Assalamu'alaikum wr wb....
Mungkin cerita ini dapat jadi bahan renungan... terutama bagi yang sedang
terlibat masalah (maaf bukannya nyindir)
Ada seorang sahabat berinisial S, menjabat sebagai General Manager pada sebuah
perusahaan asing yang bergerak di bidang radio panggil nasional. Suatu hari ada
seorang pelanggan yang memiliki posisi sangat penting di Medan, dan bekerja di
suatu lembaga keamanan nasional. Dia merasa kecewa dan sangat marah sekali
kepada perusahaan radio panggil tersebut karena sebuah rahasia pribadi telah
dibocorkan secara tidak sengaja oleh salah seorang operator radio panggil.
Pelanggan tersebut menuntut dengan memberikan dua alternative kepada
perusahaan, yaitu menutup kantor radio panggil tersebut atau memecat si
operator yang bermasalah itu. Kepala cabang wilayah Medan tidak bisa menangani
hal tersebut, karena sangat keras dan seriusnya masalah tersebut. Kemudia si
kepala cabang menghubungi S yang bertugas di Jakarta. Si S harus
mempertimbangkan tiga faktor pada saat bersamaan. Pertama, S harus
menyelamatkan perusahaan. Kedua, dia harus mampu menenangkan sang pelanggan.
Dan ketiga, dia jug
a harus
memperhatikan masa depan si operator bermasalah itu.
Keputusan yang diambil S adalah, si operator harus menjelaskan
permasalahan ini kepada sang pelanggan sekaligus meminta maaf. Kemudian karena
kesalahan dan kelalaian si operator maka S meminta agar dia mengundurkan diri,
dan si S mengeluarkan surat pemberhentian yang ditandatangani oleh operator itu
dan dirinya selaku General Manager. Kemudian S memberikan kesempatan kepada si
operator untuk bekerja kembali pada perusahaan, dengan syarat dia menemui dan
meminta maaf kepada si pelanggan, dan harus mendapatkan tanda tangan dari sang
pelanggan. S sebelumnya mengajarkan kepada si operator untuk berani minta maaf
dan berani bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuatnya secara
jantan. Dia harus menghadapi permasalahan ini.
Selanjutnya si operator menemui sang pelanggan. Ketika bertemu dia
langsung menjelaskan bahwa dialah yang bersalah telah membocorkan rahasia
tersebut secara tidak sengaja. Sang pelanggan langsung menampar wajah si
operator. Namun si operator tetap diam dan terus menunduk (sesuai anjuran S).
Lantas si operator mengatakan : �Saya minta maaf atas kesalahan saya. Saya
sekarang sudah diberhentikan dari perusahaan tempat saya bekerja di mana saya
mencari nafkah untuk anak dan istri saya.� Sang pelanggan tersebut langsung
melampiaskan kemarahannya dengan kata-kata kasarnya.
Setelah berlangsung lebih kurang satu jam, sang pelanggan tampak
merasa puas setelah melampiaskan uneg-unegnya. Si operator tetap diam seribu
bahasa, sesuai nasehat S sebelumnya. Setelah sang pelanggan diam dan mulai reda
amarahnya, si operator berkata lirih, �Pak, sekarang saya sudah meminta maaf
dan mengakui semua kesalahan saya. Sayapun sudah kehilangan pekerjaan sesuai
dengan permintaan Bapak. Namun saya amat membutuhkan pekerjaan itu untuk
menghidupi keluarga saya�Maafkanlah saya. Mohon dengan segala hormat kiranya
Bapak bersedia menandatangani surat yang saya bawa ini, bahwa saya telah Bapak
maafkan.� Sang pelanggan diam sejenak, menatap si operator yang kemudian
berkata : �Sini saya tandatangani!�
Setelah kejadian itu, keesokan harinya si operator langsung melapor
kepada S sambil memperlihatkan surat yang sudah ditandatangani secara kasar
oleh sang pelanggan. Operator tersebut langsung diterima kembali bekerja,
sesuai janji S, sang General Manager.
Dalam hal ini, S telah menyelamatkan tiga hal. Suatu keputusan yang
bijaksana. Ia tahu bahwa sebenernya manusia suka memaafkan apabila orang sudah
mengakui kesalahannya. Dan ia pun tahu bahwa sang pelanggan itu membutuhkan
perhatian, penghormatan dan sebuah penghargaan. Perusahaan harus tetap
diselamatkan karena menyangkut ratusan nasib karyawan dan masa depan operator
itu tetap diperhatikan. Inilah contoh prinsip berpikir 99 Thinking Hats. Thawaf
Suara Hati.
***Taatilah Allah dan Rasul-Nya. Jangan bertengkar, supaya jangan kamu gentar,
dan kekuatanmu hilang. Bersabarlah. Sungguh, Alah beserta orang yang sabar.***
(Q.S. 8 Surat Al Anfaal (Rampasan Perang) Ayat 46)
Take time to THINK. It is the source of power.
Take time to READ. It is the foundation of wisdom.
Take time to QUIET. It is the opportunity to seek God.
Take time to DREAM. It is the future made of.
Take time to PRAY. It is the greatest power on earth.
Wassalamu'alaikum wr wb....
With love
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com