Dear all,

Sirkulasi di ruangan laboratorium mutlak diperlukan, biasanya selain exhaust
juga dipasang intake air untuk supply udara baru yang bersih dan intake air ini sebelum
masuk ke ruangan harus di saring melewati filter untuk menghindari kontaminasi
pada trace analysis.

Kalau exhaust tanpa blower sepertinya meaningless atau malahan udara dari
luar yang masuk kedalam kalau angin diluar ruangan cukup kencang. Kecuali pada laboratorium
sistim ruang terbuka yang hanya mengandalkan ventilasi udara atau jendela, tentu
desain dan sirkulasi udara alami yang menentukan.

Sebaiknya exhaust dipasang blower (motor) dan dialirkan keluar ruangan melewati
ducting/pipa dan biasanya menembus dinding luar dan tentunya ini adalah udara biasa
karena kalau gas yang dihasilkan dari fumehood mutlak dibersihkan dulu melewati
scrubber sebelum dibuang ke udara bebas.

Demikian sharing dari saya (CMIIW= Correct Me If I am Wrong)

Regards,


--
sign5 Martin Adriansyah
Quality Management Section
www.smelting.co.id

chochom chomsyiah wrote:
dear temans
 
apakah pada ruang laboratorium diplafon di pasang ekshaust , akan bermanfaat?
 
akankah udara keluar tanpa adanya kekuatan motor?
 
akankah berbahaya bila udara tetap berada diruang " eptic ( antara plafon dan atap )?
 
mohon penjelasan temans
 
terimaksasih


_______________________________________________
Media Komunikasi Alumni, mahasiswa dan seluruh civitas
AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR
===============================================
[email protected]
http://alumni-akabogor.net/mailman/listinfo/forum_alumni-akabogor.net
Website : http://www.alumni-akabogor.net/
Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/

Kirim email ke