleh Edy Pratolo


Saya ingat Lee Iacocca, pria berdarah italia yang tercatat sebagai CEO
terbaik sepanjang sejarah Amerika Serikat. Memulai karirnya sebagai
insinyur mesin di Ford Motor Company, Iacocca diangkat menjadi Presdir
Ford di th 1970 pada umur 46 th. Saat itu Ford adalah company terbesar
kedua di AS setelah General Motors. Tapi apa yg fenomenal dari alumni
Lehigh University ini bukanlah prestasinya di Ford, tapi apa yang
dilakukannya pada Chrysler Corp.


Mengundurkan diri dari Ford di th 1978, Iacocca bergabung dengan
Chrysler sebagai Presdir. Di tahun tsb perusahaan manufaktur vehicle
nomer 3 terbesar di AS itu mengalami kerugian 205 juta dollar. Untuk
itulah Iacocca
direkrut: menyelamatkan Chrysler yg sedang karam! Dua tahun berikutnya,
Chrysler rugi 1097 juta dan 1710 juta dollar, keadaan yg membuat Iacocca
panik dan nyaris putus asa. Kondisi perusahaan itu lebih buruk dari yg
ia kira. Saking buruknya, di tahun 1980 itu pula tak ada satu bank pun
di AS yg mau memberi pinjaman pada Chrysler. Chrysler terancam pailit
dan 600.000 karyawannya akan menganggur.


Maka pergilah Iacocca ke Kongres, sendirian. Dilakukannya apa yg selama
ini diharamkan di negara kapitalis liberal seperti AS: mencari pinjaman
dari pemerintah. Melalui kecaman pers dan hujatan kongres, akhirnya
didapatkannya apa yg dibutuhkannya utk menyelamatkan Chrysler.


Dan mulai hari itulah, catatan sejarah dibuatnya. Di tahun itu, 1981,
Iacocca mengumumkan kebijakannya yg kontroversial: pemotongan gaji
karyawan demi efisiensi. Dimulai dari pemotongan gajinya sendiri menjadi
1 dollar setahun. Anda tidak salah baca, ya US$ 1 setahun! Dan pers AS
mencatat bahwa ini bukan bualan. Simak apa yg ditulis Iacocca dalam
otobiografinya. "Kepemimpinan berarti memberikan contoh dan teladan.
Kalau Anda menjadi pemimpin, orang akan mengikuti Anda. Dan ketika sang
pemimpin bertindak, orang-orang memperhatikannya."


Di tahun tsb, kerugian Chrysler dpt dikurangi menjadi US$ 476 juta, dan
tiga tahun berikutnya, 1984, Chrysler sudah membukukan keuntungan US$
2380 juta, menyalip Ford Motor Company. Benar, inilah yang membuat
Iacocca dicatat dalam sejarah AS: dalam 6 th dibawanya Chrysler dari
company yang nyaris bangkrut menjadi company terbesar kedua setelah
General Motors. Iacocca dikenang sebagai CEO dengan manajemen krisis
terbaik di dunia, sampai sekarang.


                                                ***


Saya ingat Mohamad Hatta. Peletak dasar perekonomian Indonesia yg
dikenang sebagai Bapak Koperasi. Konsep ekonomi yg digagasnya adalah
ekonomi berkemandirian (self relince) dan berlandaskan pada keinginan
utk menolong diri sendiri (self help). ''Cita-cita koperasi Indonesia,"
tulisnya,"menentang individualisme dan kapitalisme secara fundamental.
Paham koperasi Indonesia menciptakan masyarakat yang kolektif, berakar
pada adat istiadat hidup Indonesia yang asli, tetapi ditumbuhkan pada
tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan kehendak zaman." Karena
menurutnya, nasib orang banyak harus ditentukan oleh orang banyak pula,
tidak oleh satu golongan kecil yang berbahagia.


Akan tetapi, ekonom yg dikenal amat bersahaja dalam hidupnya ini
tidaklah alergi pada bantuan modal asing. Apabila modal nasional tidak
mencukupi, "barulah kita meminjam tenaga dan kapital asing." Sedangkan
investasi asing (foreign direct investment) adalah jalan keluar
terakhir, "dengan syarat-syarat yang ditentukan oleh pemerintah
Indonesia."


