Perhatikan tulisan ini..!!
   
  "Demikianlah ucapan para Imam Mazhab. Masihkah Anda taqlid buta kepada
mereka, atau taqlid kepada sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam?"

  Kalo saya boleh komentar, posisi Anda saat menulis tulisan ini pun tidak 
stabil. artinya sejak awal Anda juga memang sudah mendukung madzhab tertentu. 
yang kalo saya pahami Anda adalah penganut madzhab Salafi atau Wahhabi. ya 
kan... bagi orang pinter yang baca tulisan ini, pasti dah bisa menebak, siapa 
dan bagaimana alur pemikiran anda.
   
  Mas..Mass... saya sarankan anda banyak baca kitab-kitab ushul fikih, qaidah 
fikih atau kitab-kitab fikih Aslinya, bukan hasil terjemahan. biar mata Anda 
terbelalak, terbuka lebar..!
   
  jadi, Anda kira, Imam Syafi'i, Hanafi, Ahmad bin Hanbal, dan Maliki dalam 
membuat keputusan hukum2 Fikih, atau ilmu2 lainnya gak pake hadits atau Qur'an 
apa?? Apa mereka orang2 bodoh??? yang hanya pake logika murni dalam membuat 
keputusan hukum syariah?? hehe... 
   
  Mas...Mas...!!! saya ketawa saat membaca tulisan Anda di akhir tsb." Anda sok 
Muttabi' al-Hadits..!! kalo saya boleh tanya, seberapa banyak sih, ilmu yang 
telah Anda pelajari dalam memaham hadits atau al-Quran?? Apa Anda gak sadar, 
kalo kedua sumber hukum itu pake bahasa Arab??? Kalo anda sadar, maka banyak 
hal yang harus Anda pahami: diantanya:
  1. Kaidah Bahasa Arab (Baik yang berkenaan dengan Nahwu dan Sharraf) di sana 
ada al-Jurumiyah, 'Imrithy, al-Fiyyah Ibnu Malik, Ibnu Hamdun, Kailani, Qawaidh 
al-Tahrif, dsb.
  2. ilmu al-Balaghah (Baik yang berkenaan dengan kata yang mengandung Badi', 
Bayan, dan Ma'ani) ada Husnus Siyaghah, Jauharul Maknun, Balaghatul Wadihah, 
dsb.
  3. Ilmu al-Hadits (Musthalah al-Hadits) ada Minhalul latief, at-taqrir 
al-Saniyyah, dsb
  4. Ilmu al-Qur'an (ilmu yang berkaitan ttg asbabun Nuzul, ayat2 yang 
mengandung hukum syariat, tentang makna lafadz2 gharaib, dsb). 
  5. Kutub al-Tafasir (kitab-kitab tafsir yang tlah banyak dikupas oleh para 
pakar tafsir dari tiap madzhab yang 4)
   
  Anda udah hafal berapa, atau udah pernah belajar apaan ja?? apa cukup dengan 
melihat hasil terjemahan al-Quran dan Hadits, lantas kemudian kita ambil 
pendapat sendiri, kita tafsirkan sendiri, sesuai dengan kapasitas kita?? jangan 
taklid buta kepada imam yang 4 itu!!
  haha..ha..ha.... saya yakin, hasilnya kalo dipublikasikan... akan banyak 
menuai konflik atau sesat mnyesatkan...!!
   
  Makanya Mas, baca dulu, sejarah biografi mereka... siapa syafi'i, Maliki, 
Hanafi, dan Hanbali.. kenapa mereka ber 4 disebut sebagai Mujtahid Mutlak, dan 
apa syarat2nya Mujtahid serta apa sih, tujuan ngasih syarat2 ijtihad itu?? 
supaya mempersulit, atau justru meminimalisir tingkat kesalahan...
   
  kalo saya pribadi Mas, saya lebih percaya kepada pendapatnya Imam yang 4 itu, 
di mana mereka telah hafal qur'an sejak kecil, hafal di atas 1000 hadits, 
Bahkan Imam Ahmad hafal 1000.000 hadits (menurut 1 riwayat) tahu sastra arab 
dan kandungan al-Quran dan al-Hadits, dari pada saya yang masih bodoh ini, dan 
gak hafal Quran juga ga' hafal banyak hadits.
   
