https://inet.detik.com/science/d-5618964/ilmuwan-temukan-urutan-gen-virus-corona-yang-dihapus-misterius


Ilmuwan Temukan Urutan Gen Virus Corona yang Dihapus Misterius

Aisyah Kamaliah - detikInet

Kamis, 24 Jun 2021 19:55 WIB
8 komentar
SHARE
URL telah disalin
Corona virus: vial with pipette in laboratory
Peneliti sebut temukan urutan virus corona yang hilang di Wuhan. Foto: Getty 
Images/iStockphoto/Bill Oxford
Jakarta -

Sebagian besar hambatan untuk menemukan asal usul Sars-CoV-2 atau virus corona 
disebabkan oleh kurangnya akses informasi dari China. Padahal, China adalah 
tempat pertama merebaknya kasus COVID-19 di dunia.

Sekarang, seorang peneliti di Seattle telah menggali file yang dihapus dari 
Google Cloud yang mengungkapkan 13 urutan genetik parsial untuk beberapa kasus 
awal COVID-19 di Wuhan, Carl Zimmer melaporkan untuk The New York Times.

Melansir Science Alert, Jesse Bloom dari Howard Hughes Medical Institute di 
Seattle telah menemukan urutan yang dihapus. Bloom adalah penulis utama dalam 
sebuah surat yang diterbitkan pada bulan Mei di jurnal Science yang mendesak 
penyelidikan yang tidak memihak tentang asal-usul virus corona. Dari data baru 
ini, Bloom menemukan isyarat bahwa virus itu beredar di Wuhan jauh sebelum 
muncul di pasar makanan laut.

"Mereka tiga langkah lebih mirip dengan virus corona kelelawar daripada virus 
dari pasar ikan Huanan," kata Bloom kepada The New York Times.

"Fakta ini menunjukkan bahwa urutan pasar, yang merupakan fokus utama 
epidemiologi genom dalam laporan bersama WHO-China ... tidak mewakili virus 
yang beredar di Wuhan pada akhir Desember 2019 dan awal Januari 2020," tulis 
Bloom dalam makalahnya yang diunggah 22 Juni ke database pracetak bioRxiv.
Baca juga:
Lab Wuhan yang Dicurigai Dalang Corona Mau Dapat Penghargaan

Menurut Zimmer, sekitar setahun yang lalu, 241 urutan genetik dari pasien virus 
corona telah hilang dari database online bernama Sequence Read Archive yang 
dikelola oleh National Institutes of Health (NIH).

Bloom pertama kali memperhatikan urutan yang hilang ketika dia menemukan 
spreadsheet dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Mei 2020 di jurnal 
PeerJ. Di situ, penulis mencantumkan 241 urutan genetik SARS-CoV-2 hingga akhir 
Maret 2020. Urutannya adalah bagian dari proyek Wuhan University yang disebut 
PRJNA612766 dan diduga diunggah ke Sequence Read Archive.

Ketika dia mencari database arsip untuk urutan, ia mendapatkan jawaban 'Tidak 
ada item yang ditemukan'. Bloom tidak dapat menemukan penjelasan mengapa urutan 
telah dihapus, dan emailnya ke kedua penulis terkait untuk menanyakan tidak 
mendapat tanggapan.

"Tidak ada alasan ilmiah yang masuk akal untuk penghapusan: urutannya sangat 
sesuai dengan sampel yang dijelaskan dalam Wang et al. (2020a,b)," pendapat 
Bloom dalam bioRxiv.

"Tidak ada koreksi pada makalah tersebut, makalah tersebut menyatakan 
persetujuan subyek manusia telah diperoleh, dan pengurutan tidak menunjukkan 
bukti plasmid atau kontaminasi sampel ke sampel. Oleh karena itu tampaknya 
urutan tersebut dihapus untuk mengaburkan keberadaan mereka," ujarnya serius.

Meski begitu, Bloom mencatat beberapa keterbatasan pada penelitiannya, terutama 
bahwa urutannya hanya sebagian dan tidak menyertakan informasi untuk memberikan 
tanggal atau tempat pengumpulan yang jelas - informasi penting untuk melacak 
virus kembali ke asalnya.
Baca juga:
China: AS Harus Diselidiki Terkait Asal-usul COVID-19


Simak Video "Tim Peneliti Australia Tengah Kembangkan Obat Corona"

(ask/ask)
penelitian
virus corona
covid-19
sars-cov-2
jurnal





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210624184433.faec9598f6cb159aacd9b9f9%40upcmail.nl.

Reply via email to