Selasa, 27 April 2010

MELBOURNE--Pemerintah 
Australia mengumumkan akan meninjau kembali undang-undang perpajakan 
untuk menyingkirkan rintangan bagi sektor finansial Shariah. Asisten 
Menteri Keuangan Australia, Nick Sherry, menyatakan hal itu sebelum 
bertolak ke Timur Tengah untuk menghadiri suatu konferensi bisnis.

Menurut Sherry, berdasarkan hukum Islam, bank shariah dilarang memungut bunga 
dan tidak boleh melakukan investasi dalam bidang perjudian atau alkohol. Ia 
mengatakan, cara mengelola bisnis yang berbeda itu kadang-kadang 
dapat menempatkan sektor finansial Islam pada posisi yang dirugikan 
berdasarkan undang-undang perpajakan Barat.

Itu sebabnya, 
pemerintah berniat menata ulang UU Perpajakan agar sektor industri 
keuangan syariah bisa tumbuh subur di negeri ini. "Pasar perbankan 
syariah di Australia tak bisa dianggap enteng," ujarnya. 

Rencana Australia mengadopsi sistem keuangan syariah mulai mengemuka sejak 
2008. Saat itu, Perdana Menteri Kevin Rudd menyatakan niatnya untuk 
serius menjadikan Australia "sentra industri keuangan syariah baru di 
Asia Pasifik". 

Para ahli industri mengatakan perbankan syariah 
adalah salah satu sektor yang memiliki pertumbuhan tercepat dalam
industri perbankan dunia. Perbankan syariah diprediksi bernilai 950 miliar US 
dolar di seluruh dunia. Asialink Islamic Banking Colloquium yang 
diselenggarakan di Melbourne tahun 2008 menyatakan, bank syariah 
berhasil keluar dari krisis ekonomi dengan memegang prinsip-prinsip 
Islam dalam menghimpun keuntungan dan bagi hasil antara bank dan 
nasabah.

Akademisi bank syariah dari Universitas Melbourne, 
Professor Abdullah Saeed mengatakan bank syariah memiliki pertumbuhan
yang potensial di Australia. “Ada komunitas muslim di sini, tetapi bank 
syariah bukan hanya untuk muslim saja,” kata
Abdullah.

Menurut dia, banyak bank-bank konvensional yang tertarik dan sejumlah bank 
syariah juga mulai masuk ke Australia, sehingga tidak hanya membicarakan 
mengenai isu Islam. “Ini hanyalah salah satu dari sekian cara untuk 
berkompromi dengan perbankan dan keuangan yang secara kebetulan 
berlandaskan Islam,” ujarnya.Red: Siwi Tri Puji.B
Sumber: ABC News

 Muhammad Sadeli Zanikhan al-Palembangi
IAIN Raden Fatah Palembang
http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke