Diambil dari Koran Tempo tgl 28 Des 04.
Berdasarkan polanya diperkirakan gempa yang lebih besar lagi dapat terjadi 
disekitar Kepulauan Mentawai..
 
Wassalam,
Dani
 
INIKAH GEMPA ITU?
 
Sekitar 171 tahun lalu terjadi gempa dengan kekuatan 9,0 SR di perairan 
Mentawai, tak jauh dari pusat gempa berkekuatan sama pada dua hari lalu. Gempa 
tahun 1833 yang menimbulkan Tsunami hebat itu tak terdokumentasi, tapi terumbu 
karang di sekitar Mentawai menyimpan catatan kejadian itu pada pola-pola 
pertumbuhannya. Ilmuwan Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI bekerjasama dengan  
Tectonic Observatory, California Institute of Technology (Caltech), Amerika, 
berhasil menterjemahkan catatan itu. Terjemahan itu klop dengan catatan 
terjadinya gempa misterius, entah dimana, oleh warga Singapura, pada 24 
November 1833.
Ternyata, gempa dengan kekuatan yang hampir sama itu juga terjadi pada 1608, 
dan 1381. Mereka kemudian menyimpulkan, di Mentawai ada siklus gempa besar tiap 
200-300 tahun (Koran Tempo, 2/11/2004). Tapi , Ahad (26/12) gempa hebat 
terjadi. Inikah gempa yang diramalkan itu?
 
MEMATIKAN
Bencana ini benar-benar besar. Sampai pukul 22.00 WIB, total korban diseluruh 
Asia Selatan menembus angka 20 ribu da terus bertambah-sebagian besar di Sri 
Langka (11 ribu) dan Aceh di urutan kedua (4.500). Para ahli juga merevisi 
hasil pengukuran kekuatan gempa. Kekuatan gempa pertama dan terkuat dari tujuh 
gempa pada dua hari lau itu 9 pada skala Richter-dari sebelumnya 8,9.
 
LANGGANAN GEMPA
Bukan tanpa sebab Kepulauan Mentawai. Nias dan Pulau Sumatera menjadi langganan 
gempa. Gempa di tempat itu bersumber pada dua zona gempa besar, yaitu Zona 
Subduksi Lempeng yang terletak di bawah Kepulauan Mentawai dan Kepulauan Nias, 
serta Zona Patahan Sumatera yang terletak di sepanjang Bukit Barisan.
 
WASPADA SIBERUT
Penelitian LIPI dan Caltex memunculkan kemungkinan mengerikan yang bisa terjadi 
di bawah Pulau siberut. Dari catatan pada pertumbuhan terumbu karang, kata 
salah satu peneliti itu, Dr.Ir.Danny H. Natawidjaja, M.Sc, gempa besar terakhir 
di sana terjadi pada pertengahan 1600-an. Artinya sumber gempa besar di bawah 
pulau ini sudah bertiwikrama-mengumpulkan kekuatan-selama 400-an tahun. "Ini 
membuat kami curiga bahwa sumber gempa di bawah Pulau Siberut ini bisa jadi 
calon gempa besar yang akan disusul gempa besar di Pulau-pulau Pagai dan di 
Pulau Nias," kata Danny.
 
PATAHAN SUMATERA
Dari catatan sejarah dan rekaman seismograf, rata-rata gempa besar terjadi satu 
kali setiap dasawarsa. Gempa besar selama dasawarsa terakhir terjadi dua 
kali-pada 1994 di Liwa, Lampung, (skala Magnitudo 6,9) dan di Kerinci (7,1 pada 
skala Richter)
 
 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.

Kirim email ke