Sungguh! Kami Malu Kepada-Mu
Ya Allah
Dengan segala kerendahan kami bersimpuh di hadapanMu
Memohon segala petunjuk dariMu
Berlindung dari segala kesesatan dan kekesatan yang bersemayam di hati
Tiada kekuatan yang mampu menolak segala keburukan kecuali berasal dariMu
Sesungguhnya kami malu
Meski hanya sekedar lintasan hati tuk meminta kepadaMu
Ya Allah
Setiap detik Engkau penuhi kebutuhan kami
Nafas yang kami hirup
Tiada pernah Engkau minta tuk ganti dan Kau henti
Sedang kami enggan berbagi dan seringkali berhitung atas berkurangnya materi
Ya Allah
Kau jernihkan mata ini untuk memandang segala yang ingin kami pandang
Tidak pula kaki, tangan, hati dan pikiran
Namun bukan wujud kesyukuran kemana kami arahkan
Ternyata laranganMu lebih manis sebagai pilihan
Ya Allah
Sesungguhnya catatan maksiat diri kami terlalu panjang
Tak mampu terhitung sebanyak butiran pasir
pun tetesan air di lautan
Dan amal baik kamipun belum tentu mampu menjadi penyeimbang
Ya Allah
Masih layakkah kami meminta?
Sedangkan hakMu sebagai Tuhan lebih banyak kami abaikan
Wahai sahabat
Siapakah zat yang sesungguhnya kita butuhkan?
Saat kesedihan dan melilitnya kesempitan hati?
Saat berguncangnya bumi dan Jauhnya rezeki?
Wahai sahabat
Jujurlah pada hati
Bukankah hanya Allah zat yang sesungguhnya layak menjadi sembahan?
Diambil dari : blog sebuah perenungan
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers