Pikiran Baru Dalam Kitab Kuno Tiongkok: Flora dan Fauna di Bumi Hidup Bersama
2021-05-06 08:35:58  
http://indonesian.cri.cn/20210506/cc08657f-b979-9115-c47d-4d46a933e6ae.html

Dalam kitab suci <Li Ji, Zhong Yong>, karya teori Konfusius Tiongkok terdapat 
kalimat yang berbunyi, “Wan Wu Bing Yu Er Bu Xiang Hai, Dao Bing Xing Er Bu 
Xiang Bei”. Artinya, flora dan fauna di bumi, dapat hidup bersama dan tidak 
melukai satu sama lain, berbagai ide dapat dilaksanakan secara sekaligus dan 
tidak mengintervensi satu sama lain. Kalimat ini sering dikutip oleh Presiden 
Xi Jinping dalam pidatonya di arena internasional.


Setelah mendengar perkataan ini, kata apa yang dapat anda bayangkan? Harmonis. 
Pada zaman kini, apa yang kita katakan “harmonis” telah mencakupi berbagai 
bidang, misalnya keharmonisan antara manusia dengan alam, keharmonisan manusia 
dengan sosial, serta keharmonisan antar manusia. Kita mengusahakan di antar 
manusia “dapat dilaksanakan berbagai macam ide dan tidak mengintervensi satu 
sama lain”, sehingga manusia dapat hidup secara harmonis. Kita juga 
mengusahakan “flora dan fauna dapat hidup bersama dan tidak melukai satu sama 
lain”, manusia dan alam dapat hidup secara harmonis.


Bumi adalah kampung halaman satu-satunya bagi kehidupan manusia. Tiap hari kita 
tinggal di bumi ini tidak merasa apa-apa, namun kalau suatu hari bumi hilang, 
sulit dikembalikan lagi. Selama beberapa tahun ini, di bumi kita sering terjadi 
peristiwa iklim ekstrem, pengnurunan pasir terus bertambah, berbagai epidemi 
terus terjadi, dunia alam sering mengeluarkan alarm kepada umat manusia, dan 
menantang pada kehidupan dan perkembangan umat manusia. Ketika Presiden Xi 
Jinping menghadiri KTT Iklim pada 22 April yang lalu, dia mengeluarkan pidato 
penting yang berjudul Bangun Bersama Komunitas Kehidupan manusia dengan alam, 
dan menunjukkan, perubahan iklim mendatangkan tantangan serius kepada kehidupan 
dan pembangunan umat manusia, masyarakat internasional hendaknya membangun 
bersama komunitas kehidupan manusia dengan alam.


Bagaimana membangun komunitas kehidupan manusia dengan alam? Presiden Xi telah 
merancang cetak birunya: Menyesuaikan diri dengan prinsip alam, berpegang pada 
kehidupan harmonis manusia dengan alam. Mengusahakan jalur jangka panjang, dan 
melakukan perkembangan hijau. Menyelesaikan kesulitan yang “hanya melihat 
tempat kena luka”, bersikeras melakukan tata kelola sistematik. Menciptakan 
kehidupan indah, berorientasi kepada manusia. Menjamin berbagai kebijakan 
dilaksanakan secara efektif, dan berpegang pada multilateralisme. Mendorong 
perkembangan selaras dan bersama, berpegang pada prinsip kebersamaan tapi ada 
perbedaan. Keenam titik tersebut adalah “cara pengelolaan” baik untuk menangani 
masalah perubahan iklim global, juga adalah jalan yang harus ditempuh untuk 
mewujudkan perkembangan harmonis manusia dengan alam, pastilah mendorong 
komunitas kehidupan manusia dengan alam berkembang lebih mendalam.


Menghadapi kesulitan yang tak ada taranya dalam sejarah pengelolaan iklim 
global, masyarakat internasional hendaknya berambisi besar dan beraksi tegas 
untuk berupaya bersama. Justru seperti apa yang dikatakan Presiden Xi: “Asal 
kita berkeinginan bersama, dan bertindak serentak, bersikap senasib 
sepenanggungan, manusia pasti mampu menangani perubahan iklim global, dan 
menyimpan satu dunia yang bersih dan indah kepada generasi selanjutnya. ”



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BB71242D505640288151C6859614E03A%40A10Live.

Reply via email to