FYI, Fiforward dari tetangga sebelah..
wassalam,
Dani
-----Original Message-----
From: Himawan Sutanto
Sent: Thursday, June 30, 2005 9:37 AM
Artikel yg menarik(kiriman ulya tentang penjajahan untuk indonesia), thanks bgt. Hal kayak gini biasa dikenal dengan konspirasi teori, kemudian oleh kelompok yg memang berkepentingan akan dibantah sebagai teori atau pandangan yg paranoid. Namun pada akhirnya memang terjadi.
Belakangan ini pikiran gw terus terusik dengan masalah kelangkaan BBM (di tanah air), dimana ujungnya adalah ketidak mampuan pertamina dalam menjaga pasokan dalam negri. Padahal sebagaimana kita ketahui bahwa pertamina sudah tidak lagi memegang peran di hulu. Mungkin agak membingungkan pada awalnya...emang apa hubungannya...ok, mari kita lihat otak-atik pemikiran gw (semoga aja salah).
Pertamina saat ini adalah prusahaan minyak biasa (hulu) jadi produksi nasional bukan lagi produksi pertamina(jd produksi minysk nasional tidak dapat dipakai sebagai jaminan utk impor minyak mentah&BBM).Produksi Minyak nasional sudah "dikuasai" oleh BP Migas, analisis trakhir yg dilakukan oleh Kurtubi(klo nggak salah) menyatakan bahwa LC pertamina tidak laku baik di dalam maupun di luar negri.
Hal ini antaralain disebabkan karena neraca pertamina belum seleai(padahal dulu nggak ada masalah), jd sebagai prusahaan biasa pertamina dianggap belum valid. Sementara disektor hilir yg harus menjamin pasokan BBM dlm negri, dikuasai oleh pertamina. Nah dari mana pertamina punya uang untuk beli minyak mentah&BBM, sementara produksinya saja cuman sekitar 100rb barel/hari (kebutuhan dlm negri sekitar 1 juta barel/hari). DPR dan beberapa ahli(termasuk kurtubi) memberi solusi bahwa pemerintah harus memberikan dana talangan untuk pertamina, padahal menurut gw, memang sudah seharusnya pemerintah yg kasih duitnya..kan hasil hinyak sekarang dah langsung disetor ke pemerintah (BP MIGAS). Ujungnya yg agak mengganggu adalah tinggal tunggu aja bahwa pertamina dah nggak mampu menjaga pasokan dalam negri, akhirnya sektor hilir pun harus dilepas. Nah, muncul deh pom-pom bensin caltex, total, BP dll.
Tapi blum cukup sampai disitu..krena bagaimana dengan harga jual...mana mau prusahaan tadi jual dengan harga yg ada sekarag(harga subsidi). Nah, brarti pilihannya kurang lebih ada 2, menaikan harga BBM menjadi sama dengan harga internasional(kayaknya nggak akan dipilih) atau tetap mensubsidi(ini yg menakutkan). Bila nanti tetap disubsidi, maka perusahaan2x minyak tersebut akan menikmati subsidi tersebutkan, yg harusnya dinikmati rakyat indonesia. Boleh percaya, boleh tidak. Semaga saja pemikiran iseng ini nggak kejadian, ..Thanks.
From: Himawan Sutanto
Sent: Thursday, June 30, 2005 9:37 AM
Artikel yg menarik(kiriman ulya tentang penjajahan untuk indonesia), thanks bgt. Hal kayak gini biasa dikenal dengan konspirasi teori, kemudian oleh kelompok yg memang berkepentingan akan dibantah sebagai teori atau pandangan yg paranoid. Namun pada akhirnya memang terjadi.
Belakangan ini pikiran gw terus terusik dengan masalah kelangkaan BBM (di tanah air), dimana ujungnya adalah ketidak mampuan pertamina dalam menjaga pasokan dalam negri. Padahal sebagaimana kita ketahui bahwa pertamina sudah tidak lagi memegang peran di hulu. Mungkin agak membingungkan pada awalnya...emang apa hubungannya...ok, mari kita lihat otak-atik pemikiran gw (semoga aja salah).
Pertamina saat ini adalah prusahaan minyak biasa (hulu) jadi produksi nasional bukan lagi produksi pertamina(jd produksi minysk nasional tidak dapat dipakai sebagai jaminan utk impor minyak mentah&BBM).Produksi Minyak nasional sudah "dikuasai" oleh BP Migas, analisis trakhir yg dilakukan oleh Kurtubi(klo nggak salah) menyatakan bahwa LC pertamina tidak laku baik di dalam maupun di luar negri.
Hal ini antaralain disebabkan karena neraca pertamina belum seleai(padahal dulu nggak ada masalah), jd sebagai prusahaan biasa pertamina dianggap belum valid. Sementara disektor hilir yg harus menjamin pasokan BBM dlm negri, dikuasai oleh pertamina. Nah dari mana pertamina punya uang untuk beli minyak mentah&BBM, sementara produksinya saja cuman sekitar 100rb barel/hari (kebutuhan dlm negri sekitar 1 juta barel/hari). DPR dan beberapa ahli(termasuk kurtubi) memberi solusi bahwa pemerintah harus memberikan dana talangan untuk pertamina, padahal menurut gw, memang sudah seharusnya pemerintah yg kasih duitnya..kan hasil hinyak sekarang dah langsung disetor ke pemerintah (BP MIGAS). Ujungnya yg agak mengganggu adalah tinggal tunggu aja bahwa pertamina dah nggak mampu menjaga pasokan dalam negri, akhirnya sektor hilir pun harus dilepas. Nah, muncul deh pom-pom bensin caltex, total, BP dll.
Tapi blum cukup sampai disitu..krena bagaimana dengan harga jual...mana mau prusahaan tadi jual dengan harga yg ada sekarag(harga subsidi). Nah, brarti pilihannya kurang lebih ada 2, menaikan harga BBM menjadi sama dengan harga internasional(kayaknya nggak akan dipilih) atau tetap mensubsidi(ini yg menakutkan). Bila nanti tetap disubsidi, maka perusahaan2x minyak tersebut akan menikmati subsidi tersebutkan, yg harusnya dinikmati rakyat indonesia. Boleh percaya, boleh tidak. Semaga saja pemikiran iseng ini nggak kejadian, ..Thanks.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
_______________________________________________ Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR =============================================== [email protected] http://alumni-akabogor.net/mailman/listinfo/forum_alumni-akabogor.net Website : http://www.alumni-akabogor.net/ Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
