Nuwun sewu atas penjelasan tambah an..... Aktivitas manusia melebihi alam... Dan merusak.... Pulau Jawa bukan ideal untuk mobil pribadi..... Infrastructure menyaport mobil hanya nyaman sesaat..Dengan Penduduk konsebtrssi 60%..Yabg diuntungkan pabrik mobil.... Bukan perakit assembly...... Dan. Minyak.. Menu Makanan sudah rubah..... Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Tue., Dec. 1, 2020 at 5:57 a.m., Marco 45665<[email protected]> wrote: Tumenggung Raden Billy : **BENAR Pulau jawa.... Dan lainnya terbentuk Karena sedimentasi... Diterobos oleh volkanik.... Hot spot dari subduction zone.... Plate australia mendorong ke utara.... Structure lapis a miring ke selatan... Terjadi pergantian air tawar yang dipompa ke luar Jakarta Selatan.. ..... dsb . ***(Selantunya Terjadi Proses / Goncangan Tektonis yang menyebabkan atau menjadi sumber penyebabTSUNAMI akibat PERGESERAN cenderung TUMBUKAN LEMPENG atau LAPISAN ASIA-PACIFIC (marc)> Terjadi pergantian air tawar yang dipompa ke luar Jakarta Selatan.. ..... ( Billy)>> ...Akibatnya BANJIR BESAR ... lebih lagi adalah suatu kenyataan bhw JAKARTA adalah WILAYAH DATARAN RENDAH yang letak Ketinggiannya ( hampir sama dan atau mungkin di saat pasang lebih rendah dari PERMUKAAN LAUT itu sendiri... (marco)Note : Oleh karenanya'' DO'A NUSANTARA'' yang sering didengungkan apabila terjadi Malapetaka alam ( seperti Banjir Besar atau Gempa ''Tektonis'' TSUNAMI ) sama sekali TAK AKAN BISA MENOLONG dan BUKAN SAMA SEKALI SOLUTION serta TIDAK ADA PENGARUHNYA dan SANGKUT PAUTNYA dengan yg selalu dianggap sebagai''KUTUKAN TUHAN '' ......... Hanya Manusia yang kehilangan Logika Berpikirnya dan selalu Hidup dalam ILUSI dan HALUSINASI yang tak memahami APA yang terjadi .... On Mon, 30 Nov 2020 at 12:31, BILLY GUNADIE <[email protected]> wrote:
Pulau jawa.... Dan lainnya terbentuk Karena sedimentasi... Diteeobos oleh volkanik.... Hot spot dari subduction zone.... Plate australia menforong ke utara.... Structure lapis a miring ke selatan... Terjadi pergantian air tawar yang di pompa ke luar Jakarta Selatan.. Hydrogeoligy tension.. Air laut masuk mengggantikan air tawar yang di sedot.....Tidak ada penggunfulan hutan seditar Bandung...... Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Mon., Nov. 30, 2020 at 5:48 a.m., kh djie<[email protected]> wrote: Soal banjir mesti dicari penyebabnya dan diatasi.Apakah di lereng2 gunung terjadi penggundulan. dijadikan daerah perumahan atau sungai jadi dangkal,penuh lumpur, atau menyempit karena orang bangun gubug2 dan rumah di bantaran sungai, atau sungaidan riolering penuh sampah. Mungkin masih perlu dibangun lebih banyak waduk lagi untuk dapat menampung air berlebih, meskipun tahun ini akan diselesaikan 8 waduk . Mungkin perlu tanggul, dengan pintu air dan pompa air yang kuat di pantai.Cara Tiongkok zaman kuno apa bisa dipakai? Dulupernah seorang menteri mengatasi banjir dengancara tiap keluarga harus tanam 100 batang bambu dan menjaganya. Harus ditanam oleh mereka yangtinggal di gunung dan tepi sungai. Waktu musim hujanair akan diserap bambu setinggi pohonnya, dan waktumusim kemarau perlahan-lahan dilepaskan ke tanah,sehingga tanah tidak kekeringan. Bambu berakarkuat masuk dalam tanah, mencegah erosi dan cepat bertunas, beranak.Strategi nasional sekarang dengan proyek turisme,dan sekarang sedang dimulai dengan Proyek Food Estate di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara. Op ma 30 nov. 2020 om 11:05 schreef BILLY GUNADIE <[email protected]>: Ada dampak negative juga.... Antara lain.. SAGULING.... muka air tanah naik Bandung selatan.... Aquifer dangkal... Peenyerapan air Hujan tidak merembes.. Banjir... Lahan dipake