Jika saja Hatta masih bisa membaca surat kabar di tahun-tahun terakhir
ini, tentu ia akan sudah mengirim tulisan kolom ke media massa tentang
keprihatinannya pada pengobralan asset nasional secara besar-besaran
lima tahun terakhir.


                                                ***


Saya ingat Salahuddin Al Ayyubi, atau lebih dikenal sebagai Saladin.
Kisah Saladin adalah kisah peperangan. Tapi sebagian besar kisah
Saladin, yg tersebar di sejarah Barat maupun di Timur dari sejarah
Perang Salib, adalah juga kisah tentang seorang pemberani sekaligus
berhati lembut, yg sebenarnya tak ingin menumpahkan darah.


Ketika Saladin hendak menyerbu Jerusalem di musim panas 1187, ia beri
kesempatan penguasa Kristen kota itu utk menyiapkan diri agar bisa
melawan pasukannya dgn terhormat. Dan ketika pasukan Kristen itu
akhirnya kalah juga, yg dilakukan Saladin bukanlah menjadikan penduduk
Nasrani budak-budak. Saladin membebaskan mereka tanpa dendam, meskipun
dulu, di tahun 1099, ketika pasukan Perang Salib dari Eropa merebut
Jerusalem, 70 ribu orang muslim kota itu dibantai, dan orang Yahudi
digiring ke Sinagog utk dibakar.


Kala Raja Richard The Lionheart sakit dalam pertempuran melawannya,
Saladin mengiriminya buah pir yg segar dalam salju, dan juga seorang
dokter. Lalu perdamaian pun ditandatangani, 2 September 1192, dan pesta
diadakan dengan pelbagai pertandingan. Orang Eropa pun takjub bagaimana
Islam bisa melahirkan orang sebaik itu. "Anakku," konon begitulah
pesannya kpd anaknya Az-Zahir, menjelang wafat,"Jangan tumpahkan darah,
sebab darah yg terpercik tak akan tertidur."
                                                ***
Saya teringat mereka lagi, ketika saya akan memutuskan pasangan mana yg
harus saya pilih 5 Juli nanti. Saya teringat figur mereka: seorang
manajer yg berani mengambil resiko dihujat dan dikecam, dan dipotong
gajinya, untuk sebuah tujuan mulia. Seorang pemikir yang jujur dan
bersahaja, yang mengutamakan kepentingan rakyat banyak. Dan seorang
pemimpin umat yang berani -tak takut pada apa pun kecuali
Allah- yg berhati lemah lembut, mengayomi umat lain, dan menghormati hak
lawan-lawannya.

Tentu saja, tak ada gambar Iacocca, Hatta, dan Saladin pada kertas suara
nanti. Tapi jika saya nanti memilih pasangan nomer 3, itu bukan karena
mereka figur yg sempurna. Tetapi lebih karena: tak ada pasangan lain yg
lebih baik dari pasangan nomer 3. Tak ada calon lain yang mengingatkan
saya pada Iacocca, Hatta, dan Saladin, seperti pasangan nomer 3. Adapun
Otto Rehhagel? Saya cuma ingin mengutip ucapannya pagi ini, "Yunani
pantas maju ke babak final!" Ya. Pasangan nomer 3 pantas maju ke babak
final.


------------------------------------------------------------------------
----
------------------------------------------------------------------------
----
-------------------------------------------
*) Sebuah Kampanye Putaran Pertama Pamungkas menjelang 3 even penting:
1. Pemilu 5 Juli; 2. Final Euro 2004; dan 3. Cuti tahunan pertama saya
;-) Permintaan maaf saya pada teman2 di milis ini, jika selama 2 bln
terakhir kampanye saya ada yg menyinggung perasaan. Bagaimanapun, saya
berusaha menjaga etika dan objektifitas: saya tidak menulis/memforward
kecuali
(berdasar) fakta, saya juga tidak memforward email2 berisi analisa2
spekulatif yang tidak jelas sumbernya. Jika ada khilaf, itu krn saya
orang biasa. Sampai jumpa di Putaran Kedua. Insya Allah.



                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!

---------------------------------------------------------------------
Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
---------------------------------------------------------------------
Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.alumni-akabogor.org/
Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/

Kirim email ke