--
j.gedearka <[email protected]>
https://mediaindonesia.com/nusantara/365463/bahan-baku-sulit-pesanan-naik-pengusaha-mebel-rotan-tercekik
Selasa 01 Desember 2020, 17:20 WIB
Bahan Baku Sulit, Pesanan Naik Pengusaha Mebel Rotan Tercekik
Nurul Hidayah | Nusantara
Bahan Baku Sulit, Pesanan Naik Pengusaha Mebel Rotan Tercekik Antara
Permintaan mebel rotan dari AS mencapai 130 kontainer per bulan, namun baru
bisa dipenuhi 60 kontainer oleh pengusaha mebel Cirebon. PENGUSAHA mebel rotan
di Cirebon, Jawa Barat kembali keluhkan kelangkaan bahan baku. Akibatnya mereka
berhenti berproduksi karena ketiadaan rotan di depot yang ada di Cirebon. Ketua
presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur
usai kegiatan Focus Group Discussion bertema Mencari Solusi Kelangkaan Bahan
Baku Rotan di Kota Cirebon, Selasa (1/12) menjelaskan bahwa ketiadaan bahan
baku rotan sudah terjadi sekitar 4 bulan yang lalu. "Karena langka harganya
tinggi, tapi bahan bakunya (rotan) tidak ada," ungkap Sobur. Dijelaskan Sobur,
bahan baku rotan saat ini sudah naik di kisaran Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per
kilogram. Harga ini naik dari semula Rp13 ribu hingga Rp 15 ribu perkilogram.
"Itu pun barangnya tidak ada," ungkap Sobur. Dampaknya, lanjut Sobur, pembuatan
mebel rotan banyak yang terhenti. "Bahkan ada yang sudah membuat rangka nya,
karena bahan rotan tidak ada ya tidak diselesaikan," ujar Sobur. Padahal saat
ini sejumlah pengusaha mebel rotan justru tengah mendapatkan pemesanan mebel
rotan dari buyer di luar negeri. "Kita juga sebenarnya mengantisipasi tingginya
permintaan mebel rotan dari buyer di Amerika Serikat tahun depan," jelas Sobur.
Tahun depan, Sobur memprediksi akan ada kenaikan pemesanan mebel rotan dari
buyer Amerika Serikat. Buyer terbesar dari luar negeri itu diprediksi ada
kenaikan permintaan hingga 6,5 persen. "Kenaikan ini dikarenakan tahun ini
pemesanan melandai karena pandemi covid-19 dan tahun depan diprediksi ada
pertumbuhan drastis untuk pemesanan mebel rotan," ungkap Sobur. Namun yang
terjadi justru bahan baku susah didapatkan di dalam negeri. Kelangkaan rotan
saat ini, menurut Sobur, disebabkan berbagai hal. Termasuk pekerjaan mencari
rotan bukan merupakan pekerjaan utama bagi petani di daerah-daerah penghasil
rotan, baik di Kalimantan maupun Sulawesi. Adanya alih pekerjaan, seperti sawit
dan minyak asiri membuat petani di daerah asal rotan menjadikan pencarian rotan
sebagai pekerjaan sampingan. "Terjadinya bencana termasuk penyelundupan juga
menjadi penyebab bahan baku rotan susah didapatkan saat ini," ungkap Sobur.
Sementara itu anggota presidium HIMKI, Satori, menjelaskan kebutuhan baku rotan
untuk Kabupaten Cirebon setiap bulannya mencapai 7 hingga 9 ton. Ada sekitar 4
hingga 5 depot yang selama ini menyediakan bahan baku rotan untuk wilayah
Cirebon yang saat ini tidak memiliki bahan baku rotan lagi. "Seluruh depot di
Cirebon kosong rotan," ujar dia. Kelangkaan bahan baku rotan membuat pengusaha
mebel rotan tidak bisa memenuhi permintaan pasar. Dimana permintaan pasar
mencapai 130 kontainer setiap bulanya. Namun Kabupaten Cirebon baru bisa
memenuhi 60 kontainer pengiriman mebel rotan setiap bulannya. "Ketiadaan bahan
baku rotan tahun ini terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Permintaan
mebel rotan naik hingga 150 persen dari tahun kemarin tapi tidak bisa dipenuhi
karena ketiadaan bahan baku," sesal Satori. Untuk itu, Satori meminta perhatian
pemerintah untuk bisa mengatasi kondisi ini. Terlebih diprediksi akan terjadi
permintaan mebel rotan dalam jumlah besar tahun depan setelah tahun ini
permintaan turun karena pandemi covid-19. (OL-13) Baca Juga: Perkuat Ekspor,
Pemerintah Diminta Jaga Bahan Baku Rotan ...
Sumber:
https://mediaindonesia.com/nusantara/365463/bahan-baku-sulit-pesanan-naik-pengusaha-mebel-rotan-tercekik
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20201201181223.5c49316e3349419f2f330b8b%40upcmail.nl.