jalan raya... Lapangan terbang...stadion sepak bola.. Rehabilitasi tanah tidak ada program.. Beras import..... Cianjur dan. Solok..? Sent from Rogers Yahoo Mail on Android On Mon., Nov. 30, 2020 at 12:03 a.m., kh djie<[email protected]> wrote: Menteri Pertanian mengatakan tahun ini stock beras mencukupiberkat curah hujan cukup, beda dengan tahun lalu. Jadi terlihatsekali faktor pentingnya pembangunan waduk dan berbagai saluran irigasi. Op ma 30 nov. 2020 om 01:37 schreef Chan CT <[email protected]>: Artikel Jurus Bulog Sultra menjaga ketahanan pangan di saat pandemi Oleh Sarjono Senin, 30 November 2020 07:31 WIB Panen padi di sentra produksi Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (ANTARA/sarjono) Tiga tips yang dianut Bulog Sultra agar serapan beras petani maksimal, percepatan pembayaran beras terhadap mitra, peningkatan kapasitas tampung gudang dan ketiga percepatan pelayanan bongkar beras saat mitra tiba di gudang.Kendari (ANTARA) - Pandemi Coronavirus Disease atau COVID-19 telah memporak-porandakan seluruh sektor kehidupan manusia di seluruh belahan dunia. Tamu tak diundang bernama Virus Corona ini masuk Indonesia sekitar Februari tahun 2020. Awalnya sejumlah negara tidak terlalu serius menghadapi pandemi ini. Namun ketika korban meninggal dunia akibat Corona semakin merebak di negara-negara di Asia, Eropa, Amerika, barulah terlihat upaya serius untuk mengatasinya. Termasuk mengantisipai dampaknya yang meluas terhadap ekonomi global. Kebijakan politik ekonomi negara berubah drastis. Semua terintegrasi untuk perang melawan Corona. Tidak satu pun negara yang menyatakan sanggup mengatasi dampak pandemi ini. Akibatnya, telah terjadi lonjakan pengangguran, angka kemiskinan meningkat, dari sisi bahan pangan diperkirakan mengalami gangguan, sektor-sektor jasa dan produksi tersendat mulai dari pertanian hingga industri manufaktur. Setiap orang diminta tetap tinggal dirumah sebagai strategi memutus rantai penyebaran virus yang diketahui mencuat di Wuhan, Tiongkok. Politisi, ekonom dan pemangku kepentingan di negeri ini meramu jurus melawan Corona. Ketersediaan pangan untuk mememuhi kebutuhan penduduk Indonesia sekitar 270 juta jiwa penduduk Indonesia menjadi modal utama melawan bencana non alam yang sulit diprediksi kapan berakhir. Badan Usaha Milik Negara Badan Urusan Logistik (Bulog) menjadi salah satu tumpuan untuk mengakomodir produksi hasil pertanian, khususnya beras. Sesuai perannya, Bulog ditugasi menjaga tiga pilar ketahanan pangan melalui persediaan yang cukup, akses dan harga beras yang terjangkau oleh masyarakat dan melakukan stabilisasi harga. Pengusaha penggilingan yang sudah mengakar di sentra-sentra produksi menjadi mitra strategis Bulog untuk mendulang pangan beras. Manajemen bisnis profesional yang memegang prinsip maju bersama petani ditunjukan Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara. Stok terjaga Bulog Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari hingga November 2020 telah menyerap beras produksi petani sebanyak 27.000 ton atau melampui target pengadaan 2020 sebanyak 24.500 ton, bahkan realisasi serapan tersebut lebih tinggi dibanding realisasi penyerapan selama 5 tahun (2015-2019) yang rata-rata hanya sekitar 20.000 ton. Sentra produksi andalan beras terdapat di Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Kota Bau Bau, Kolaka Timur, Kolaka Timur dan Bombana. "Capaian pembelian beras petani 27.000 ton periode Januari hingga 12 November 2020 sangat menggembirakan. Kualitas beras makin baik dan target serapan Bulog Sultra sudah melampaui," ujar Kepala Bulog Kanwil Sultra Ermin Tora. Bulog Kanwil Sultra tahun 2020 ditargetkan membeli beras petani