Kalau tidak salah peraturan untuk milist ini (AKA Bogor) anggota boleh kirim email yang tidak "berbau" SARA dan juga politik. Or maybe I misunderstood. Keep in mind that the boundary of freedom is freedom itself.
"Dewita Purnawanti, Fuchs-ID" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >-------- Original Message -------- > >Rahasia Pengharaman Babi > > >Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang >sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi >sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka. > >Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika >Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka bertanya kepadanya mengenai >rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian >(umat Islam) mengatakan bahwa babi haram. Antara lain ia memakan sampah yang >mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu >sekarang ini sudah tidak ada. Babi diternak dalam peternakan modern, dengan >kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana >mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba >lainnya.?" > >Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan >kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan >beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina. > >Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" Beliau menjawab, >"Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu rahasia." > >Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar >melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu >kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk >mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari >keduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam >tersebut. > >Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan >bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan. Babi >jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat >seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk >menjaga babi betina dari temannya. > >Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh 'ghirah' >orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari >kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa >cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya >bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan >was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang >memakannya." > >Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. >Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran >di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi >orang yang ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya >sendiri agar mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan >memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih >dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit >ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang >yang memakannya. > >Itulah hukum Allah, seperti itulah hikmah Allah. Ilmu pengetahuan modern >telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging >babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim >Jerman, dalam bukunya: "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", >halaman 130-131: > >"Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, >tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan >memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan >kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. >Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan >berkembang pada musim panas karena medium babi?" > >Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihdt fi at Tafsr al Qur'an al >Karm, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging >babi: "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea >lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi >daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum >terbebaskan dari cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan oleh >daging babi banyak sekali, di antaranya: > >Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus; > >Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi. > >Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan >kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan >persendian. > >Penyakit pengelupasan kulit. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia. > >Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi. > >Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan >lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau >makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya >lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan >memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. >Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau >tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa >dimakan di hadapannya. > >Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian >memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan. Ia >adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam >jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan >babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penelitian ilmiah modern di dua >negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia -Cina mayoritas penduduknya >penyembah berhala, sedangkan Swedia mayoritas penduduknya sekular- >menyatakan: daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus dan >kolon. > >Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan >babi, meningkat secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan >Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di >negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil >penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia >tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo. > >Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi. >Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, >namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa >jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya >disiram dengan lemak babi. Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak >hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali >setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, >sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan >tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan >daging dan lemak babi. > >* * * > >Dari buku, Hidangan Islami: >Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari`at dan Sains Modern > >Penulis: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid >Penerjemah: Abdul Hayyie al Kattani, Cet : I/1997 >Penerbit: Gema Insani Press >Jl. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740 >Telp. (021) 7984391-7984392-7988593 >Fax. (021) 7984388 > >_________________________________________________________________ >Protect your PC - get McAfee.com VirusScan Online >http://clinic.mcafee.com/clinic/ibuy/campaign.asp?cid=3963 > __________________________________________________________________ Switch to the New Netscape Internet Service. As low as $9.95 a month -- Sign up today at http://isp.netscape.com/register Netscape. Just the Net You Need. New! Netscape Toolbar for Internet Explorer Search from anywhere on the Web and block those annoying pop-ups. Download now at http://channels.netscape.com/ns/search/install.jsp --------------------------------------------------------------------- Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR --------------------------------------------------------------------- Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Website : http://www.alumni-akabogor.org/ Archive : http://www.mail-archive.com/[EMAIL PROTECTED]/
