https://news.detik.com/kolom/d-5496981/mengatasi-banjir-dalam-skala-lokal?tag_from=wp_cb_kolom_list




Kolom

Mengatasi Banjir dalam Skala Lokal

Safitri - detikNews

Rabu, 17 Mar 2021 15:40 WIB
0 komentar
SHARE
URL telah disalin
Sejak dibangun tanggul pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di 
aliran Kali Ciliwung, kawasan Kampung Pulo, Jakarta, kini tidak berdampak 
banjir. Begini potretnya.
Kampung Pulo yang kini "bebas banjir" berkat tanggul (Foto: Rengga Sencaya)
Jakarta - Setiap musim hujan, pada waktu-waktu tertentu, intensitas curah hujan 
tinggi atau durasi turun hujan lama, sampai beberapa jam, di salah satu area 
Kelurahan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, yang kontur tanahnya lebih rendah pasti 
banjir, karena merupakan cekungan dan tidak ada tempat untuk air mengalir. 
Apalagi kalau ditambah dengan luapan Kali Krukut, ketinggian banjir bisa 
mencapai 2 meter, dan solusinya dengan penyedotan air.

Banjir pada 20 Februari 2021 lalu, sore air mulai surut, tapi masih terdapat 
genangan kira-kira 30-40 cm di badan jalan, pada kontur terendah. Area lain 
yang terkena banjir, gang yang konturnya lebih rendah dari jalan. Jalan yang 
terletak di depannya tidak banjir.

Kenapa terdapat genangan air di jalan? Karena got tidak mampu menampung air, 
sehingga meluap ke jalan. Got yang terletak di sisi kiri dan kanan jalan, lebar 
dan kedalamannya sama, di sepanjang jalur jalan itu, padahal kontur tanah ini 
merupakan kontur terendah. Jadi wajar, selain menampung air hujan, cekungan ini 
juga menampung air hujan yang turun dari jalan yang berada di atasnya. Selain 
itu kawasan tersebut banyak perkerasan --tidak banyak tanah atau tanaman yang 
dapat menyerap air hujan). Apa solusinya?

Got yang berada pada cekungan terendah di sisi kanan dan kiri jalan harus 
diperdalam, tidak mungkin diperlebar karena jalur jalan itu sempit, sehingga 
bisa menampung air lebih banyak, terutama pada musim hujan. Got itu selalu 
tergenang air, alias air tidak mengalir, walau tak musim hujan, yang berasal 
dari saluran pembuangan air rumah penduduk yang berada di atasnya.

Tentu saja ukuran dan lebar got di sepanjang jalan itu sama, walaupun kontur 
tanah berbeda, karena pada saat pembangunan, tidak terpikirkan bahwa sisi yang 
paling rendah (cekungan) seharusnya menampung air lebih banyak, dibanding sisi 
yang berada di atasnya (kontur yang lebih tinggi), karena semua air akan menuju 
ke titik terendah.

Teman Facebook melaporkan di statusnya bahwa ada tanggul yang terputus, karena 
terhalang oleh rumah warga, dan tidak bisa terelakkan, air keluar dari rumah 
itu dan membanjiri kawasan di sekitarnya. Kasus lain, dari 2 kilometer panjang 
tanggul, tersisa 5 meter yang tidak dibangun, tentu saja air keluar dari sini.

Skala Lokal

Penanganan masalah banjir dalam skala lokal (RT/RW) tidak terperhatikan, 
padahal ini sangat berdampak pada warga. Bagaimana cara menyampaikan hal ini ke 
pemerintah daerah, agar mereka segera menutup tanggul yang terputus, sehingga 
pada musim hujan tidak terjadi masalah yang sama? Atau, merekayasa got yang 
terletak pada cekungan terendah untuk dijadikan penampungan air ( mengalirkan 
air dari jalan ke dalam got, sehingga jalan yang ada di depannya tidak banjir 
dan dapat digunakan untuk lalu lintas kendaraan).

Apa sulitnya menutup tanggul yang terputus (hanya 5 meter) atau memperdalam got 
yang berada di cekungan terendah? Sulit karena sistem birokrasi yang 
menyebabkan penanganan hal tersebut menjadi berbelit-belit dan dianggap remeh. 
Atau, bisa jadi belum ada sistem pelibatan warga lokal dalam mengatasi banjir 
di area mereka secara terstruktur.

Pemerintah daerah abai terhadap hal-hal kecil seperti ini yang sebenarnya 
memberi dampak pada warga yang terdampak banjir di lingkungannya. Pertama, 
menghindari terjadinya banjir pada satu area, karena tanggul dibangun sempurna. 
Kedua, ketinggian air dapat dikurangi dan lama genangan bisa lebih cepat. 
Ketiga, mencarikan alternatif untuk menyalurkan/menampung air sementara di 
sekitar area.

Saat ini, pemerintah DKI Jakarta mengharapkan pelibatan warga dalam mengatasi 
banjir hanya pada membersihkan sampah di dalam got dan di sekitar rumah mereka. 
Membuat lubang biopori atau sumur resapan, menanam pohon atau tanaman di 
sekitar rumah, melaporkan permasalahan seputar banjir melalui qlue, dan 
mengunduh aplikasi pantau banjir terasa seperti slogan.

Padahal, keterlibatan warga lokal --yang terdampak langsung atau tidak akibat 
banjir yang selalu terjadi setiap tahun-- bekerja sama dengan pemerintah daerah 
dalam mengatasi banjir atau genangan yang di berada di sekitar rumah mereka 
sangat diperlukan.

Disesuaikan dengan Masalah

Pola penyelesaian masalah banjir dalam skala lokal (secara administrasi RT/ RW, 
atau secara area yang terkena banjir) berbeda-berbeda, disesuaikan dengan 
masalah, dan penyelesaian masalah berdasarkan kondisi atau keadaan area 
tersebut (meliputi sumber daya manusia-warga, kondisi tapak, kemungkinan 
penyelesaian masalah). Tidak bisa hanya melibatkan warga saja (memberi masukan, 
melaporkan), karena ada bagian tertentu yang pemerintah daerah harus turun 
tangan (membangun tanggul, memperdalam got, atau membantu warga membangun sumur 
resapan di tanah warga-terutama di area banjir).

Selama ini, pemerintah daerah terlalu fokus pada penanganan banjir skala kota 
dengan naturalisasi dan normalisasi sungai, pengerukan kali/waduk, revitalisasi 
pompa, pembangunan tanggul, pembangunan drainase vertikal atau sumur resapan, 
dan membangun waduk. Jika terjadi banjir, dan ketinggian air pada beberapa 
titik tertentu mengkhawatirkan, maka dilakukan penyedotan air dan warga 
mengungsi di tempat yang telah disediakan.

Safitri Ahmad arsitek lansekap dan urban planner

(mmu/mmu)
banjir
banjir jakarta









-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210317192611.7027fab6f91089d63744902b%40upcmail.nl.

Reply via email to