IVERMECTIN UNTUK DUNIA

Kemajuan demi kemajuan Ilmu Pengetahuan silih berganti muncul membantu
manusia untuk mengalahkan wabah Covid-19.

Terimakasih India! Telah menunjukkan Secara Gemilang Manfaat Ivermectin
kepada Dunia

#covid19
#ivermectin
#TolakKolonialismeVaksin

Hanya tiga minggu setelah menambah supply Ivermectin, Delhi sekarang
memimpin India keluar dari lonjakan pandemi COVID kedua yang mematikan.
Kasus yang memuncak pada 28.395 pada 20 April anjlok hampir 80% menjadi
hanya 6.430 pada 15 Mei. Kematian mencapai puncaknya pada 4 Mei, dan
sekarang turun 25%.

Terimakasih India!

Keberhasilan Ivermectin yang begitu gemilang membungkam narasi global yang
berusaha membungkam obat temuan 1975 dan sempat memberikan Nobel buat
penemunya.

Pada 10 Mei 2021, Negara Bagian Goa di India mengadopsi kebijakan
Ivermectin preemptive yang bahkan lebih ambisius untuk semua orang dewasa
di negara bagian tersebut.  Kepala Menteri Goa adalah Dr. Pramod Sawant,
seorang dokter progresif berusia 49 tahun yang didorong oleh ilmu
pengetahuan.  Secara khusus, dia membaca meta-analisis yang kuat dari Dr.
Pierre Kory, Dr. Tess Lawrie dan Dr. Andrew Hill.  Sebagai akibat langsung,
Goa telah mengalami penurunan kasus dari 3.124 sehari setelah pengumuman
menjadi 1.314 lima hari kemudian.

https://www.thedesertreview.com/opinion/letters_to_editor/ivermectin-crushes-delhi-cases/article_31f3afcc-b7fa-11eb-9585-0f6a290ee105.html

Kontraversi Ivermectin ini begitu berdarah-darah. Media sekaliber BBC, DW
sampai ikut menggugat berdasarkan kajian yang belum di-peer review.

Kolonialisme vaksin mulai terjadi setelah Biden menyetujui hak intelektual
yang dimiliki Bill Gates.

https://www.wired.com/story/opinion-the-world-loses-under-bill-gates-vaccine-colonialism/

Dr Piere Kory dokter-peneliti yg meneliti Ivermectin dan melihat sendiri
potensinya, sampai bicara dan 'memohon' di depan senat USA supaya mau
mrekomendasikan obat ini...

 https://youtu.be/Tq8SXOBy-4w
 https://youtu.be/2X6kcznyjTY

Beruntung saya lebih percaya publikasi berbagai jurnal independen termasuk
EVMS dg publikasi Dr Paul Marik, serta sempat merasakan khasiat obat pada
Desember 2020

Dalam publikasi terangkhir Februari 2021, sudah bertambah menjadi 49
halaman dengan lebih 380 rujukan.

Pandemi dan perilaku aneh para tangan Tuhan yang telah menciptakan
kolonialisme vaksin memang tak terkendali. Bersyukurlah, ada banyak
anti-virus lokal yang cukup teruji seperti sambiloto, kelor, VCO.

Kelor untuk covid-19
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33719855/

Sambiloto untuk covid-19
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7212536/

VCO untuk covid-19
https://m.antaranews.com/berita/1540364/vco-untuk-kesembuhan-pasien-covid-19

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAG8tavgOKri%3DUQ8-KvrxaE7g9tmTbzUic77pvycw_p9kapdD1w%40mail.gmail.com.

Reply via email to