Wah... pendapat Pak Kusman Lim ada benarnya... sangat sulit membandingkan kualitas pendidikan di Indonesia ini dalam menghadapi dunia kerja. Menurut saya... UU tentang Pendidikan, sebagaimana Undang2 lainnya, dia berfungsi sbg pondasi. Sedang aplikasinya bisa diserahkan kepada masing2 pihak yg berkompeten, tentunya mengikuti perkembangan jaman. Saya juga setuju dengan pendapat Pak Mugawi, bahwa sbg pondasi pendidikan di Indonesia yg tercinta ini, maka sudah selayaknya UU no. 2 thn 1989 tentang Pendidikan itu disesuaikan dengan perkembangan jaman. Jangan menjadi ibarat katak dalam tempurung.... Merasa jagoan di kandang sendiri, padahal perkembangan di luar sana dan tuntutan seluruh disiplin ilmu kehidupan (duniawi dan spiritual) maupun teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat sekali. Menyukil kata2 Pak Ary G. dalam bukunya yg tersohor tentang ESQ, bahwa setiap detik dunia dan lingkungannya berubah. Dan untuk perubahan ini, saya juga setuju dengan pendapat Pak Jimmy, bahwa demi perbaikan kualitas pendidikan maka semua pihak harus saling bahu membahu, baik pemerintah, dunia industri, praktisi pendidik itu sendiri dan yg tidak kalah pentingnya adalah rohaniawan (sbg pondasi paling kuat menurut saya karena berhubungan dengan moral calon pekerja itu sendiri dan pertanggungjawabannya ke Allah). Kualitas pendidikan menurut saya masih berhubungan secara langsung terhadap kesiapan kerja para mahasiswanya. Bukan dititik beratkan pada apa disiplin ilmunya yg dipelajarinya di bangku kuliah melainkan pada kesiapan mental dan moralnya. Knapa saya tekankan di sini pada mental dan moral?? Banyak kenyataan di lapangan bahwa seorang mahasiswa memilih kuliah untuk image (jaga gengsi) tanpa dia memikirkan apa sih tujuannya dia belajar. Yang penting titel. Bahkan demi prestice itu, titel pun akhirnya bisa dibeli dg mudahnya. GDUBRAAKKKK!!! So...klo dah gini, ngapain capek2 kuliah?? Saya pernah iseng2 ngobrol dengan beberapa kawan yg sudah lulus kuliah dan bertitel mentereng... saya tanya, apa motifnya kawan itu memilih jurusan ilmu waktu kuliahnya... Bermacam2 jawabannya. Ada yg jawab karena jurusan ini lebih aplikatif ke dunia kerja-lah, jurusan ini masa depannya menjanjikan-lah, jurusan ini banyak peminatnya-lah, jurusan ini lebih mentereng-lah, jurusan ini lebih mudah-lah, bahkan ada yg menjawab tidak tau knapa harus kuliah di jurusan itu... asal kuliah aja, katanya.... NAH LHO ???.... Sewaktu saya kejar lg dengan pertanyaan, knapa kok asal kuliah saja.... macam2 pula jawabannya. Ada yg jawab karena jurusan itu kehendak orang tua, karena ikut2an, dan lain sebagainya...bla bla bla... Sedangkan disiplin ilmu yg dipelajari di bangku kuliah, itu lebih menitikberatkan pada basic tentang apa yg dipahaminya sehingga dia bisa mengaplikasikannya dalam dunia kerja secara teknis (pinjem istilah Pak Jimmy, yaitu jurus2 kungfu nya). Jurus apapun yg akan digunakan nantinya, yg penting kan kuda2nya dan tenaga dalamnya. Mo latihan barbel kan bisa aplikasinya utk nimba air misalnya atau latihan nimba air utk diaplikasikan pada angkat besi. Sama aja kan?? Cuma beda gerakan doang... kidding dikit ya ... he he he. Intinya... masih ada hubungan antara kualitas pendidikan dan kesiapan kerja mahasiswa, tergantung Anda2 semua melihat dari sisi mana. Silakan jika masih ada yg mau berkomentar. Wassalamu'alaikum wr wb Yudith mugawi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: P' stanno yang di bandung...!
Kalau kita lihat dari segi pendidikan kita saat ini, boleh kita katakan belum mencukupi untuk langsung terjun ke dunia kerja.. karena dari kurrikullum kita UU No 2 Th 1989 tentang pendidikan tidak banyak perubahan yang significant,sehingga jalur pendidikan kita saat ini hanya sebatas mata rantai pendidikan dari SD - perguruan tinggi, coba kita perhatikan pendidikan diluar indonesia ga' usah terlalu jau ke eropa atau amerika tapi di asia kita sangat jauh ketinggalan dalam hal pendidikan kenapa....? karena baik dai pihak Government, DPR dan para petinggi2 di jajaran P&K kita kurang memperhatikan system pendidikan, pengajaran, penilaian dsb nya yang berkaitan dg dunia pendidikan. Malaysia yang dahulunya mendatangkan guru2 dari negeri tercinta ini telah mampu lebih baik dari sistem penddikan kita saat ini... hal ini mengapa...? karena government mereka consisten tu' menumbuhkembangkan sistem pendidikan mereka berjangka yang lebih baik, seringkali ada pertanyaan mengapa negara malaysia, australia, singapura sistem penddikan mereka lebih baik...apa jawaban yang sering kita dengar " Negara mereka kan penduduknya lebih sedikit dan wilayahnya juga ga' terlalu luas... sehingga mudah dalam penerapan sistem penddikannya..! Saya pribadi menilai jawaban seperti ini hanya dalih ketidakmampuan kita.... dan bahkan akan cenderung menyurutkan ( pesimis)untuk melakukan pembenahan2 yang significant terhadap dunia pendidikan kita saat ini. seharusnya jawaban yang selalu kita dengar apabila ada pertanyaan seperti diatas adalah..: Saat ini mereka lebih baik dari kita tapi dalam waktu yang singkat dan terencana sistem pendidikan kita akan jauh lebih baik dari kurikullum pendidikan mereka...! saya pikir jawaban seperti ini ang kita perlukan terutama dari Mereka yang mewakili kita semua rakya indonesia untuk membuat suatu policy tentang sistem penddikan kita. Dikesempatan ini saya berharap benahi sistem pendidikan kita ( UU No.2 1989) sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini, di samping itu sistem pendidikan kita terlalu general baik dari SD - Perguruan tinggi tidak spesifik sehingga meciptakan para lulusan SLTA dan Perguruan tinggi rata2 tidak siap untuk langsung bekerja karena tidak ada sinkronisasi sistem pendidikan dengan dunia kerja, orang2 bilang "...No matching..." Cukup sekian, mohon maaf kalo ada kekeliruan dalam kata2. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com _______________________________________________ Forum mailing list [email protected] http://alumni-akabogor.net/mailman/listinfo/forum_alumni-akabogor.net Website : http://www.alumni-akabogor.net/
