Ehm ikutan lagi (mumpung masih menjabat sebagai PRESNAS, tinggal menghitung jam... hehehe....) Memang siy loyalitas dari pengurus FoSSEI baik itu di tataran PRESNAS (termasuk saya), regional, komsat hingga KSEI pun masih jauh dari sempurna. Mungkin masih ada diantara kita yang menanggap amanah di FoSSEi sebagai amanah ke-sekian, karena kita pun mempunyai amanah-amanah lain yang memang itu juga sebuah kewajiban kita sebagai dai'. Memang hal tersebut tidak bisa kita pungkiri. Banyak dari pengurus-pengurus FoSSEI juga menjabat sebagai ketua-ketua ataupun BPH di organisasi lain. Mungkin memang sudah selayaknya seperti itu, sebagai penerus risalah Rasulullah, banyak tugas yang harus kita emban. Menurut saya, intinya kita harus mampu mengatur waktu sebaik-baiknya. Terlepas dari sebanyak apa amanah yang sedang kita emban, baik itu sebagai mahasiswa, anak, ataupun amanah-amanah lain. Tidak ada yang namanya prioritas ke-2 atau ke-3 hingga terakhir. Kalau kita bisa berkontribusi 100% di semua amanah, mengapa harus di bagi2 lagi? tidak perlu adanya prioritas. Intinya semua amanah yang telah kita emban dan kita menyatakan sanggup untuk mengembannya ya harus di prioritaskan. Ehm... berbicara masalah kaderisasi sebenarnya di FoSSEI mulai kepengurusan bang Hendro sudah diatur yaitu adanya SET (sharia economic training) yaitu sebagai pintu gerbang masuk kepengurusan FoSSEI, dan di kepengurusan sekarang lebih di sempurnakan lagi dengan adanya alur kaderisasi FoSSEi yaitu di mulai dari DEI (diklat ekonomi Islam) di tataran KSEI/komsat lalu setelah itu masuk ke MES (Mentoring ekonomi Islam) selama 4 bulan lalu masuk ke SET (sharia economic training) di tingkatan regional, nah terakhir masuk ke SETT (sharia economic training for trainer) di tingkatan nasional. Tapi lagi-lagi agenda tersebut tidak dapat serentak dilakukan di setiap regional, dikarenakan memang kebijakan ini termasuk baru dan memang "suhu" di setiap regional berbeda sehingga baru beberapa regional saja yang mampu melaksanakan alur kaderisasi tersebut, itupun tidak sempurna. Nah mungkin untuk sekarang ini tahapannya memang seperti itu, doakan saja, di kepengurusan FoSSEI selanjutnya bisa terealisasi dengan baik. Dakwah itu bertahap, dan mungkin sekarang kita baru melalu tahapan seperti ini. butuh pembenahan-pembenahan lagi untuk kedepannya dan memang masukan-masukan seperti inilah yang dibutuhkan sekarang sambil kita juga mendukung untuk PRESNAS yang baru yang akan dipilih besok lusa.... Wallahu'alam
FARIZAL ALBONCELLI Ajari Aku 'tuk jadi MUJAHID TANGGUH http://alboncelli.blogs.friendster.com/ Mobile : +62856 9171 4916 Sekolah Tinggi Ekonomi Islam 'SEBI' Ciputat --- On Sat, 7/12/08, Djihadul Mubarok Jihad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Djihadul Mubarok Jihad <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: {FoSSEI Kita} FOSSEI: ORGANISASI YANG DI N0MER.- 2 - KAN To: [email protected] Date: Saturday, July 12, 2008, 2:14 AM Kuncinya Loyalitas... . Sebuah organisasi tanpa sebuah loyalitas. organisasi akan selalu dinomorduakan tanpa sebuah loyalitas. Loyalitas dapat dibentuk salah satunya dengan sebuah sistem perkaderan yang mantap. dan ini yang belum dimiliki oleh FoSSEI. Inilah PR bagi FoSSEI yang harus di bahas pada saat MUNAS. WAB. --- On Wed, 7/9/08, nasher akbar <nasher_akbar@ yahoo.com> wrote: From: nasher akbar <nasher_akbar@ yahoo.com> Subject: {FoSSEI Kita} FOSSEI: ORGANISASI YANG DI N0MER.- 2 - KAN To: [EMAIL PROTECTED] com Date: Wednesday, July 9, 2008, 2:01 PM saya cuma ingin mengajak kita merenung, berpikir ulang, dan meredisain our mind n our spirit. Seberapa jauh perjuangan yang telah kita kerahkan untuk menegakkan ekonomi syariah. Perjuangan yang kita salurkan melalui fosssei sebagai satu-satunya organisasi ekonomi syariah di indonesia atau bahkan mungkin di dunia. Akhir-akhir ini, menjelang munas, banyak selentingan dan kabar menggugat eksistensi fossei. Ada yang pro dan ada yang kontra. ada yang cuek dan ada yang berusaha membela. Sebenarnya keduanya mempunyai keinginan sama yakni menjadikan fossei organisasi terdepan yang memang benar-benar terorganisir dan profesional. . Saat ini,,, saya atau kita semua sepakat bahwa Fossei masih jauh dari kesempurnaan. Banyak hal yang harus diperbaiki, baik secara organisasi maupun para pelaku yang bermain didalamnya.. . Saya merasa bahwa FOSSEI selama ini masih saja diduakan oleh para pejuangnya (sebagian,,, kalo gak semua) . kok bisa...? maksudnya... ? Seringkali saya menghadiri rapat fossei atau agenda semisalnya, tapi banyakteman- teman yang uzur dengan berbagai alasan Saya tidak tahu alasan yang pasti, yang jelas ada alasan yang dapat diterima ada pula yang tidak. Salah satu alasan yang sering didengar adalah kesibukannya pada organisasi lain. Sebut aja LDK, Kammi, HMi or lainnya deh. Alasan ini ada benarnya, masak kita nggak boleh aktif di 2 organsisai Saya rasa sah-sah saja. tapi yang perlu kita renungkan dan kita pikirkan mengapa sih diantara sekian organisasi yang dijalani,kok FOSSEI di nomor DUA- kan, atau di nomor tiga-kan, nomor ke-Empat, bahkan tidak ada dalam benak kita. Apakah Fossei Menjenuhkan, membosankan, kurang menarik, atau kitanya yang emang kurang sreg dengan Fossei Gimana FOSSEI mau maju kalo rakyatnya aja menduakannya...! Bravo FOSSEI... maju terus... Semoga MUnas membawa perubahan..

