hehe bukannya ilmu itu semuanya diberi... sama sang Maha Alim? hati2 lho... nanti imannya bisa goyah karena " barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan Dia memberinya kefahaman tentang dien" lah mereka ini kenapa? apa mereka hanya sekedar tahu tapi tidak tempe eh, faham? atau "barangsiapa yang Allah mengehendaki kebaikan Dia memberinya kefahaman tentang dien" ini cuma omng kosong. orang yg paham bhw neraka itu menyiksa tentuny gak maen2 sama apa2 yg bikin dia masuk kesitu. org yg paham bhw surga itu bener nikmats tentunya juga serius wat nyari tiket ke sana. cuman masalahnya apa yg kita dakwahkan ... ati2 dg khilafiyah...
--- In [email protected], aqied sh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kenapa ya, dakwah buwat temen yang udah ngerti itu sulit? > Ngerti disini, maksudnya ya temen-temen yang pengetahuan agamanya lebih tinggi, dibanding kebanyakan orang. > Dalam keseharian, aku banyak kenal n jumpa temen-temen yang belajar agama dalam waktu yang lama (ex: pesantren, sekolah agama lainnya, de el el) tetapi dalam kesehariannya tak tampak pengaplikasiannya. > Apa karena selama ini, ilmunya selalu diberi? > Salah seorang guru SMA-ku bilang, kalo orang yang dikasih terus, itu memang beda dengan yang mencari sendiri. > Orang yang selalu dikasih, rasa kepemilikan dan takut kehilangannya, lebih sedikit daripada yang mencari sendiri. Kalo nyari sendiri, otomatis dia ngerasa hasil yang didapat itu, adalah buah dari kerja keras, sehingga selalu dijaga, dan dipertahankan. > Kembali ke topik awal. > Kalo mendakwahi teman-teman yang jauh lebih pintar dan lebih luas pengetahuan agamanya daripada aku, tentunya gak bisa donk, pake ajakan sebagaimana ke orang awam. Karna apa yang mau disampaikan, atau ajakan apapun, sebenarnya mereka jauh lebih ngerti dianding aku. Ini ni yang bikin serba bingung............ > Trus, cara dakwahnya gimana dunx, ..??? >

