Dh,




Wassalam

[EMAIL PROTECTED]
Supriyanto CQA-CRD  Laboratory
Jl. Ancol  I No. 4 - 5 Ancol Barat Jakarta Utara 14430
021-6909432 Ext. 316
----- Forwarded by Supray_to/JKT/INDOFOOD on 09/08/2005 01:29 PM -----
                                                                                
                      
                      Ahmad Daya                                                
                      
                                               To:       Iwan Ridwan/JKT/[EMAIL 
PROTECTED], Joko      
                      09/07/2005 02:05          Budianto/JKT/[EMAIL PROTECTED], 
                      
                      PM                        Supray_to/JKT/[EMAIL 
PROTECTED], Ahmad                
                                                Faisal/CBT/[EMAIL PROTECTED],   
                      
                                                Sukartin/CBT/[EMAIL PROTECTED], 
                      
                                                Rahmawati/JKT/[EMAIL 
PROTECTED], Esty D.              
                                                Rahayuningtias/JKT/[EMAIL 
PROTECTED], Diah            
                                                Ekawati/CKP/[EMAIL PROTECTED], 
Syerlini               
                                                Dyah/TGR/[EMAIL PROTECTED], 
Acep                      
                                                Suherman/TGR/[EMAIL PROTECTED]  
                      
                                               cc:                              
                      
                                               Subject:  FW:  DAMPAK MEDIS 
SHALAT TAHAJJUD            
                                                                                
                      



Assalamu 'alaikum W.W.
Dengan Hormat ;

Bpk. & ibu barangkali ada manfaatnya.



Best Regard ;

Wassalamu 'alaikum W.W.

Ahmad Daya
CQA-CRD PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk
Jl. Ancol I No. 4-5 Ancol Barat Jakarta Utara 14430
Telp. 021-6909432 Ext. 320
Fax. 021-6909433
E-mail  :  Ahmad [EMAIL PROTECTED]
----- Forwarded by Ahmad Daya/JKT/INDOFOOD on 09/07/2005 02:18 PM -----
                                                                                
                      
                      "IND, Hakim,                                              
                      
                      Lukman"                  To:       <[EMAIL PROTECTED]>,   
              
                      <[EMAIL PROTECTED]         <[EMAIL PROTECTED]>,           
            
                      pvmgrp.com>               <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL 
PROTECTED]>        
                                               cc:                              
                      
                      09/06/2005 02:33         Subject:  FW:  DAMPAK MEDIS 
SHALAT TAHAJJUD            
                      PM                                                        
                      
                                                                                
                      
                                                                                
                      




(Embedded image moved to file: pic07448.jpg)
                                                                            
 DAMPAK MEDIS SHALAT TAHAJJUD                                               
                                                                            




      Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang
      melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs
      Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut
      hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu
      shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan
      penyakit kanker. Tidak percaya?

      Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. "Jika anda melakukannya
      secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya Anda terbebas dari
      infeksi dan kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan 'tukang
      obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya
      yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan
      Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan
      Psiko-neuroimunologi" Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih
      gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana
      Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu.


      Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah
      salat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara
      kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu
      menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada
      imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan
      motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk
      menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).


      Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan
      status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia
      menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan,
      kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, kata dia, ulama melihat
      masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya
      soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang
      selama ini dipandang sebagai misteri,dapat dibuktikan secara
      kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol. Parameternya, lanjut
      Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh.


      Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya
      antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul
      24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah hormon
      kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena
      tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini
      yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam)
      semata-mata dogma atau doktrin.


      Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41
      responden sisa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah,
      Surabaya.Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan
      menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi,
      tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan.
      Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing masing
      dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon
      kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita,
      Prodia dan Klinika).


      Hasilnya,ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin
      bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak
      melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki
      ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi
      masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. "Jadi sholat tahajjud
      selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis
      yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki
      persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang
      positif dapat menghindarkan seseorang dari stress,"Nah, menurut
      Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit
      kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara
      rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang
      akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan
      terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan
      tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu
      membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik. Sebuah bukti bahwa
      keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas
      rahmat, nikmat,anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya.


      Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita? Seorang Doktor
      di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di
      temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan
      tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah
      seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin
      pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah
      klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan
      melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang
      terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam
      (Jadam) dan sebagainya.


      Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor
      tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan,
      terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki
      oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang
      cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Setelah membuat
      kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak
      akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika
      seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut
      memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah
      akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu
      yang diwajibkan oleh Islam.


      Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak
      menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang
      secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian
      manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya"
      karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah
      dengan agamanya yang indah ini.


      Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak
      bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka
      berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan
      mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara
      normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak
      segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah
      kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan
      dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena
      otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal.








_____________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary, or otherwise private information.  If you have
received it in error, please notify the sender and delete the message
immediately.  Any other use of the email is prohibited.



_____________________________________________________
This message is for the designated recipient only and may contain
privileged, proprietary, or otherwise private information.  If you have
received it in error, please notify the sender and delete the message
immediately.  Any other use of the email is prohibited.

<<attachment: pic07448.jpg>>

_______________________________________________
Forum mailing list
[email protected]
http://alumni-akabogor.net/mailman/listinfo/forum_alumni-akabogor.net

Kirim email ke