FOR YOUR ATTENTION!

Babi dari dulu bertanggungjawab atas terjadinya berbagai macam penyakit.
Umumnya  penyakit yang ditimbulkan oleh babi sangat-sangat misterius. Tahun
1918, babi bertanggungjawab atas berjangkitnya penyakit yang bernama
"Spanish Flu". Menurut kabar resim 21 juta nyawa melayang akibat penyakit
ini. Kabar tak resmi menyebut angka 40 juta.

Belum lama, ketika berjangkit SARS, babi juga jadi monster yang menakutkan.
Semenanjung China dan Singapura jadi sepi pengunjung. Lalu, lagi-lagi babi
yang menjadi biang kerok merebaknya Nipah Virus, yang membunuh  sedikitnya
100 orang di Malaysia.


Bulan Agustus 2005, di China puluhan orang mendadak mati, dengan gejala
misterius, seperti mual, demam, muntah-muntah dan pendarahan di bawah kulit.
Mereka adalah para petani yang secara langsung melakukan kontak dengan
babi-babi.  

 

Sekarang di Indonesia  sedang heboh membicarakan Flu Burung. Flu burung
sendiri sebetulnya hanya penyakit yang menular dari unggas ke unggas,
seperti ayam, burung, bebek dan sama sekali tidak bisa menular kepada jenis
hewan lain, seperti kadal, kelinci, atau primata seperti, kera, baboon,
monyet dan manusia (dalam dunia biologi, manusia termasuk primata lho,
jangan marah), karena kelainan GEN antara manusia dan unggas.


Flu burung sendiri termasuk salah satu dari 15 afian influenza yang secara
rutin menyerang para hewan unggas. Pasti kita sering mendengar wabah
penyakit unggas, yang biasanya menyerang ayam secara massal, seperti tetelo
dll. Itu juga termasuk afian influenza atau flu burung. Tidak heran kalau
para peternak ayam sering ditinggal mati mendadak oleh ternaknya secara
berjamaah.


Lalu kenapa flu burung bisa masuk ke tubuh manusia dan hewan lainnya? Ini
yang menjadi "misterius link". Ternyata lagi-lagi si babi yang musti
bertanggungjawab. Ceritanya begini, Virus flu burung secara diam-diam
merasuk ke dalam tubuh si babi dan tubuh si babi secara alami menjadi lahan
yang subur bagi firus flu burung untuk bermutasi menjadi jenis H5n1 yang
bisa menembus kekebalan tubuh manusia.


Lalu virus yg sudah bermutasi tersebut lompat lagi dari babi ke unggas, ke
hewan lainnya, dan manusia. Nah, kini kemampuan si virus bukan hanya
menjangkiti unggas-unggas, tapi sudah pandai pula menjangkiti manusia. Dan
pada tingkat yang lebih parah nantinya, virus itu bisa menular dari manusia
ke manusia. Tidak heran kalau detektif depkes RI sampai sekarang tidak
menemukan tokoh intelektual dibalik terbunuhnya para penderita flu burung.
Karena walaupun mereka, para korban, tidak makan ayam atau tidak punya
unggas, bisa jadi virus itu dari jenis binatang lainnya.


Kembali ke cerita si babi. Hebatnya si babi ini, walaupun menjadi lahan
subur bagi berkembangnya berbagai macam virus dan penyakit, si babi sendiri
tidak menderita penyakit tersebut! Ini yang masih menjadi bahan penyelidikan
para ahli. (Makanya tidak ada babi yang beli obat ke apotik).


Kenapa sih berbagai penyakit dan virus mematikan dari babi bisa dengan mudah
bermutasi, dan menyerang manusia? Pertama, karena kedekatan DNA (Deoxyribo
Nucleid Acid) manusia dan babi hanya selisih 3 persen saja. Tidak heran
kalau anatomi tubuh babi, lebih mirip manusia. Hingga organ tubuh babi lebih
cocok digunakan untuk transplantasi / cangkok organ tubuh manusia.


Bahkan suatu riset di Australia pernah mencoba mencampur sperma manusia dan
indung telur babi untuk dibuahi. Dan ternyata berhasil. Karena DNA manusia
dan babi sangat-sangat mirip. Hanya hasil dari riset pembuahan itu tidak
dipublikasikan, menjadi manusia atau babi, atau manusia setengah babi, atau
babi setengah manusia.


Kedua, babi mempunyai PERV (Porcine Endogenous Retrovirus), semacam virus
asli yang diindap babi. Dengan kata lain, sejak lahir babi di seluruh dunia
sudah memiliki Deoxyribo Nucleid Acid yang mengandung Porcine Endogoneous
Retrovirus, yang berpotensi menyebar berbagai macam penyakit. Sekurangknya
25 jenis virus yang berbeda dari babi, dapat menjangkiti manusia. The
National Institute Standard Tecnology (NIST) pernah menghabiskan dana
sebesar US$ 1,9 juta dalam rangka menghilangkan Porcine Endogenous
Retrovirus dari babi, tapi gagal. 


Jadi tidak heran, kalau sedari dulu lagi, Islam melarang pemeluknya untuk
mencerna segala produk makanan yang mengandung unsur B2 (babi) ini. Lagian
masih banyak jenis makanan lain, yang free PERV, seperti ayam, kalkun, sapi,
tempe, tahu dll.

Dan terlepas dari haram atau tidak bagi Anda ….kalau ada rekan non-muslim
yang menawari Anda makan babi, karena kekerabatan DNA itu, maka lebih baik
Anda mengatakan, supaya lebih mudah,  "No, thanks, he is our brother".

Referensi:

1.      DNA secrets symbiosis 

2.      DNA & Virus System incubation 

3.      Secrets of Human immunology 

4.      Just Get The Flu How To 

5.      Mythology of Virus Incubation 

6.      Islamic Secrets Medicine 

7.      Virus Anatomy 

_______________________________________________
Forum mailing list
[email protected]
http://alumni-akabogor.net/mailman/listinfo/forum_alumni-akabogor.net
Website : http://www.alumni-akabogor.net/

Kirim email ke