Dear all Thanks atas semua tanggapannya. Banyak yang tanya ttg proses pembuatanm tapi sayang saat ini saya belum punya prosesnya. Mungkin bisa tanya ke Deptan or LIPI. Perlu diketahui saat ini ada exportir yang mencari papain 1 ton per bulan sedangkan seorang rekan hanya bisa mensuplai 50 Kg/bulan so masih terbuka peluang besar. sangat disayangkan si rekan ini tdk mau membuka proses pembuatan papain. Mungkin yang tertarik dgn papain harus usaha lebih keras kali yaa. Untuk pak Ahmad, saya bukan istrinya pak Tubagus, saya belum nikah, mungkin mba Menik yang dimaksud bukan saya. Ok gitu dulu info ya, Ditunggu kabar baiknya. Wass Menik SK �93
> -----Original Message----- > From: Menik Sri Kusumartiningsih > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Saturday, March 12, 2005 1:42 PM > To: [email protected]; > [EMAIL PROTECTED] > Subject: [AKA Bogor] papain lagi > > > Getah pepaya, potensi ekonomi terabaikan > > Lemahnya usaha pertanian Indonesia dalam menggali > nilai tambah apapun komoditasnya, nyaris selalu > mengandalkan produk primer. Begitupun untuk pepaya > yang getahnya (papain) mempunyai banyak manfaat, > tetapi persoalannya petani kita jarang tahu tentang > potensi getah pepaya tersebut apalagi proses > pembuatannya. Padahal berdasarkan data FAO, > Indonesia > merupakan negara penghasil pepaya keempat terbesar > di > dunia setelah Brasil, Meksiko dan India. > > Jakarta (CPAS)Malang Selatan bukan saja dikenal > sebagai daerah penghasil kopi, tetapi di tiga > wilayah > yaitu Dampit, Gondanglegi, dan Turen bisa ditemui > bentangan kebun pepaya. Tiga daerah itu merupakan > sentra produsen pepaya di Jawa Timur. Setiap hari > dari > sana sebanyak 100 truk pepaya yang dikirim ke > Jakarta. > Ada yang didistribusikan ke Pasar Cibitung, Kramat > Jati hingga ke Muara Angke. Tujuan distribusi ini > sangat tergantung dari juragan yang mengirimnya. > Sedikitnya 20 juragan besar yang mengeruk uang dari > tata niaga pepaya itu. Tak mengherankan bila > penanda, > seorang juragan pepaya memiliki rumah yang > magrong-magrong. Maklumlah, jerih payah mereka > membangun jaringan dagang itu memberikan peluang > untuk > memperoleh untung relatif tinggi. Namun selama ini, > budi daya pepaya hanya lebih ditujukan untuk > konsumsi > buah segar saja. Ini bisa dimaklumi karena daya > serap > pasar masih terbuka lebar. Ini ditunjukkan dari > konsumsi per kapita sebesar 2,86 kg pepaya per > tahun. > Prediksi angka itu terus bertambah, walau masih > lebih > kecil dibandingkan beberapa negara tetangga. > Malaysia > saja diperkirakan sudah di atas enam kilogram. > Tetapi > masalah utama usaha pertanian di Indonesia adalah > lemahnya upaya menggali nilai tambah. Apapun > komoditasnya, nyaris selalu mengandalkan produk > primer. Mulai dari sawit yang mengandalkan crude > palm > oil (CPO) hingga hasil perikanan yang lebih sering > dijual segar. Begitupun untuk pepaya. Keahlian > petani > untuk memetik nilai tambah yang dimaksud relatif > kecil. Akibatnya, mana kala buah segar pepaya > membanjiri pasar maka hargapun anjlok, sehingga > petani > lebih memilih membiarkan buah membusuk lantas > dibuang > begitu saja. Pada sentra produksi cerita semacam ini > senantiasa terjadi.Idealnya petani pepaya itu > melakukan diversifikasi produk dengan memilih > beberapa > pohon untuk dihasilkan getah (papain).Tapi > persoalannya petani relatif jarang tahu tentang > potensi getah pepaya tersebut apalagi proses > pembuatannya. Padahal Departemen Pertanian (Deptan) > sudah melakukan sosialisasi nilai ekonomis papain, > tetapi hanya kalangan tertentu saja yang bisa > memahaminya.Berdasarkan situs resmi Deptan, papain > itu > mempunyai banyak manfaat. Produk itu kerap dicari > untuk digunakan sebagai pelunak daging, pembuat > konsentrat protein, pelembut kulit, antidingin, > bahan > obat dan kosmetik, penggumpal susu dan keju, > konsentrat hingga perenyah kue. Pembuatan papain > juga > terhitung sederhana. Petani cukup menderes batang > atau > buah, kemudian diproses dengan zat tertentu. Agar > produksi tetap terjaga kebersihannya, maka perlu > memperhatikan peralatan yang digunakan. Misalnya > perlu > sterilisasi pisau sadap, dan peralatan lain macam > ember, penampung getah, loyang, alat pengering > hingga > saringannya. Getah hasil sadapan itu diolah dulu > dengan bahan penolong berupa air, NaHSO3 dan > Na4S4O6. > Hasil olahan itulah yang siap dilempar ke pasar. > Hingga kini pasar menyerap produk padat maupun cair. > Kualitas juga beragam. Ada yang disebut crude papain > (papain kasar), refined papain (papain bersih) dan > pure papain (papain murni). Jenjang mutu ini > diperoleh > sesuai cara olahan tadi. Belum ada statistik > kebutuhan > riil dunia. Tetapi laporan dari sejumlah pengimpor > bahwa kebutuhan tak pernah bisa ditutupi produksi, > sehingga harga jadi terdongkrak. Di dalam negeri > saja > harga papain sudah melebihi Rp.300.000 per kilogram. > Sejauh ini pasar tradisional adalah AS, Inggris, > Belgia dan Belanda. Pasar ini dimanfaatkan oleh > produsen papain dari Sri Lanka, Uganda, Tanzania, > Meksiko, Brasil dan Argentina. Dalam setahun > negara-negara itu bisa menghasilkan sedikitnya 275 > ton > papain. Indonesia belum tercatat dalam bisnis papain > ini, padahal berdasarkan data FAO, Indonesia > merupakan > negara penghasil pepaya keempat terbesar di dunia > setelah Brasil, Meksiko dan India. (frm) > > Dear all, > Gimana setelah baca artikel tadi? Menarik bukan? > Hayo > siapa yang berani menerima tantangan ini? Produksi > papain sebesar2nya. Nanti produknya aku tampung. > Ku tunggu siapa yang berani ya... > Best regards, > Menik SK '93 > > > > > > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. > Learn more. > http://info.mail.yahoo.com/mail_250 > > ----------------------------------------------------------------- > ---- > Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh > civitas > AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR > ----------------------------------------------------------------- > ---- > Unsubscribe, e-mail: > [EMAIL PROTECTED] > Untuk melihat perintah, e-mail: > [EMAIL PROTECTED] > Website : http://www.alumni-akabogor.org/ > Archive : > http://www.mail-archive.com/[email protected]/ > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR --------------------------------------------------------------------- Unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Untuk melihat perintah, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Website : http://www.alumni-akabogor.org/ Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
