Info dari milis tetangga

From: "Farid Gaban" <[EMAIL PROTECTED]>

> Rekan-rekan,
>
> Saya menerima banyak sekali kesediaan menjadi sukarelawan untuk
> menerjemahkan informasi dari Aceh ke dalam Bahasa Inggris. Terima kasih. 
> Beberapa teman sudah memperoleh tugas, namun masih banyak yang belum. Kini 
> kami justru tersendat mengumpulkan informasi dari lapangan, khususnya 
> Meulaboh.
>
> Ada beberapa kesulitan yang kami hadapi:
>
> 1. Pesawat yang sedianya membawa tim telekomunikasi tadi malam, tertunda 24 
> jam keberangkatan, menjadi nanti malam. Itupun kalau tak tertunda lagi. 
> Seperti kita tahu traffic Bandara Halim Perdanakusumah - Polonia - Banda Aceh 
> sangat padat. Padahal pesawat itu pun harus menjalani rute Halim - Kuala 
> Lumpur - Banda Aceh.
>
> 2. Kami inginnya berangkat langsung ke Medan, dan kemarin kami harus menunda 
> permintaan pesawat kecil dari Medan - Meulaboh yang sebenarnya sudah 
> dipersiapkan Uni Lubis (TV7). Keinginan ke Medan terbentur oleh keinginan Tim 
> Kesra-Blora Center yang memprioritaskan peralatan telekomunikasi ke Banda 
> Aceh dan Lhokseumawe. Padahal, menurut saya, listrik dan telekomunikasi di 
> Banda Aceh - Lhokseumawe sudah mulai membaik meski mungkin masih minimal. 
> Meulaboh masih blank sama sekali. Namun, saya belum berhasil meyakinkan tim 
> untuk memprioritaskan Meulaboh.
>
> 3. Keberangkatan malam ini mungkin masih tertunda jika Presiden Susilo 
> Bambang Yudhoyono berkeras bertahun baru di Meulaboh seperti yang saya 
> dengar. Pengurusan perjalanan presiden akan mengalahkan banyak hal, prioritas 
> perjalanan dan sumber daya birokrasi. Padahal, kalau dia masuk Meulaboh, tak 
> akan banyak bisa dia lakukan, kecuali hanya menunjukkan simpati dan disorot 
> televisi.
>
> 4. Jikapun tim kami bisa mencapai Medan, ada kesulitan yang menghadang. 
> Menurut informasi yang kami terima, terbang ke Meulaboh harus ada clearance 
> dari militer. Alasannya, "masih banyak GAM ada di sana". Jika informasi ini 
> benar, dan tolong teman-teman wartawan lain melakukan konfirmasi, saya kira 
> inilah masalah utama kita sejak Day One (hari pertama bencana). Darurat sipil 
> adalah faktor terpenting yang menghambat pertolongan kepada para korban yang 
> selamat, hingga hari ini, hari kelima.
>
> 5. Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menyatakan itu daerah terbuka bagi 
> siapapun. Namun, bahkan jika itu benar, keputusan pemerintah ini belum sampai 
> level bawah. Saya menghimbau, please, please, please, Presiden Yudhoyono atau 
> Panglima TNI untuk men-declare secara terbuka dan sekeras-kerasnya kepada 
> publik Indonesia dan dunia bahwa darurat sipil sudah dicabut dan tidak ada 
> lagi persoalan dengan itu.
>
> 6. Ketakutan masih adanya GAM, bahkan jika masuk akal, menghambat arus 
> sukarelawan ke situ. Menurut informasi yang kami peroleh dari anggota DPR RI 
> yang berkunjung ke Aceh dua hari menjelang bencana, Kapolda/Pangdam setempat 
> melaporkan hanya 4 dari 21 kabupaten di Aceh yang dianggap rawan GAM. Empat 
> kabupaten itu memang hampir semua berada di Aceh Barat, Meulaboh dan 
> sekitarnya, yang terkena dampak terparah tsunami ini. Baik TNI/Brimob maupun 
> GAM yang bermarkas di situ sangat besar kemungkinan meninggal semuanya. Jika 
> pun selamat, melihat skala kerusakan dan tragedi yang ada, saya yakin meraka 
> akan berangkul-rangkulan melupakan kebencian satu sama lain. Ketakutan adanya 
> GAM adalah ilusi orang-orang Jakarta/Medan.
>
> Sementara itu dulu. Sekali lagi terima kasih telah bersedia mendaftar sebagai 
> penerjemah. Nama Anda sudah kami catat, demikian pula email dan nomor kontak. 
> Namun, kini kami memprioritaskan usaha agar tim kami bisa masuk ke Meulaboh 
> dan men-setup alat komunikasi di sana.
>
> salam,
> Farid Gaban

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Send holiday email and support a worthy cause. Do good.

Kirim email ke