-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://www.antaranews.com/berita/1846632/teten-ajak-petani-dan-nelayan-bangun-korporatisasi-lewat-koperasi





Teten ajak petani dan nelayan bangun korporatisasi lewat koperasi

Rabu, 18 November 2020 18:39 WIB

Teten Masduki dorong petani bangun korporatisasi melalui koperasi (Humas 
Kemenkop)
Kami sedang meng-exercise 8 komoditas pangan untuk masuk dalam korporatisasi 
petani
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong para 
petani, pekebun, dan nelayan, yang sebagian besar tergolong pelaku UMKM di 
Indonesia untuk mulai berkonsolidasi dan membangun korporatisasi petani melalui 
koperasi.

MenkopUKM Teten Masduki dalam acara Jakarta Food Security Summit yang digelar 
secara virtual, Rabu, mengatakan sektor pertanian termasuk di dalamnya 
perikanan masih didominasi 90 persen oleh para pelaku UMKM.

“Kami mengembangkan program di KemenkopUKM yang disebut korporatisasi petani,” 
kata Teten.

Ia menambahkan tantangan pengelolaan pertanian rakyat di Indonesia yakni 
diusahakan dalam skala kecil, tata kelola belum modern, dan masuk ke industri 
hilir.

Baca juga: Menkop dan Mentan sepakat percepat wujudkan korporasi petani

“Arahan Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta 12 
September 2017 agar petani diorganisir dalam korporasi dengan tujuan agar 
berdaulat atas hasil produknya atau menikmati nilai tambah di on farm dan off 
farm, membangun industri dengan skala ekonomi yang besar dan tata kelola 
manajemen yang profesional,” kata Teten Masduki.

Pihaknya kemudian mencari solusi kelembagaan terkait tantangan di sektor 
pertanian dengan mendorong petani untuk membangun kelembagaan usaha yang 
dikelola secara profesional dan dalam skala keekonomian.

“Kalau kita lihat kondisi pertanian, perkebunan, dan perikanan kontribusi 
kepada PDB 13 persen, persentase terbesar UMKM di pertanian,” kata Teten 
Masduki.

Pihaknya telah memetakan koperasi di sektor pangan yang potensial untuk 
didorong menjadi koperasi modern.

Baca juga: BI: Korporatisasi jadi kunci UMKM bertahan di tengah COVID-19

“Kami sedang meng-exercise 8 komoditas pangan untuk masuk dalam korporatisasi 
petani,” katanya.

Saat ini, kata Teten, KemenkopUKM bersama dengan Agriterra telah menggulirkan 
sebuah gagasan pengembangan korporasi petani model koperasi, yaitu sebuah upaya 
menjadikan petani sebagai penikmat terbesar dari nilai tambah yang tercipta 
dengan cara berinvestasi mendirikan industri pengolahan miliknya.

Terdapat 7 koperasi yang menjadi proyek percontohan yakni KSU Citra Kinaraya, 
Demak – Jateng (Komoditas Beras premium specialty), Koperasi Berkah Multi 
Generasi, Bandung – Jabar (Komoditas Kentang), dan KPMK Pangandaran – Jabar 
(Komoditas Kelapa).

Kemudian Koperasi Rakyat Halmahera – Maluku Utara (Komoditas Kelapa), KAN 
Jabung, Malang – Jatim (Komoditas Tebu/Susu), Koperasi Pugar Ronggolawe Makmur, 
Tuban – Jatim (Komoditas Garam), dan KPSP Saluyu, Kuningan – Jabar (Komoditas 
Susu).

Baca juga: Soal pendampingan 2 juta petani, Presiden: Saya yakin Kadin mampu

Baca juga: Kadin targetkan beri pendampingan pada 2 juta petani hingga tahun 
2023

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020








-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201118172157.b48b5f56d8d9ecd1689e26e5%40upcmail.nl.

Reply via email to