Revivalisme Sektor Kelautan dan Perikanan    
  (ceritanya dikaitkan dengan momen yang katanya "1 abad kebangkitan nasional")

  
Anggaran dan Kebijakan
  q      Sebenarnya tahun 2005 ini Pemerintah sudah mencanangkan  Anggaran 
untuk DKP.
  q      Namun, meski kita tau politik anggaran adalah salah satu faktor, 
hendaknya kita coba juga melihat faktor lain, selain kenyataan sekarang 
Kelautan dan Perikanan hanya dapat anggaran yang kecil. Tujuannya, jadi setelah 
dapat anggaran yang besar, kita jadi tahu mau dimanfaatkan untuk apa...
  q      Mengamankan potensi laut. Jarak 4 mil, global warming berdampak pada 
banyaknya air pasang.
  q      Nelayan terikat perjanjian, sehingga tidak bisa menentukan harga.
    
  Diantaranya: 
 Budaya Nelayan
  q      Nelayan sulit diubah, kalau sudah melaut ya melaut, tapi kalau kondisi 
tidak memungkinkan biasanya belum punya budaya untuk mencari alternatif lain, 
budidaya ikan misalnya.
  q      Perubahan paradigma, nelayan perlu perubahan budaya, edukasi pada 
nelayan, serta pendampingan bidang lain. Sertifikasi jika perlu sebagaimana 
profesi lain.
  q      Sebagaimana Driver atau satpam yang ada pendidikan. Maka harus ada 
pendidikan ke arah itu. Sebab menjadi nelayan kan tidak hanya kemampuan untuk  
berlayar...
   
  Kualitas Kapal
  q      Jangkauan kapal hanya beberapa meter ke laut, kapal kecil. Tidak semua 
wilayah.
  q      Perlu ada Relokasi, selau peningkatan teknologi kapal, kapal pakai 
motor, dsb.
  q      Wilayah yang sudah dapat dijangkau selam ini, ikannya juga sudah 
sedikit.
   
  Pro-Nelayan dan Kelautan
  q      Belum ada keberpihakan secara serius pada nelayan.
  q      Pola pikir masyarakat kita masih ke darat.
  q      Perumahan memang ada lautnya, tapi membelakangi. 
  q      Rumah susun, apakah ada rumah susun untuk nelayan.
   
  Alternatif Solusi
  q      Jangka pendek, menengah, panjang: budaya. Aplikasi untuk jangka 
panjang ada yang dapat dikerjakan dari sekarang, penyuluhan ke nelayan, 
peningkatan pelayanan.
  q      Koperasi ; untuk membantu ekonomi nelayan.
  q      Tata niaga kelautan; misalnya ikan  setelah ditangkap dibawa ke pabrik 
tertentu ikan dikemas tapi dibuat “made in Singapore, Korea, etc.” Banyak 
nelayan kita yang kerja dengan asing. 
  q      Sinergisitas; Untuk memajukan DKP perlu sinergis, perhatian pada 
kelautan dan kesejahteraan nelayan. Jadi, selain dana yang sudah dianggarkan 
DPR dalam APBN, dapat juga mengoptimalkan dana di luar ketentuan DPR yang 
bekerjasama dengan bidang dan lembaga lain.
  q       Pengawasan internal ; perlu diperhatikan, pembagian pancing, bukan 
hanya nelayan, sehingga pancing tidak manfaat.
  q      Tepat Guna; Pembagian dana untuk nelayan, ada yang bukan nelayan 
menerima.
  q      Pemberdayaan daerah; Sekuat apapun pemerintah pusat, kalau di daerah 
tidak diberdayakan,  maka akan menjadi angan-angan saja.
  q      PEMP (Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir) banyak yang tidak sampai 
dan alat banyak nganggur. UU wilayah pesisir; perlu ketentuan operasional, 
perlu legal aspek dan rencana. pemerintah. Tapi ada UU yang belum jadi, jadi 
pemerintah dinilai agak lamban.
  q      Sulit ke SPBU sehingga harus ‘ngeteng’ mengambil bahan bakar.
   
  Ingat, Kita adalah Negara Maritim...
  q      Jika mau menyejahterakan rakyat, ya harus serius sejahterakan nelayan. 
Data statistik, jumlah penduduk pesisir 4 jutaan, nelayan 2,7 juta. Kehidupan 
nelayan paling memprihatinkan, harus dimaksimalkan, karena kita adalah negara 
maritim/ kelautan.
  q      Kebangkitan Indonesia sangat terkait dengan dua hal: Kebangkitan 
nelayan dari miskin menjadi sejahtera dan pengelolaan sumber daya kelautan.
  


Sekian dulu.
Arya Sandhiyudha (Abu Revivo)



       

Kirim email ke