  Entah kalo dengan Mas ini, mungkin tingkatan mas sudah tinggi, telah mencapai 
tingkat seorang mujtahid, yang tlah hafal qur'an 30 juz lengkap dengan 
sanad2nya, hafal asbabun nuzulnya, tau mana ayat-ayat mustasyabih, ayat 
al-Ahkam, kandungan balaghahnya, juga banyak tlah hafal diatas 1000 hadits dan 
juga tahu dilalahnya, asbabul wurudnya, dan termasuk hadist apa, bagaimana 
sanad2nya, dan kualitas matan haditsnya... dsb.
   
  kalo emang demikian, wah...saya no comment mas...!! beraarti Anda emang layak 
ga' usah taklid kepada mereka...!! langsung ngarang kitab aja ya mas... saya 
pengen baca!! pengen tahu hasil ijtihad mas yang tanpa taklid kepada 4 Imam 
tsb. berbedakah??dan lebih baik, atau malah lebih.....
   
  wassalam...
  Ad Dhaif wal-Fakir  ilallah...
  Abdussalam, STEI TAZKIA Bogor.
   
  


denny juzaili <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  ---------- Forwarded message ----------
From: Abu Umar | Wira 

Date: Tue, 4 Dec 2007 06:16:47 -0800 (PST)
Subject: [Salafi-Indonesia] Imam Empat Mazhab: Tinggalkan Pendapat
Kami bila Bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah!
To: wira mandiri 
Cc: artikel milis ,
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

Imam Empat Mazhab: Tinggalkan Pendapat Kami bila Bertentangan dengan
Al-Quran dan Sunnah!

Ditulis pada 4 Desember 2007 oleh | Wira |



Di dalam kitab beliau Shifat Shalatin Nabi, Asy-Syaikh Al-Albani
pernah menukilkan kisah sekumpulan pemuda Jepang yang ingin masuk
Islam. Mendengar keinginan para pemuda ini, berbagai perkumpulan Islam
pun menyodorkan mazhab-mazhab yang mereka anut. Sekelompok muslim dari
India mengatakan kepadanya, "Bermazhablah dengan mazhab Imam Abu
Hanifah, karena dia adalah pelita umat ini." Sebaliknya sekelompok
muslimin dari Jawa-Indonesia mengatakan, "Wajib baginya untuk menjadi
seorang Syafi'i."



Ketika orang-orang Jepang itu mendengar perselisihan ini, mereka pun
menjadi bingung dan tidak paham apa yang mereka maksud. Maka lihatlah
betapa permasalahan mazhab ini bisa menjadi penghalang seseorang untuk
masuk ke dalam Islam.



Berseberangan dengan dua kelompok fanatik dalam kisah di atas, para
imam mazhab tidaklah menganjurkan murid-muridnya dan segenap kaum
muslimin untuk taqlid buta kepada mereka. Bahkan mereka berpesan agar
umat ini kembali kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya yang shahih.



Masih di dalam muqaddimah Kitab Shifat Shalat Nabi, Asy-Syaikh
Al-Albani pun menukilkan ucapan-ucapan para Imam Mazhab yang empat
yang seolah-olah berkata dengan satu suara, "Jangan fanatik kepada
kami, ikutilah sunnah, tinggalkan ucapan kami bila bertentangan dengan
sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam …"



Imam Abu Hanifah (Imam Mazhab Hanafi)

Beliau adalah Abu Hanifah Nu'man bin Tsabit yang dilahirkan pada tahun
80 Hijriyah. Beliau berkata,



1. "Apabila hadits itu shahih, maka hadits itu adalah madzhabku."
(Ibnu Abidin di dalam Al- Hasyiyah 1/63)