sebanyak 24.500 ton atau meningkat dibandingkan tahun 2019 sebanyak 18.000 ton. Bulog melalui mitranya di sentra-sentra produksi membeli beras petani berdasarkan keputusan pemerintah seharga Rp8.300/Kg, mengalami kenaikan dibanding tahun 2019 senilai Rp8.030/Kg. Adapun standar kualitas beras pembelian Bulog, yakni kadar air paling tinggi 14 persen, derajat sosoh paling sedikit 95 persen dan butir patah paling tinggi 20 persen. Bulog Sultra pun berperan nyata mendistribusikan 5.300 ton beras bantuan sosial bagi 118.932 keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak pandemi di 17 kabupaten/kota se-Sultra. Bansos pangan beras adalah penugasan pemerintah melalui Kementrian Sosial yang ditujukan kepada Bulog untuk mengurangi beban masyarakat memenuhi kebutuhan pangan beras di tengah pandemi Corona. Pemerintah mengucurkan JPS beras selama tiga bulan (Agustus, September dan Oktober). Setiap keluarga penerima manfaat dijatah 15 kilogram beras premium setiap bulan. Adapun keluarga penerima manfaat (KPM) Kota Kendari tercatat 7.537, Konawe 12.699, Kolaka 8.816, Kolaka Timur 6.994, Kolaka Utara 7.038, Konawe Selatan 15.011 dan Kota Baubau 5.536 KPM. Kabupaten Muna 13.430, Muna Barat 5.063, Wakatobi 4.847, Buton Tengah 5. 070, Buton Selatan 4.426, Buton 4.841, Bombana 8.026, Konawe Kepulauan 3.220 dan Konawe Utara 2.729. Percepat pembayaran Bulog Sultra meningkatkan pelayanan terhadap mitra sebagai kunci pencapaian pembelian beras petani berjalan lancar dan menciptakan rekor baru sampai 27.000 ton hingga November 2020. Tiga tips yang dianut Bulog Sultra agar serapan beras petani maksimal, percepatan pembayaran beras terhadap mitra, peningkatan kapasitas tampung gudang dan ketiga percepatan pelayanan bongkar beras saat mitra tiba di gudang. "Percepatan pembayaran bagi mitra sangat penting karena modal digunakan secepatnya lagi untuk membeli gabah petani," kata Ermin. Jika mitra merasakan ada hambatan pelayanan dari Bulog pasti berpikir untuk menjual beras ditempat lain karena mitra menganut prinsip bisnis cepat dan menguntungkan. Adapun standar kualitas beras pembelian Bulog, yakni kadar air paling tinggi 14 persen, derajat sosoh paling sedikit 95 persen, butir patah paling tinggi 20 persen dan butir menir paling tinggi 2 persen. Data Badan Pusat Statistik Sultra menyebutkan luas panen dan produksi padi 2020 (angka sementara) diperkirakan sebesar 132,99 ribu hektar, mengalami kenaikan sebanyak 0,64 ribu hektar atau 0,49 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 132,34 ribu hektar. Produksi padi pada 2020 diperkirakan sebesar 539,35 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 19,65 ribu ton atau 3,78 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 519,71 ribu ton GKG. Jika potensi produksi padi pada 2020 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 diperkirakan sebesar 308,14 ribu ton, mengalami kenaikan sebanyak 11,22 ribu ton atau 3,78 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 296,92 ribu ton. Oleh Sarjono Editor: Royke Sinaga -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4D552D0BF2C740A487AB070A6C061B52%40A10Live. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavj17hP3LUHdnmtOXJT1R7P6BqT37jLA5Yx_GVhi_Y3Y_A%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavjJ90jL90q3nuQ6smg3S_132bBpr%2B1rrW6Zn_SAcaXHmQ%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/586310668.1682879.1606735860540%40mail.yahoo.com. -- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAFz2%2Bm--0aCmZ98K%3DFAOnqvxmaroR%2BDZ%2Bt1mVbaDxy79hEktkA%40mail.gmail.com. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1883905352.1970278.1606822277473%40mail.yahoo.com.