2. "Tidak dihalalkan bagi seseorang untuk berpegang pada perkataan
kami, selagi ia tidak mengetahui dari mana kami mengambilnya." (Ibnu
Abdil Barr dalam Al-Intiqa'u fi Fadha 'ilits Tsalatsatil A'immatil
Fuqaha'i, hal. 145) Dalam riwayat yang lain dikatakan, "Adalah haram
bagi orang yang tidak mengetahui alasanku untuk memberikan fatwa
dengan perkataanku." Di dalam sebuah riwayat ditambahkan,
"Sesungguhnya kami adalah manusia yang mengatakan perkataan pada hari
ini dan meralatnya di esok hari."



3. "Jika aku mengatakan suatu perkataan yang bertentangan dengan kitab
Allah ta'ala dan kabar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka
tinggalkanlah perkataanku." (Al-Fulani di dalam Al- lqazh, hal. 50)



Imam Malik (Imam Mazhab Maliki)


Beliau adalah Malik bin Anas, dilahirkan di Kota Madinah pada tahun 93
Hijriyah. Beliau berkata,



1. "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang kadang salah
dan kadang benar. Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang
sesuai dengan Kitab dan Sunnah, maka ambillah. Dan setiap yang tidak
sesuai dengan Al Kitab dan Sunnah, maka tinggalkanlah." (Ibnu Abdil
Barr di dalam Al-Jami', 2/32)



2. "Tidak ada seorang pun setelah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam,
kecuali dari perkataannya itu ada yang diambil dan yang ditinggalkan,
kecuali Nabi Shallallahu alaihi wa sallam." (Ibnu Abdil Hadi di dalam
Irsyadus Salik, 1/227)



3.Ibnu Wahab berkata, "Aku mendengar bahwa Malik ditanya tentang hukum
menyela-nyelan jari di dalam berwudhu, lalu dia berkata, 'Tidak ada
hal itu pada manusia'. Maka aku meninggalkannya hingga manusia
berkurang, kemudian aku berkata kepadanya, 'Kami mempunyai sebuah
sunnah di dalam hal itu'. Maka Imam Malik berkata, 'Apakah itu?' Aku
berkata, 'Al Laits bin Saad dan Ibnu Lahi'ah dan Amr bin Al-Harits
dari Yazid bin Amr Al ¬Ma'afiri dari Abi Abdirrahman Al-Habli dari Al
Mustaurid bin Syidad Al-Qirasyi telah memberikan hadist kepada kami,
ia berkata, "Aku melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam
menggosok antara jari-jemari beliau dengan kelingkingnya." Maka Imam
Malik berkata, 'Sesungguhnya hadist ini adalah hasan, aku mendengarnya
baru kali ini.' Kemudian aku mendengar beliau ditanya lagi tentang hal
ini, lalu beliau (Imam Malik) pun memerintahkan untuk menyela-nyela
jari-jari." (Mukaddimah Al-Jarhu wat Ta'dil, karya Ibnu Abi Hatim,
hal. 32-33)



Imam Asy-Syafi'i (Imam Mazhab Syafi'i)


Beliau adalah Muhammad bin idris Asy-Syafi'i, dilahirkan di Ghazzah
pada tahun 150 H. Beliau rahimahullah berkata,



1. "Tidak ada seorang pun, kecuali akan luput darinya satu Sunnah
Rasulullah. Seringkali aku ucapkan satu ucapan dan merumuskan sebuah
kaidah namun mungkin bertentangan dengan Sunnah Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam. Maka ucapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
itulah pendapatku" (Tarikhu Damsyiq karya Ibnu Asakir,15/1/3)



2. "Kaum muslimin telah sepakat bahwa barang siapa yang telah terang
baginya Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka tidak
halal baginya untuk meninggalkannya, hanya karena mengikuti perkataan
seseorang."
(Ibnul Qayyim, 2/361, dan Al-Fulani, hal.68)



3. "Jika kalian mendapatkan di dalam kitabku apa yang bertentangan
dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka
berkatalah dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan
tinggalkanlah apa yang aku katakan." (Al-Harawi di dalam Dzammul
Kalam,3/47/1)



4. "Apabila telah shahih sebuah hadist, maka dia adalah madzhabku. "
(An-Nawawi di dalam AI-Majmu', Asy-Sya'rani,10/57)



5. "Kamu (Imam Ahmad) lebih tahu daripadaku tentang hadist dan para
periwayatnya. Apabila hadist itu shahih, maka ajarkanlah ia kepadaku
apapun ia adanya, baik ia dari Kufah, Bashrah maupun dari Syam,
sehingga apabila ia shahih, aku akan bermadzhab dengannya."
(Al-Khathib di dalam Al-Ihtijaj bisy-Syafi'I, 8/1)



6. "Setiap masalah yang jika di dalamnya terdapat hadits shahih dari
Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam menurut para pakar hadits,
namun bertentangan dengan apa yang aku katakan, maka aku rujuk di
dalam hidupku dan setelah aku mati." (Al-Hilyah 9/107, Al-Harawi,
47/1)



7. "Apabila kamu melihat aku mengatakan suatu perkataan, sedangkan
hadist Nabi yang bertentangan dengannya adalah hadits yang shahih,
maka ketahuilah, bahwa pendapatku tidaklah berguna." (Al-Mutaqa, 234/1
karya Abu Hafash Al-Mu'addab)



8. "Setiap apa yang aku katakan, sedangkan dari Rasulullah Shalallahu
'alaihi wa sallam terdapat hadist shahih yang bertentangan dengan
perkataanku, maka hadits nabi adalah lebih utama. Olah karena itu,
janganlah kamu taklid mengikutiku." (Ibnu Asakir, 15/9/2)



9. "Setiap hadits yang shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
maka hal itu adalah pendapatku walaupun kalian belum mendengarnya
dariku" (Ibnu Abi Hatim, 93-94)




Imam Ahmad bin Hanbal (Imam Mazhab Hambali)



Beliau Adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal yang
dilahirkan pada tahun 164 Hijriyah di Baghdad, Irak. Beliau berkata,



1. "Janganlah engkau taqlid kepadaku dan jangan pula engkau mengikuti
Malik, Syafi'i, Auza'i dan Tsauri, Tapi ambillah dari mana mereka
mengambil." (Al-Fulani, 113 dan Ibnul Qayyim di dalam Al-I'lam, 2/302)



2. "Pendapat Auza'i, pendapat Malik, dan pendapat Abu Hanifah semuanya
adalah pendapat, dan ia bagiku adalah sama, sedangkan hujjah itu
hanyalah terdapat di dalam atsar-atsar (hadits-hadits Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam-wr1)" (Ibnul Abdil Barr di dalam
Al-Jami`, 2/149)



3. "Barang siapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam, maka sesungguhnya ia telah berada di tepi jurang kehancuran. "
(Ibnul Jauzi, 182).



Demikianlah ucapan para Imam Mazhab. Masihkah Anda taqlid buta kepada
mereka, atau taqlid kepada sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam?



(Sumber: Muqaddimah Shifat Shalatin Nabi, Asy-Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albani rahimahullah)


Wira M. Suryadi (Abu Umar)
Al-Ilmu.Com, Nitipuran 285 Jogjakarta 55182
Ph. +62 8562 859 145
Fax. +62 274 374 046
http://wira.co.nr



---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.


-- 
Denny Juzaili
Departemen Manejemen
Universitas Indonesia
===========================
blog anak idealis visit
http://dennyjuzaili.wordpress.com
===========================
Ikutan Studi Ekonomi Islam visit http://www.fossei.org


Untuk tahu informasi lebih lanjut silahkan klik di:
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org http://www.fossei.org http://www.fossei.org
http://www.fossei.org 
Yahoo! Groups Links





       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke